
Hidup daniel sudah tidak seperti dulu lagi, ia melakukan apapun serba sendiri, ia memiliki istri tapi seperti sendiri. Siska sudah tidak mau peduli lagi pada dirinya, ia hanya sibuk dengan fashion, Arisan dan apapun itu tentang duniawai.
"siska.." panggil daniel lembut tapi siska hanya membalasnya dengan deheman saja, matanya terfokus pada ponselnya.
"Aku mau mandi," kata daniel, kepalanya bersandar manja diatas bahu siska.
Siska menegakkan tubuhnya dan sedikit menjauhkan tubuhnya dari daniel, agar kepala suaminya tidak menempel terlalu lama dibahunya.
" Kenapa kau jadi seperti bayu?"
"tidak perlu lapor, kau sudah besar."
"Aku mau kita...."
Siska menghela nafasnya kasar, matanya menatap daniel dengan malas, Apa?"
"Aku mau kita mandi bersama."
Siska mendecak,. " aku sibuk."
Daniel mulai mengendus leher jenjang milik siska.
" kau bisa diam tidak?!" kesal siska
Daniel menegakkan tubuhnya saat siska membentaknya dirinya, " siska...."
Tok...tok..tok..
" mama, mama, yu mau mandi cama mama.." suara teriakan bayu terdengar dari luar kamar.
Siska yang merasa terselamatkan perintah aneh daniel, buru-buru keluar kamar, dengan beralasan ingin mengurus keperluan bayu.
Daniel yang tidak bisa menolak bila menyangkut dengan segala urusan bayu, ia hanya bisa menurut. Yang terpenting anaknya bisa terurus dengan baik.
mau tidak mau, daniel terpaksa mandi sendiri, usahanya agar bisa mandi bersama istrinya itu harus gagal lagi.
...----------------...
"Mama, yu mau papa fahli..."
" bayu rindu papa?" katanya sembari memakaikan pakaian anaknya itu.
Bayu mengangguk dengan semangat, "yu mau papa fahli."
Mungkin ikatan batin ayah dan anak sangat kuat, tak lama bayu merengek merindukan fahri, fahri menelepon siska.
Siska segera mengangkat telepon dari suami aslinya itu.bayu yang melihat wajah papanya berada dilayar ponsel mamanya, segera mengambil ponsel itu.
"papa....yu lindu papa fahli..." rengek bayu.
"Iya sayang, papa juga rindu bayu...."
jawab fahri dengan senyuman yang sama persis dengan senyuman milik bayu.
Siska tersenyum melihat anaknya itu. Wajahnya sangat mengemaskan
"yu mau cama papa fahli, ndak mau cama papa daniel."
" mama talau cama papa daniel jaat, yu ndak cuka!" tentu saja, siska melakukan ini semua agar rencananya bisa berjalan, ia sengaja berlaku jahat pada bayu, agar rencananya berjalan dengan lancar.
"coba, mamanya mana sayang?"
bayu mengangguk dan segera memberikam ponsel kepada siska.
__ADS_1
Pengaduan bayu pada fahri, berhasil membuat fahri memasang ekspresi datar.
"sayang, aku benar-benar tidak jahat sama bayu,"
" kau sendiri tau kan rencananya apa..."
"mama ndak mau cuapin yu, yu ditinggal telus sama papa daniel."rengek bayu cukup keras.
Ckleks~
"siska..." kehadiran daniel membuat siska terkejut setengah mati. Ia langsung memeutuskan sambungan telepon fahri.
"kau berbicara dengan siapa?" pertanyaan daniel membuat lidah siska seketika menjadi kelu.
"rencana, rencana apa yang kau maksud?"
" mama ayo, kelumah....siska buru-buru memdekap bibir bayu dengan tangannya, bisa bahaya balita ini mengungkap, ingin kemana mereka pergi.
Daniel menautkan alisnya, ia segera melepaskan tangan siska yang menghalangi bibir bayu, ia tidak ingin anaknya itu tersakiti.
"siska, kasihan bayu."
Siska tak menggubris, justru ia membuang pandangannya dari mata daniel.
" bayu sayang, papa kerj....."
Nada telepon daniek berbunyi, membuatnya harus memutuskan percakapannya pada bayu.
Daniel keluar sejenak dari kamar bayu, untuk mengangkat telepon dari ponselnya.
siska memanfaatkam kesempatan ini, untuk memberi nasehat pada anaknya agar ia tidak menceritakan apapun tentangnya dan dirinya yang bersangkutan dengan fahri.
" yu, tidak boleh bercerita tentang papa fahri ke papa daniel ya?"
" yu, ndak bilang-bilang mama."
Bayu mengangguk semangat....
...----------------...
"Apa? mengambil dana sebesar 1 Milyar"
Daniel shock mendengar semua yang dinyatakan oleh pihak bank.
"ya, pak."
" bagaimana bisa?" uang itu untuk meningkatkan kualitas Kings Group perusahaannya
"bukan bapak sendiri yang telah mengambil dana tersebut?"
"saya? Mana mungkin, itu bukan saya."
" pasti ada motif pemalsuan yang mengatas namakan nama saya," daniel tidak terima.
" ini tidak mungkin pemalsuan, karena uang diambil dari bank, harus seijin dari pemilik dengan tanda tangan yang nyata..."
Daniel mengusap wajahnya kasar, ini tidak mungkin.
" kalau memang bukan bapak yang mengambil dana tersebut, bapak bisa mencari pelakunya sendiri, kami tidak mungkin membantunya, karena bukti bapak yang telah mengambilnya sudah jelas dan nyata."
"tut, daniel mematikan telepon dari bank.
Daniel mengacak-acak rambutnya,
__ADS_1
"Agrh!!!" daniel mengeram kesal.
Ia tidak terima dana uang yang sengaja untuk perusahaan Kings Group agar meningkat lebih baik, lenyap begitu saja!
"Tidak benar, pasti ada yang tidam benar ini!!" daniel segera keluar dari kamarnya. Daniel melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa,bia harus cepat sampai kekantor, untjk menyelesaikan masalah ini.
Sejenak langkahnya terhenti, saat melihat kamar dimana dulu ana tempati, dimana kamarnya terbuka lebar.
Bagaimana bisa pintu itu bisa terbuka? Semwntara kunci kamar itu berada ditangannya.
Daniel segera menghampiri kamar itu, awalnya ia berniat untuk menutup pintu kamar itu.tapi ia urungkan niatnya saat mendapatkan bayu berada dikamar itu.
Mau tidak mau daniel segera mengambil bayu, agar tidak terlalu lama didalam kamar tersebut.
" bayu,kenapa disini?" kata daniel mencoba mensejajarkan tubuhnya dengan bayu.
" pintunya nda ditunci.." jawab bayu polos.
Daniel mengusap puncak kepala bayu, lalu membawanya kedalam gendongannya, setelah itu ia membawa bayu keluar dari kamar itu bersama dengan dirinya. Lalu ia tutup rapat-rapat kamar milik ana.
"itu tamal ciapa?"
"kamar,kamar tamu sayang.."ucap daniel seraya mengusap puncak kepala bayu.
"tenapa ada foto pelempuan?"
" bayu, kau dimana sayang?" dari kejauhan siska tampak mencari keberadaan anaknya.
Bayu yang mendengarkan suara teriakan siska seger memberontak ingin turun, daniel yang paham segera menurunkan bayu.
Bayu segera berlari menuju kearah mamanya.
daniel harus mencari pembantunya itu.
......------------------......
"bi eliza,bi eliza!! Panggil daniel dengan nada marah.
Bi eliza yang sedang berada didapur mendengar majikannya memanggilnya, segera berlari menghampirinya.
"ya, tuan?"
"kenapa pintu kamar itu terbuka?" bi eliza berfikir sejenak, pintu kamar?
Bi eliza meningatnya, apa kamar yang berada diatas itu? Bi eliza segera merogoh saku celananya, ia membarikan sebuah kunci pada daniel.
Daniel langsung mengambil alih kunci itu kedalam tangannya.
" dapat dari mana ini?"
"Saya menemukannya didepan kamar itu tuan," jawab bi eliza dengan kepala menunduk.
ah iya, daniel mengingatnya. Mungkin kunci itu terjatuh saat semalam ia sedang berada dibawah minuman beralkohol, dan dirinya hendak mengeluarkan ponsel, namu kunci kamar itu ikut lolos dari saku celananya.
" saya mencoba mencocokan kunci itu dengan pintu kamar itu, dan hasilnya cocok.
" sebenarnya ia diliputi rasa penasaran juga, kenapa kamar itu selalu tertutup.
Daniel tidak mau memperpanjang masalah, ia tidak mau pembantunya itu bertanya macam-macam kepada dirinya, apa lagi menanyakan tentang kamar itu.
Ia percaya dengan pembantunya itu, ia hanya berniat mencocokkan saja, tidak ada niat lain.karena bisa dilihat saat tadi ia menemukan bayu didalam, keadaan dikamar itu masih sama saat terakhir kali saat kejadian menyakitkan untuk ana terjadi.
ia segera pergi dari hadapan pembantunya itu.
__ADS_1
"Tapi, wanita cantik itu siapa?"
Mohon dukungannya untuk karya ku🙏🏻🙏🏻😊😊