
"Tasya kenapa Nan??" Tanya mommy nya penasaran.
Keenan mengajak mommy nya untuk duduk di sofa, lalu ia mengeluarkan selembar kertas yang di berikan pak Roby tadi kepqda mommy nya.
Kemudian mommy nya pun membaca surat tersebut.
"Kamu ini ya Nan, jangan bilang kamu berantem? atau bolos lagi?" tanya mommy nya itu.
"Surat itu bukan punya Keenan mom, itu punya Tasya"
"Hah!! Punya Tasya?? Emang dia dapet masalah apa kok sampe di kasih surat segala?"
"Biasa lah mom, Tasya kan sering banget bolos tuh, sekalinya pengen masuk kelas buat belajar malah berakhir di bk" ucap Keenan.
"Kapan Tasya berubah ya Nan? Mommy sedih kalo ngeliat dia jadi begitu"
"Keenan juga gatau mom, tapi yang jelas sebenarnya Tasya udah beberapa hari belakangan ini sering masuk mom, tapi karna tadi pagi pas upacara ia di tampar jadinya mood Tasya jelek dan yah mom, dia milih buat nenangin dirinya sendiri" jelas Keenan.
"Di tampar??? Kok bisa sih! Emangnya Tasya salah apa? Kok bisa sampe di tampar kaya begitu?" tanya mommy Keenan beruntun.
"Tasya telat mom. Yaudah ya mom, aku mau ke kamar dulu, mau bersih-bersih ah" ucap Keenan.
Setelah berbicara ia langsung pergi ke kamarnya. Sedangkan mommy nya hanya geleng-geleng tak percaya dengan apa yang telah Tasya terima hari ini.
Setelah membersihkan dirinya, Keenan mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah hari ini.
"Nan,,,," ucap mommy nya sembari mengetuk kamar Keenan.
"Keenan, makan dulu gih! Kamu belum makandari tadi siang" ucap mommy Keenan di balik pintu kamarnya.
Keenan yang merasa ada suara dari luar kamarnya pun segera bangkit dari tidurnya.
Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.
Shitt!!! Keenan lupa kalau hari ini ia ada janji dengan Tasya.
"Iya mom,,, ntar Keenan nyusul" ucapnya.
Setelah itu ia langsung menyambar handuk dan segera berlari ke kamar mandi.
15 menit berlalu Keenan kini sudah rapi dengan pakaiannya dan ia segera turun untuk bergabung dengan mommy nya.
"Tumben kamu rapi Nan, mau kemana sih anak mommy yang ganteng ini?" Tanya mommy Keenan setelah mereka duduk di meja makan.
"Ada janji ama Tasya nih mom" Jelas Keenan lalu menyantap makanannya.
"Ohhh,,, kirain mommy mau cari cewek" ucap mommy Keenan menggoda anaknya.
"Apaan sih mom, enggak lah. Nanti kalau Tasya udah nemu jodonya baru Keenan cari juga"
"Loh kok gitu si Nan?" tanya mommy nya penasaran akan alasan anaknya.
"Iya lah mom, kalo sekarang aku cari cewek, aku takutnya nanti dia bakal cemburuan ama Tasya mom. Kata mommy kan aku suruh jagain Tasya, gimana sih!" ucap Keenan.
"Oh iya juga ya, nanti kalo kamu udah punya pacar siapa yang bakal jagain Tasya. Pinter emang anak mommy deh" ucap mommy nya sembari mencubit pipi Keenan.
Setelah menyelesaikan makanannya, ia pun berpamitan kepada mommy nya untuk pergi ke apartment Tasya.
"Mom,,, Keenan berangkat dulu ya" Ucap Keenan sembari mencium punggung tangan mommy nya.
"Hati-hati ya nak, jangan lupa ajak Tasya kesini buat nginep!" ucap mommy.
"Iya mom"
Keenan melangkahkan kakinya keluar dari rumah tersebut, dan mengendarai motor sportnya dengan kecepatan rata-rata.
20 menit berlalu dan kini ia sudah berada di depan pintu apartment Tasya.
"Sya,,," ucap Keenan.
"Ya sebentar" Tasya melangkahkan kakinya membukakan pintu untuk Keenan.
"Lama banget si lo Nan! Yaudah buru jalan" ucap Tasya.
"Ya sorry, yaudah yuk"
Keenan mengendarai motor sportnya meninggalkan pekarangan apartment Tasya.
"Yeyy,,,, akhirnya bisa menghirup udara malam" ucap Tasya girang.
Keenan terkekeh melihat kelakuan Tasya yang menurutnya masih sama seperti anak sd.
"Gue berharap lo bisa nemuin cowok yang selalu bikin lo tertawa bahagia gini Sya" batin Keenan.
Mereka duduk di salah satu meja yang strategis karna di samping meja itu terdapat jendela yang menyuguhkan pemandangan malam yang sangat indah.
Cafe ini juga memiliki panggung kecil di depannya.
"Pengennn ice cream" ucap tasya.
"Yaudah, pesen gih!" ucap Keenan
Tasya pun melambaikan tangannya hingga akhirnya sang waiterss pun menghampiri meja mereka.
"Selamat malam,,, ada yang bisa saya bantu?" tanya waiterss itu.
"Saya mau pesen ice cream greentea 1, vanilla latte 1, sama cheese cake nya 2. Lo apa Nan?" ucap Tasya.
"Gue cappucino aja lah" ucap Keenan.
"1 ice cream greentea, 1 vanilla latte, 1 cappucino, dan 2 cheese cake. Ada yang mau di tambahkan?" tanya Waiterss itu.
"Itu aja dulu mbak"
"baik silahkan di tunggu sekitar 15 menit"
Setelah mengucapkan itu Waiterss pun pergi dari hadapan mereka berdua.
"Nan" ucap Tasya memecah keheningan di antara mereka.
"Hm??" Tanya Keenan.
"Mmmm... nggak jadi deh"
"Nan,,," ucap Tasya lagi
"Apaan sih sya?"
"Nggg.."
"Jangan ngomong nggak jadi lagi deh sya" potong Keenan sebelum Tasya menyelesaikan ucapannya.
"Nggak kok, gue cuma mau bilang kalo ice cream gue bentar lagi dateng. wleeeee" ucap Tasya sembari menjulurkan lidahnya mengejek Keenan.
Dan benar, beberapa detik kemudian sang waiterss pun datang menghampiri mereka dengan membawa makanan yang mereka pesan.
"Makasih mbak" ucap Tasya setelah sang waiterss menghidangkan makanan mereka di atas meja.
Tasya menikmati ice cream, vanilla late dan cheese cake nya dengan girang. Sedangkan Keenan hanya memperhatikan Tasya yang nampaknya malam ini sangat bahagia.
"Nan, itu cappucino nya di minum dong! ntar dingin loh, dan cheese cake nya di makan napa, udah gue pesenin juga. Dari tadi kok cuma diem aja" ucap Tasya
__ADS_1
"Udah kenyang Sya" ucap Keenan
"Lah dari tadi penasaran lo belum nyentuh tuh cheese cake sama sekali deh, kok kenyang sih! Kenyang dari mana coba"
Keenan terkekeh "Liatin lo makan gue jadi kenyang sya, "
"Lah emang bisa ya kaya gitu?" tanya Tasya heran.
"Ya bisa lah, orang lo makannya kaya setahun ga makan kok, kan jadinya gue udah ga nafsu buat makan tapi lebih tepatnya kasian ntar lo nggak kenyang! hahahhaha" tawa Keenan mengejek Tasya
"ihhh... jahat banget sih lo Nan" ucap Tasya
Tiba-tiba terlintas sesuatu di pikiran Tasya yang membuat dirinya sibuk dengan pikirannya dan akhirnya menghentikan acara makannya.
Keenan yang melihat itu pun langsung menepuk pipi Tasya.
"Hey!! Ngelamun mulu sih sya" ucap Keenan
"Ehh,,, apa nan?" Tasya tersadar dari lamunannya.
"Lo mikirin apaan sih sya?" tanya Keenan.
Oh damn it! Tasya benci keadaan dimana ia harus berbohong atau jujur.
"Jujur ama gue sya! gue itu abang lo!" ucap keenan.
"nih orang kok kek cenayang sih! heran deh gue" batin Tasya.
"Gue mikirin,,, gimana ya kalo gue ketemu sama mamah papah?" ucapnya sembari menerawang kejadian itu dan menatap ke luar jendela.
"Apa mereka bisa nerima gue sebagai anaknya? Kan gue nakal kek gini" Tasya tertawa miris.
"Gue cuman mikirin, gue harus bersikap kayak gimana kalo gue ketemu mereka?" ucap Tasya
"Hey, liat gue deh sya!" ucap Keenan sembari menggenggam tangan Tasya.
"Cukup jadi diri lo sendiri nunjukin sifat lo yang asli, lo nggak boleh jadi orang lain" ucap keenan.
"kenapa perhatian lo ke gue kayak gini Nan? gimana caranya gue mau hilangin perasaan ini coba kalo sikap lo begini" batin Tasya.
"Seandainya mereka nggak nganggep gue anaknya?" tanya Tasya.
"Tampol aja mukanya lah, gampang kan?" ucap Keenan.
"Anjirr,, ntar gue jadi anak durhaka kayak lo lagi. Nggak mau ah gue" tolak Tasya
"Bercanda kok gue sya, ya kalo misalnya mereka nggak nganggep lo anaknya yaudah biarin aja"
"WHATTT???"
"Hey.... gue udah pernah bilang kan? Kalo semua orang tua pasti sayang sama anaknya, jadi lo nggak usah berpikiran jauh kayak gitu"
"Ya kan seandainya Nan"
"Ya tetep aja nggak boleh dong Sya"
"Lo mah gitu! Masa iya nggak boleh ber ekspetasi si!"
"Nggak boleh sya"
"Kata siapa nggak boleh?"
"Kata gue barusan"
"Emang barusan lo ngomong apaan si?"
"Tau lah sya, capek gue ngomong ama lo!" ucap Keenan merajuk.
"Yah gitu aja ngambek"
"Yah Keenan mah gak asik ah" ucap Tasya tak bersemangat
Setelah menghabiskan cheese cake dan cappucinonya ia kemudian menatap manik mata Tasya dalam-dalam.
Tasya yang merasa di tatap selerti itu pun merasa risih.
"Iya tau gue itu emang cantiknya kebangetan, tapi gak usah gitu juga kali ngeliatinnya" ucap Tasya pede.
"pede banget ya mba nya?"
"Dih syirik aja si lo Nan, itu mah fakta ya"
"Iya deh, yang waras mah ngalah aja"
"Alhamdulillah,, akhirnya mau ngalah juga ama Tasya yang cantik jelita bak bidadari ini" ucap Tasya bersyukur.
"Apa-apaan sih lo Sya, alay banget"
"suka-suka orang cantik lah"
"Terserah lah sya"
Mereka berdua masih berada di dalam cafe tersebut untuk menikmati malam ini sebelum berganti pagi.
"Sya,,"
"Ya, kenapa Nan?" tanya Tasya
"Mommy nanyain lo tuh, katanya kapan lo mau nginep rumah. Mommy udah kangen berat katanya" ujar Keenan
"Besok kalo weekend lah gue nginep"
"Bener ya, jangan bohong!"
"Iya Keenan,, cerewet banget sih kaya emak-emak mau lahiran aja" ejek Tasya.
"eh enak aja lo ngomong!!" ucap Keenan sembari menjitak kepala Tasya.
"ihhh,,, sakit tau Nan" gerutu Tasya.
"Eh,, beneran sakit ya?? Maaf deh sya, gue kan cuma bercanda" ucap Keenan sambil mengelus kepala Tasya yang ia jitak tadi.
Sementara itu, tak jauh dari mereka duduk terdapat seorang laki-laki yang memandangi mereka dengan tatapan tidak sukanya.
Tiba-tiba laki-laki itu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke panggung yang ada di depan itu.
"Cek.. cek... cek... 123"
Suara itu mengagetkan Tasya dan Keenan. Sebab dilihatnya seorang pria berada di atas panggung kecil dengan di temani sebuah gitar kayu yang berada di pangkuannya.
"Pak Rendi" Gumam Tasya.
"Mau ngapain si tuh orang!" ucap Keenan tidak suka melihat kehadiran Pak Rendi.
Tasya mengucek matanya berkali-kali. Apa benar itu Pak Rendi? Guru yang sangat tegas di sekolahnya bisa berbuat seperti itu? Heran.
"Saat ini saya berada di panggung ini untuk menyampaikan sedikit perasaan yang saya rasakan terhadap gadis spesial yang beberapa hari belakangan ini selalu hadir dalam pikiran saya. Dan gadis itu kebetulan ada di sini. This song is for you Athasya" ucap Pak Rendi di mic sembari menatap Tasya.
Seketika semua tatapan pengunjung cafe itu mengarah kepada Tasya.
Tasya yang merasa di tatap oleh puluhan pasang mata itu hanya bisa tersenyum canggung.
__ADS_1
Pak Rendi mulai memetik gitarnya dengan lihai dan mulai menyanyikan lagu yang dibawakannya.
Ed Sheeran
*I found a love for me
Darling, just dive right in and follow my lead
Well, I found a girl, beautiful and sweet
Oh, I never knew you were the someone waiting for me
'Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
But darling, just kiss me slow, your heart is all I own
And in your eyes you're holding mine
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
But you heard it, darling, you look perfect tonight
Well I found a woman, stronger than anyone I know
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home
I found a love, to carry more than just my secrets
To carry love, to carry children of our own
We are still kids, but we're so in love
Fighting against all odds
I know we'll be alright this time
Darling, just hold my hand
Be my girl, I'll be your man
I see my future in your eyes
Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
When I saw you in that dress, looking so beautiful
I don't deserve this, darling, you look perfect tonight
Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
I have faith in what I see
Now I know I have met an angel in person
And she looks perfect, no I don't deserve this
You look perfect tonight*
Lagu perfect dari Ed Sheeran itu selesai ia nyanyikan, seketika semua pengunjung yang ada di cafe itu bertepuk tangan karena penampilan Pak Rendi yang sangat romantis.
Tasya yang baru pertama kali di perlakukan romantis oleh seorang pria langsung berdebar. Ia tau kalau ia dan Pak Rendi belum lama dekat, tapi entah mengapa ia merasakan hal itu. Padahal selama ini yang bisa membuat hatinya berdebar hanya Keenan.
"Sumpah,, suara lo ternyata bagus Pak" ucap Tasya ke Pak Rendi.
"Saya tau sya, boleh nggak kamu panggil saya nama saja. Nggak usah pake embel-embel Pak jika tidak di sekolah" pinta Pak Rendi.
"Iya deh pak, eh Ren"
"Nah gitu kan lebih enak di dengernya" ucapnya.
"Sya, pulang yuk!" ajak Keenan memecah obrolan Tasya dan Rendi.
"Sya, pulang bareng saya yah? anggap saja sebagai imbalan karna saya sudah menyanyikan kamu sebuah lagu dengan indah" pinta Rendi.
"Nggak!! Tasya pulang bareng gue!!" tegas Keenan.
Tasya hanya diam melihat perdebatan kedua orang itu. Ia bingung harus pulang dengan siapa, di satu sisi ia ingin selalu dekat dengan orang yang ia cintai tapi di sisi lain ada orang yang siap membantunya untuk melupakan perasaannya yang tidak akan pernah terbalas itu.
Siapakah yang akan ia pilih untuk mengantarkannya pulang????
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
NEXT????
Jangan lupa tinggalkan jejak👣👣👣👣