
Setelah Rendi pergi meninggalkan apartmentnya, Tasya langsung masuk ke dalam apartment nya. Ia bergegas mandi dan siap-siap berangkat sekolah. Tak lupa ia memakan bubur yang dibawakan Rendi tadi.
Karna masih merasa belum benar-benar fit akhirnya Tasya memilih menelpon Keenan, meminta Keenan untuk menjemputnya.
"Halo Nan,,"
"Ya, Sya. Kenapa? Kok tumben pagi-pagi dah telpon. " ucap Keenan.
"Jemput gue dong! Gue masih lemes nih buat naik motor sendiri" ucapnya.
"Yaudah gue jemput. Tunggu ye!"
Sudah hampir 30 menit berlalu tapi Keenan belum muncul juga. Sedari tadi ia telpon pun tidak di angkat. Entah apa yang terjadi dengan Keenan. Karna sudah hampir pukul 7 akhirnya Tasya menghubungi Rino.
"*Halo No. Lo dimana? Udah berangkat sekolah belum? Kalo belum jemput gue dong!" ucap Tasya
"Ya sya. Apa? Kalo nanya satu-satu napa! Lo ngomong apa tadi?" Tanya Rino.
"Lo udah berangkat belum? Kalo belum jemput gue ya?"
"Iya-iya. Ni gue baru mau berangkat. Gue OTW kesana sekarang*"
Tak lama kemudian, Rino pun tiba di apartment Tasya.
"Naik Sya." Ucap Rino.
Dan Tasya pun segera menaiki motor sport milik Rino tersebut. Tidak lupa juga Tasya memakai helm full face nya. Walaupun ia di bonceng Rino, tetapi Savety First bukan?
"Lo tau ngga sih No, Keenan kemana?" Tanya Tasya.
"Gue ngga tau Sya, udah di sekolah kali." Jawab Rino.
"Tapi dia tadi bilang mau jemput gue, masa iya dia lupa sih" gumam Tasya.
Oke mereka pun tak banyak bicara di perjalanan menuju sekolah karna mereka tau bahwa komunikasi mereka terhalang oleh helm. Sesampainya di sekolah ia pun turun dari motor Rino daan membuka helmnya. Dan yang pertama kali ia lihat adalah Keenan!
Keenan yang berada jauh lurus di depannya dan sedang memapah seorang gadis! Seketika Tasya langsung berlari menghampiri Keenan dan ia meninggalkan Rino.
"Nan! Lo kok ama dia sih!! Bukannya tadi lo bilang mau jemput gue" Ucap Sheila kesal.
Keenan hanya diam, karna ia tau kalo ia salah. Tapi ia tak ingin menjelaskannya di depan umum seperti ini, ia akan menjelaskan Tasya setelah urusannya selesai. Apalagi sekarang Qilla, gadis yang tak sengaja ia serempet tadi butuh penanganan di UKS.
"Lo kan udah bilang mau jemput gue! Gimana sih Nan!!" Ucap Tasya sambil memegang lengan Keenan.
"Bisa minggir dulu nggak sya? Gue lagi ada perlu nih! Tar bakal gue jelasin kok!" Ucap Keenan sambil melepaskan tangan Tasya di lengannya dan melanjutkan memapah Qilla pergi ke UKS.
Akibat dari perbuatan Keenan tadi menyisakan beribu tanda tanya di hati Tasya. Kejadian itu pun tak luput dari tatapan siswa maupun siswi SMAN HARAPAN yang berada di sekitar area parkir dan gerbang masuk.
Dan sekarang siswa-siswi itu pun sedang membicarakan Tasya, lagi.
"Kenapa sikap lo jadi kek gini ke gue. Siapa dia Nan?." Batin Tasya.
Sedangkan Rino yang melihat kejadian di depan matanya itu. Seketika merasa ada kesalahpahaman yang terjadi antara Keenan dan Tasya. Rino pun berjalan menghampiri Tasya.
"Kenapa? Ada masalah apa Sya?" Tanya nya.
Dan apa yang di lakukan Tasya? Ia berlari pergi meninggalkan Rino dengan setetes air mata yang jatuh ke pipiny. Tasya berlari meninggalkan keramaian itu. Ia malu! Sangat malu! Entah hatinya sakit saat ini Ia duduk termenung dengan kepala menunduk ke bawah, ke dua tangannya ia jadikan untuk menutupi wajahnya.
"Kenapa saat gue udah jatuh cinta sama lo, lo menjauh! Dulu lo jadiin gue prioritas, buat gue salalu bahagia setiap waktu gue sama lo, lo brengsek! Dengan gampangnya lo terbangin hati gue dan lo jatuhin gitu aja saat hati gue udah yakin bahwa gue jatuh cinta sama lo!" Ucap Tasya dengan air mata yang sudah mengalir deras di pipinya
"AARRGGHHHHH!!!!." Teriak Tasya sambil menjambak rambutnya.
"Gue ngga pernah jatuh cinta sama siapa pun sebelumnya kecuali sama lo! Bahkan gue ngga pernah mencintai diri gue sendiri seumur hidup gue!" Ucap Tasya lagi
"Kenapa lo tega Nan!!! Siapa dia Nan!!! Kenapa lo nggak bisa liat cinta yang ada di mata gue buat lo!!!"
Tasya diam. Dengan pandangan kosong ke depan ia sama sekali tidak menyangka kalau Keenan harus berubah secepat ini gara-gara seorang wanita yang ia tak kenal sebelumnya, atau mungkin memang dia adalah wanita Keenan yang Tasya tidak tahu.
__ADS_1
"Kenapa harus ada cinta kalo cinta itu bisa membuat kita terluka."
♡Athasya Van Dejhong♡
Tiba-tiba sesorang memberikan ia coklat. "Ngelamun muluk, nih coklat biar ngga badmood." Ucapnya sambil mengulurkan sebatang coklat silverqueen kepada Tasya.
Tasya melirik coklat tersebut tanpa minat. Kemudian orang itu pun duduk di samping Tasya.
"Makan gih coklatnya." Ucapnya lagi sambil mengulurkan coklat itu.
"Gue nggak mood" Ucap Tasya lusuh.
"Yakin nih? Yaudah deh biar saya aja yang makan"
"Terserah lo lah" Ucap Tasya kemudian ia menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong, lagi.
"Ehh!!! Lo kok ada di sini sih?" Ucap Tasya kaget.
Satu hal yang Tasya lupakan bahwa sedari tadi ia berbicara dengan orang itu.
"Hayo kaget yaaa.... hahaha..." tawa orang itu.
"Ngga lucu kampret." Ucap Tasya cemberut.
"Dih gitu aja ngambek, dasar baperan."
"Dih gimana ngga ngambek ya gue udah sayang-sayang eh die nye kek ***."
"Serem ya kamu kalo lagi marah." "
Ya lo bayangin ae Ren gimana rasanya jadi gue." Ucap Tasya dengan nada prihatin.
"Yang sabar ya, kan saya sudah bilang bakal bantu kamu buat ngelupain rasa cinta kamu ke Keenan." Ucap Rendi sambil memakan coklat itu.
"Ih... kok di makan sama lo sih, katanya buat guee...." ucap Tasya marah.
"Lo ikhlas ngga sih ngasihnya." Tasya menampilkan wajah cemberutnya.
"Tadinya sih ikhlas. Tapi kamu bilang ngga mau, jadi yaudah lah ya buat saya aja daripada di buang kan." Ucap Rendi kemudian ia melahap coklat itu lagi.
"Bodo ah." Ucap Tasya kemudian memalingkan wajahnya dan melipat kedua tangannya di dada.
"Kamu ngga mau nanya gitu kenapa saya bisa ada di sini?" Tutur Rendi.
"Nggak." Jawab Tasya singkat dengan masih memalingkan wajahnya.
"Oh yaudah deh."
Mereka pun fokus pada pekerjaannya masing-masing. Tasya yang memikirkan sesuatu dan Rendi yang sibuk dengan pikirannya gimana caranya agar Tasya cinta kepadanya.
Tiba-tiba Rino berjalan tergesa-gesa dan menghampiri Tasya dan Rendi yang sedang duduk itu. Rino membungkuk dan memegangi lututnya kemudian ia menyeka keringatnya. Rendi yang menyadari bahwa muridnya itu habis di kejar setan.
"nafas dulu No." Ucapnya.
Rino pun mengatur nafasnya
"HUH." Rino mengeluarkan nafas kasar Rendi bangkit dari duduknya.
"Kenapa kamu lari-lari begitu No? Ada masalah apa?" Tanya Rendi kepada Rino.
Menghiraukan pertanyaan dari gurunya itu, Rino pun mendekat ke Tasya dan mengatakan suatu fakta lagi yang belum Rendi ketahui mengenai kehidupan Tasya.
"Anak Gold Cobra tadi nelfon gue, nah mereka minta balapan di majuin jadi besok malem. Lo gimana Sya? Udah siap?" Tanya Rino.
"Hm." Jawab Tasya dengan gumaman
Mendengar itu Rendi pun terkejut bukan main.
__ADS_1
"Apa??? Kamu balapan Sya!" ucapnya sedikit keras.
"Gak usah teriak-teriak bisa nggak si Ren!" ucap Tasya.
"Apa bener itu No?" tanya Rendi lagi, karna ia tau Tasya tidak akan menjawab pertanyaannya.
"Iya Ren, eh Pak" ucap Rino
"*sebanyak apa lagi hal yang belum saya ketahui tentang kehidupan kamu sya? Kenapa bagi saya hidup kamu penuh dengan misteri?" Batin Rendi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**NEXT***????
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak👣👣👣👣