LELAH

LELAH
Kenapa Ini Terjadi?


__ADS_3

Tiba-tiba....


Hujan datang dengan derasnya seirama dengan petir yang bergemuruh, seolah mereka tau bagaimana kondisi hati Tasya saat itu.


Tasya takut akan petir. Petir itu mengingatkannya saat ia ditinggalkan sendirian di rumah dengan barang-barang yang pecah berserakan di rumahnya dulu akibat pertengkaran kedua orang tuanya. Tasya duduk di halte bus. Ia duduk memeluk lurutnya berharap petir itu segera bergantikan dengan pelangi yang indah. Ia lagi-lagi menangis, ia benci dirinya yang lemah, ia benci di mana orang- orang bebas mengusik dirinya tentang Broken home. Seragamnya sudah basah karna air hujan itu. Tetapi Ia memutuskan untuk memilih tetap diam di halte menunggu hujan dan petir itu reda sembari berharap akan ada seseorang yang menemukannya di sini.


Dan nyatanya kali ini Tuhan mengabulkan do'a nya. Tanpa ia duga ternyata Rendi lah yang datang menggunakan mobil sport nya.


"Asya!!! Kok kamu ada di sini sih?? Ngapain hujan-hujanan sampe baju kamu basah gitu? Kalau kamu sakit gimana?" Ucap Rendi beruntun.


"Emmm.. Gue tadi kan mau pulang, eh tiba-tiba hujan yaudah gue neduh sini aja" ujar Tasya beralasan.


"Boleh nggak gue minta tolong?" Tanya Tasya lagi.


"Minta tolong apaan Sya?"


"Tolong anterin gue pulang apartment gue yah, please!" ucap Tasya.


"Tanpa kamu minta tolong pun saya emang mau nganterin kamu kok. Yaudah yuk masuk mobil" ajak Rendi.


"kenapa lo bohong sih sya! gue tau kalo itu cuma alasan lo aja kan? Apa masalah lo sebenernya? Kenapa lo bisa sampe kaya gini?" batin Rendi.


Sepanjang jalan mereka hanya diam. Rendi ingin memberi Tasya waktu dan ia tidak mau memaksa Tasya untuk bercerita dengannya. Karna ia yakin jikalau waktunya sudah tepat Tasya pasti akan menceritakan apa yang ia alami kepada dirinya. Sedangkan Tasya, ia hanya menatap ke jalan dengan tatapan kosong. Entah apa yang ia pikirkan kali ini.


Tak terasa akhirnya mereka sampai di apartment Tasya.


"Thanks ya Ren udah mau anterin gue balik. Maaf jadi buat lo repot" ucap Tasya.


"Sama-sama Asya, saya malah seneng bisa nganterin kamu. Mau saya anter sampai dalem nggak?" tawar Rendi.


"Nggak usah lah, di sini aja. Yaudah gue duluan ya. Sekali lagi thanks Ren" ucap Tasya sembari membuka knop pintu mobil dan keluar berjalan menuju apartment nya. Dan setelah melihat Tasya masuk akhirnya Rendi memutuskan untuk langsung pulang ke rumahnya.


Setibanya di apartment Tasya langsung membersihkan dirinya dan pergi ke alam mimpi.


keesokan paginya, saat pertama kali ia membuka matanya gadis itu merasakan pusing di kepalanya tetapi ia tetap memaksakan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sekarang gadis itu sudah rapih dengan seragam miliknya. Ia juga tidak lupa memoleskan make up tipis ke wajahnya yang terlihat pucat pagi ini


"Nan lo kemana." Gumam Tasya yang sudah lebih dari 30 kali menelpon Keenan untuk memastikan bahwa apa yang Keenan katakan kemarin hanya bualan belaka. Tetapi telpon itu sama sekali tidak di angkat oleh pemiliknya.


Maka dari itu Tasya memutuskan untuk menaiki taksi pagi ini karna ia merasa lemas dan di tambah lagi ia tidak ingin sarapan pagi. Tasya memesan taksi online dan ketika taksi itu sudah tiba ia segera menaikinya untuk pergi ke sekolah.


Tak sampai 20 menit akhirnya Tasya sampai di sekolahnya. Setelah Tasya membayar uangnya ia segera turun dan melangkahkan kakinya untuk memasuki kelasnya. Kepala Tasya sangat pening luar biasa tetapi ia terus melangkahkan kakinya menuju kelasnya. Ia juga tidak mau melanggar perjanjian yang ia buat dengan Rendi beberapa hari yang lalu.


"Sya muka lo pucettt!" Suara itu masuk ke indra pendengaran Tasya tetapi ia menghiraukan suara itu, ia hanya perlu sampai ke bangkunya untuk mendudukkan pantatnya ke bangku itu. Tasya memegangi kepalanya yang sangat-sangat pening


"Sya kita ke UKS ya." Ucap Riri karna kasihan melihat Tasya yang pucat hari ini


"Ngga usah, gue kuat kok Ri."

__ADS_1


"Tapi muka lo pucet banget Sya." Ucap Riri khawatir melihat kondisi Tasya saat itu.


"Gue ngga papa kok Ri, beneran dah." Sheila memaksakan senyumnya.


Tak berapa lama pun ibu Rosa memasuki kelas mereka mereka dan menerangkan pelajaran matematika. Tasya hanya bisa diam dan mengikuti pelajaran itu dengan sakit kepala yang tak kunjung reda. Tasya mampu bertahan sampai jam pelajaran itu habis. Tapi setelah itu,


"Sya makan yuk." Ajak Riri


"Eh tapi lo masih kuat kan?" Ralat Riri khawatir.


Tasya berusaha bangkit dari duduknya sial! Kepalanya sangat pening sampai ia merasakan semuanya menjadi gelap.


"TASYAAAAA..." Teriak Riri panik


"WOY TOLONGIN BEGO!!" Ucap Riri marah karna teman-temannya hanya diam melihat kejadian itu.


"Ica, lo bisa jagain Tasya sebentar nggak? gue mau nyari Keenan dulu." Ucap Riri kepada Ica salah satu teman di kelasnya yang telah membantunya membawa Tasya ke UKS dan setelah mendapat anggukan dari Ica, Riri pun berlari menyusuri kelas-kelas sampai ia tiba di kelas XII IPA 1.


"Permisi.." Ucap Riri setelah mengetuk pintu kelas itu.


Untunglah mereka belum keluar dari kelasnya jadi Riri bebas untuk mencari keberadaan Keenan di kelas itu.


"Keenan." Panggil Riri.


"Maaf Keenan ada nggak ya?" Tanya Riri ke trman kelas Keenan, karna sedari tadi ia tidak melihat keberadaan Keenan.


"Kenapa nyariin Keenan Ri?" tanya Rino.


"Itu Tasya sakit No! gue bingung musti gimana?" ucap Riri


"Tapi hari ini Keenan gak masuk Ri, yaudah nanti gue yang ngabarin Keenan deh. Mending lo sekarang jagain Tasya aja ya" ucap Rino menasehati.


"Yaudah deh, kalo gitu gue ke UKS dulu ya nemenin Tasya. Thanks ya No" ucap Riri sambil berlalu pergi.


Riri berjalan gontai menuju UKS, sampai di depan ruang guru ia bertemu Pak Rendi yang kebetulan baru selesai mengajar.


"Kamu kenapa Ri? kok jalannya lemes gitu?" Tanya Pak Rendi.


"Tasya sakit Pak, dia sampe pingsan, dia sekarang di UKS." Ucap Riri lirih.


Seketika hati Rendi merasa sakit ntahlah kenapa. Ia juga bingung dengan kondisinya saat ini.


"Yaudah sekarang lebih baik kamu kembali ke kelas, nanti Tasya biar saya yang jagain" ucap Pak Rendi.


"Beneran pak nggak papa?" tanya Riri memastikan.


"iya bener. Yaudah saya ke UKS dulu ya"

__ADS_1


Tak lama setelah Rendi tiba di UKS. Tasya pun perlahan sadar.


Tasya mengerjapkan matanya, dimana ia sekarang? Kenapa kepalanya sangat pening?


"Sya kamu sudah sadar? Ini minum dulu, jangan lupa di minum juga obatnya." Ucap pria itu sambil menyodorkan segelas air putih dan obat itu.


Rendi juga membantunya untuk meminum segelas air putih itu dan meminum obatnya.


"Thanks Ren." Ucapnya


"Iya Sya sama-sama, By the way tadi temen Riri saya suruh masuk ke kelasnya karna pelajaran kan sudah mau mulai."


"Oh gitu. Yaudah nggak papa kok" Tasya mengganggukan kepalanya


"Eh Sya, kamu itu kenapa bisa sampai pingsan begini sih? kamu gak sarapan ya?" Tanya Pak Rendi.


"Umm... iya. Hehehehheh" dibalas cengiran oleh Tasya.


"Jangan di biasain ga sarapan bisa nggak sih! Kamu itu masih muda masak sarapan aja nggak sempet! Kalo nggak sempet bilang saya, nanti biar saya bawain makanan buat kamu sarapan!" omel Pak Rendi ke Tasya.


Tasya heran dengan Rendi yang terlalu khawatir dengannya. Padahal ia dan Rendi belum lama dekat.


"*Kenapa malah lo yang khawatir banget sama gue sih! kenapa bukan Keenan." batin Tasya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*.


NEXT???


Jangan lupa tinggalkan jejak👣👣👣

__ADS_1


__ADS_2