
"Mm...lo salah liat kali." Tutur Tasya.
"Iya sih mungkin gue salah liat." Pikir Riri
Akhirnya Tasya merasa lega karna Riri tidak membahas ini terlalu dalam. Tetapi berbeda dengan Keenan yang nampak masih was-was. Sekarang hatinya di penuhi lagi dengan rasa bersalah
"Oh iya Sya, tadi gue beli buah-buahan buat lo." Riri memberikan satu kantung plastik penuh berisi buah-buahan itu kepada Tasya.
"Tumben baik, By the way makasih ya hehe." Ucap Tasya.
"Oh iya, lu pada mau minum apa? Ntar biar Keenan yang bikinin." Lanjut Tasya.
"Lah kok gue lagi." Ucap Keenan dengan nada kesalnya.
"Yaelah Nan, sekali-kali ngapa." Tutur Riri.
"Mau ya Nan! Yaelah ki, sekali-kali ngapa. Sekalian Gue juga bikinin yak." Tutur Reyhan.
"Mau ya Nan? Ya ya ya?" Tanya Tasya
"Iya." Jawab Keenan dengan nada yang tidak ikhlas
"Jadi lo mau minum apa nih Ri? Sya?" Tanya Keenna
"Gue mau jus jeruk aja ki." Ucap Riri dengan santai
"Lo mau apa sya?..." Tanya Keenan.
"Samain kaya Riri aja deh Nan" ujar Tasya.
Keenan pun segera bangkit dan menuju dapur untuk membuatkan minum untuk mereka.
Setelah beberapa saat Keenan kembali dengan nampan yang berisi jus jeruk dan beberapa cemilan lainnya.
"Makasih Keenan..." ucap Riri
"Hm." Jawab Keenan dengan gumaman
"Sok di minum Ri." Ucap Tasya.
Merekapun larut dalam keseruan yang di ciptakan oleh Keenan sampai matahari pun beranjak meningalkan bumi. Tiba-tiba ponsel salah satu dari mereka berdering
"Eh handphone siapa tuh?" Tanya Keenan "Handphone gue." Jawab Riri.
Riri melihat nama yang tampil dalam layar handphonenya.
"Yah nyokap nelfon lagi." Gumam Riri.
Kemudian Riri mengangkat telfon tersebut disitu, otomatis semula yang semuanya brisik menjadi diam seketika.
"Assalamualaikum." Ucap Riri di telpon
"Iya-iya Riri pulang mah." Setelah mengatakan itupun Riri memutuskan sambungan telponnya.
"Nyokap lo nyuruh pulang Ri?" Tanya Tasya
"Iya nih... padahal gue masih pegen disini."
"Yaudah lah ngga papa, udah sore juga." Lanjut Keenan
"Lo pulang naik apa Ri." Tanya Tasya
"Naik taksi lah sya biar cepet. Kalo nungguin sopir kelamaan tar yang ada nyokap ngomel-ngomel lagi" ucap Riri.
"Yaudah gue balik duluan ya Sya, Nan" ucapnya lagi.
"Tiati ya Ri" ucap Tasya.
Dan di ruangan ini, hanya tersisa Tasya dan Keenan, berdua. Dengan langit yang mulai menjadi gelap. Keenan bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Tasya.
"Mau kemana Nan?" Tanya Tasya
"Ambil pisau, sekalian nyalain lampu apartement lo." Jawab Keenna sambil berjalan
"Emang paling pengertian deh Keenan ini" Ucap Tasya keras.
Tidak lama kemudian Keenan membawa pisau itu
"Mau buah apa? Ntar gue kupasin." Ujar Keenan.
"Apelll...." ucap Tasya dengan antusias
Dan Keenan pun segera mengupas apel pemberian Riri tersebut
"Nan." Tasya memanggil nama Keenan
"Hm?" Jawab Keenan dengan gumaman.
"Lo yakin mau kuliah di luar negeri? Terus gue gimana dong?" Tanya Tasya
"Hah?? Gimana Sya?" Tanya Keenan kaget, otomatis Keenan menghentikan acaranya mengupas buah apel tersebut dan reflek menengok ke arah Tasya
"Keenan!" Ucap Tasya membentak sebab Keenan menampilkan ekspresi cengo nya dan memikirkan sesuatu.
"Eh apaan?" Tanya Keenan.
"Tau ah, kesel." Ucap Tasya cemberut sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Seriusan deh, apaan?" Tanya Keenan lagi
"Nggak, nggak jadi." Ucap Tasya kesal
"Yaudah." Keenan kembali menekuni mengupas buah apel itu.
"Ih Keennan mahhh...." ucap Tasya
"Apaan lagi sih? Tadi seribu, Sekarang dua ribu."
"Dih receh."
"Nggak papa receh yang penting sayang kan."
"Belajar darimana bang?" Tanya Tasya.
"Dari mata membuat ku jatuh, jatuh terus jatuh kehat..." Keenan malah menyanyikan lagu Jazz-Dari mata
"Receh banget si lo Nan!"
"Bodo amat, yang penting gue happy. nih buah nya." Keenan memberikan buah yang sudah ia kupas dan potong itu kepada Tasya
"Makasih." Tasya menerima buah itu dan langsung melahapnya.
"Oh iya Sya, Di kulkas lo ada apa aja? Gue pengen masak nih." Tanya Tasya.
"Lo bisa masak Nan?"
"Bisa. Masak aer doang." Ucap Keenan
"Lah kok masak air tapi lo nanyain bahan-bahan di kulkas gue sih?" Tanya Tasya heran.
"Lo sejak sakit jadi bloon ya Sya, ya kali gue mau masak aer doang."
"Oh iya-iya gue lupa, di kulkas tinggal pilih lo mau masak apa aja ada."
"Oke."
Setelah mengatakan itu Keenan langsung bangkit menuju dapur untuk membuatkan mereka makanan. 15 menit berlalu, Keenan kembali dengan 2 piring nasi goreng di tangannya
"Nih makan." Ucap Keenan sambil meberikan sepiring nasi goreng itu kepada Tasya.
"Makasih Keenan yang baikk.. tapi jarang."
Keenan memutar bola matarnya malas. Mereka memakan makanannya dalam diam.
__ADS_1
"Siniin piringnya,udah abis kan?" Tanya Keenan.
"Iya." Jawab Tasya.
Setelah itu Keenan bangkit untuk mencuci piring bekas mereka.
"Sya gue pulang ya, udah malem. Takut mommy nyariin nih." Ucap Keenan setelah mereka makan malam.
"Makasih Nan udah mau kesini." Ucap Tasya sambil tersenyum.
"Everything for you Sya, lagian gue juga mau minta maaf kan ama lo."
Reyhan bangkit dan mengacak rambut Tasya.
"Byee.... ati-ati..." ucap Tasya sambil melambaikan tangannya ke arah Keenan. Keenan pun membalas melambaikan tangannya ke arah Tasya juga.
"Kok bete ya." Gumam Tasya.
Tasya membuka Smartphone nya dan membuka sosial medianya.
RIRI
online
Dah sampe rumah Ri?
19.25 Read
Gue pengen curhat nih?
19.27
Ye online tapi kaga bales chat gue!
19.30
Awas ye lo besok!! Gue ketekin baru tau lo!
19.31
"Hufftt..." Tasya menghela nafas kasar.
Sejak dari tadi ia menunggu balasan dari Riri tetapi hingga saat ini Riri belum juga membalas pesannya, malah sekarang Riri sudah offline. Tasya menguap lagi, lagi, dan lagi. Tetapi ia tetap menatap layar ponselnya dan berharap bahwa sahabatnya itu membalas pesannya karna saat ini ia butuh teman curhat. Tetapi nihil. Hingga saat ini pukul 23.50 Riri belum juga membalas pesannya.
"apa mungkin Riri dah tidur ya?" pikir Tasya sendiri.
Ketika ia ingin memejamkan matanya tiba-tiba sebuah notifikasi muncul di layar hpnya Senyum Tasya merekah.
"yes." Ucapnya.
Tapi ketika ia melihat siapa yang mengirim pesan kepadanya seketika senyum Tasya luntur.
Rendi
Online
Belum tidur Sheil?
00.21
Read.
Belum
00.22
Read
Tiba-tiba Rendi menelponnya.
*I met you in the dark
You lit me up
I was enough
We danced the night away
We drank too much
I held your hair back when
You were throwing up
Then you smiled over your shoulder
For a minute I was stone-cold sober I
pulled you closer to my chest
And you asked me to stay over
I said, I already told you I think that you should get some rest
I knew I loved you then
But you'd never know
'Cause I played it cool when I was scared of letting go
I knew I needed you
But I never showed
But I wanna stay with you
Until we're grey and old
Just say you won't let go
Just say you won't let go
I wake you up with some
Breakfast in bed
I'll bring you coffee
With a kiss on your head
And I'll take the kids to school
Wave them goodbye
And I'll thank my lucky stars
For that night
When you looked over your shoulder
For a minute I forget that I'm older
I wanna dance with you right now, oh
And you look as beautiful as ever
And I swear that every day you get better
You make me feel this way somehow
I'm so in love with you
And I hope you know
__ADS_1
Darling, your love is more than worth its weight in gold
We've come so far, my dear
Look how we've grown
And I wanna stay with you
Until we're grey and old
Just say you won't let go
Just say you won't let go
I wanna live with you
Even when we're ghosts
'Cause you were always there for me
When I needed you most
I'm gonna love you 'til
My lungs give out
I promise 'til death we part
Like in our vows
So I wrote this song for you
Now everybody knows
That it's just you and me
Until we're grey and old
Just say you won't let go
Just say you won't let go
Just say you won't let go
Oh, just say you won't let go*
Rendi menyanyikan lagu Say you want let go dari James Arthur dengan gitarnya.
"Sya..." panggil Keenan dalam telponnya.
"Asya..." panggilnya lagi.
"Good night Sya, Nice a dream." Gumam Rendi.
Kemudian ia mematikan sambungan Telponnya.
Keesokan harinya....
Pagi ini Tasya sudah di buat marah karna ada yang mengganggu tidurnya dengan memencet bel apartementnya berkali-kali. Otomatis Tasya harus bangun sepagi ini untuk membukakan pintu. Tasya turun dari king sizenya.
Tasya mengucek matanya. "Duh siapa sih pagi-pagi gini udah ribut aja." Omel Tasya, sambil berjalan untuk membukakan pintu.
Ketika Tasya membukakan pintu untuk orang tersebut, betapa terkejutnya ia saat mengetahui siapa yang datang ke apartementnya se pagi ini.
"Ya Allah. Lo ngapain Ren pagi-pagi gini di apart gue?? " omel Tasya.
Kemudian Rendi memperlihatkan kantung plastik putih itu di hadapan wajah Tasya
"Apaan tuh..!!" Ucap Tasya keras.
"Hussttt." Rendi menempelkan jari telunjuknya ke bibir
"ntar tetangga pada bangun, jangan berisik."
Kemudian Tasya langsung menutup mulutnya dengan tangan.
"Oh iya lupa."
"Yaudah nih saya cuman mau ngasih ini doang. Jangan lupa di makan." Ucap Rendi.
Tasya menerima makanan yang di dalam kantung plastik tersebut "Ngapain sih Ren repot-repot segala." Ucap Tasya tak enak.
"Ya gak papa lah, saya tuh nggak mau kalo kamu sampai pingsan seperti kemarin lagi gara-gara nggak sarapan" ucapnya.
"Yaudah deh, makasih ya Ren, masuk dulu sini." Ucap Tasya
"Nggak usah lah Sya, sebentar lagi saya mau berangkat ke sekolah. Mau ada rapat dulu soalnya." Ucap Rendi.
"Yaudah deh kalo gitu."
"Jangan lupa di makan tuh bubur, oh iya satu lagi. Kamu jangan lupa buat masuk sekolah?"
"Iya pasti gue makan. Iya-iya gue sekolah, udah kek emak-emak komplek aja si bawelnya." Ucap Tasya cemberut, walaupun dalam hatinya ia merasa senang di perhatikan seperti itu oleh Rendi. Apalagi setelah kemarin ia sakit Rendi yang merawatnya dan semalam dinyanyikan lagu penghantar tidur.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
NEXT???
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak👣👣👣👣