
Ini mustahil, uang 1 milyar itu lenyap begitu saja! Siapa yang sudah berani mengatas namakan dirinya, Daniel wiliam.
Kriett...daniel mengerem mobilnya dengan kasar.
" brengsek!" Daniel murka, bagaimana ini, perusahaannya bisa berada dalam ambang kehancuran, seperti sadahulu saat ayahnya terpamsa menikahkannya dengan Ana.
Nafasnya memburu, ia sangat marah.siapa yang dengan berani mencuri uang itu, apa dihidupnya ia sama sekali tidak menyentuh uang, sampai dirinya dengan tega mencuri uang untuk perusahaan miliknya, sebanyak itu.
daniel mencoba mengatur nafasnya kembali percuma saja ia marah, tak ada gunanya, ia harus menemukan siapa pelakunya, disaat pihak bank tidak mau membantu dirinya.
...----------------...
"Bayu rindu papa ya?"
Siska membawa bayu kesebuah taman yang sangat aman, dimana daniel tidak akan pernah memergokinya saat dirinya sedang bertatap wajah, melepas rindu denga fahri, dan 1 lagi menyusun rencana agar harta daniel dengan segera dapat mereka kuasai seluruhnya.
"papa...yu rindu." bayu memeluk kaki papanya, ia sangat merindukan papanya itu, papa kandungnya.
Fahri yang tidak tahan melihat putranya yang begitu gemas, segera membawa dalam dekapannya.
"Rindu?"
Bayu mengangguk semangat.
" yu ndak mau cama papa daniel, yu ndak cuka...yu maunya papa fahli."
" iya sayang, setelah semuanya selesai. Kita akan sama -sama lagi sama papa fahli."jawab siska dengan lembut.
...----------------...
Prang!!
tak tangung-tanggung, daniel membanting vas kesayangan milik siska. Membantingnya hingga hancur berkeping-keping. Ia sangat marah, ternyata isrtinya itu telah menipunya, menipunya dengan sadis.
Daniel marah seperti orang yang sudah kerasuki mahkluk halus, nafasnya begitu memburu dengan mata yang memerah.
"Arghh!!" daniel mengeram keras.
Danie tidak sengaja melihat siska saat dirinya sedang marah, karena masalah uang miliknya yang hilang itu.
Pandangannya tak sengaja menantap sekilas kearah taman. Awalnya iya memang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, tapi setelah melihat bayu yang sedang berdiri direrumputan, membuat daniel semakin yakin kalau itu memang lah bayu. Karena tidak mungkin bayu datang ketaman seluas itu hanya seorang diri, terlebih jaraknya dengan rumah sangatlah jauh. Pasti bayu datang bersama siska.
Keyakinan dengan ditambah rasa penasaran pun terjadi, saat dirinya benar-benar melihat sosok siska, yang berhadapan dengan seorang pria.
Daniel memutuskan untuk segera menghampirinya.
...----------------...
"Rencana kita sebentar lagi akan terwujud sayang,"
Harta yang kita nanti-nantikan sebentar lagi akan jatuh ketangan kita..." lebih tepatnya, sekarang siska bersama seorang pria yang terduduk dibangku taman, pria yang sangat daniel kenal. Pria yang sudah dianggap sebagai adiknya telah mengkhiantinya.
Daniel tidak mau berprasangka buruk dulu terhadap sahabat dan istrinya, siska. Jadi ia tetap bertahan, bersembunyi dibalik pohon besar yang tidak jauh dari posisi sahabat dan istrinya itu.
Sedangkan bayu ia asik dengan dunianya, yaitu bermain bola yang telah dibawakan oleh fahri.
"tentu saja, aku muak dengan drama hidupnya!"
" daniel yang malang ....." katanya diakhiri seringaian mengerikan.
Tanpa sadar kedua tangan daniel sudah mengepal saat tau namanya disebutkan oleh sahabatnya.
" akupun muak! Aku lelah terus berpura-pura menjadi istrinya, kalau bukan rencana kita untuk menghabiskan hartanya, aku tidak akan pernah sudi menjadi istrinya." siska memasang wajah jijiknya.
" sabar sayang, tanpa dia sadari setengah harta miliknya sudah berada ditangan kita." timpal fahri tersenyum devil.
Daniel semakin mengepal tanganya, bodohnya, ia tiidak menghampiri istrinya yang telah membohonginya itu. Ia justru meninggalkan taman yang telah membuatnya berada dititik puncak kemarahan.
"wanita sialan! berani-beraninya ia melakukan hal itu!" daniel berteriak histeris didalam rumahnya.
Suara amarahnya memenuhi seisi rumahnya, ia tak menyangka istri yang benar-benar ia cintai, melakukan hal sejahat itu padanya,
menipunya.ingin membuat dirinya hancur, kariernya berakhir!
Disaat amarahnya memuncak, matanya tak sengaja menatap kearah dinding, dimana disana terdapat bingkai besar yang mengantung dan didalamnya berisi foto pernikahannya dengan siska.
Dengan tatapan tajam, daniel menghampiri fotonya bersama siska yang mengantung didinding.tak perlu berfikir lagi, daniel langsung menghempas bingkai itu keatas lantai. Hancuemr sudah, kaca yang melindungi foto didalam bingkai itu.
Dadanya bergerak naik turun, setalah bongkai foto itu ia hancurkan. Amarah telah memasuki dirinya.
__ADS_1
Daniel bergegas kekamar miliknya. Setelah sampai didalam kamar miliknya, ia langsung menghempas semua foto yang terpajang diatas nakas, dan yang tergantung didinding
ia membenci siska, wanita itu telah mengelabuhi dirinya.
" kenapa siska!!" teriak daniel frustasi.dan foto yang terkahir kali ia banting adalah, sebuah bingkai fotonya bersama siska, dimana daniel sedang mengecup perut besar siska. Perut yang didalamnya terdapat anak fahri dari sahabatnya.
Daniel sangat kacau, kemeja yang semula berbalut jas terlihat dengan rapi, sekarang sudah berantakan.rambutnya yang selalu rapipun ikut berantakan.
" penipu!" tangannya menunjuk pada foto wajah siska yang tersenyum, seolah dirinya tidak melakukan kejahatan!.
Ckleks~
"Daniel?"
Daniel menoleh kearah pintu kamarnya, dimana seseorang saat ini telah ia benci sedang terdiam memantung disana, menatap daniel dengan bingung.
orang itu adalah siska.istri yang telah ia serah kan separuh hidupnya, namun ia matikan begitu saja.
Daneil tertawa disertai seringaiannya, dan itu berhasi membhat siska mengernyitkan dahiny. Memiliki bekal rasa penasaran, dengan keadaan yang sudah terjadi.siska memutuskan masuk kedalam kamarnya, kemudian menghampiri daniel yang menatapnya tajam.
" kau kenapa?" tanya siska, tangannya ingin menyentuh bahu daniel namun dengan segera daniel menepisnya.
" kau ini kenapa?"
" kenapa vas bunga kesayangan ku bisa pecah? dan...."
"dan kenapa dikamar ini berantakan? Kau ingin menjadikanku pembantu?!" tanya siska beruntun dan sedikit membentak.
Daniel rak bergeming,tatapannya masih sama, tajam dan mengerikan.
"Aku tidak mau tau, kau haru s belikan lagi vas bunga yang sama persis yang aku punya itu!"
"oh astaga....siska menganga saat melihat fotonya tengah hamil terjatuh diatas lantai, terkubur pecahan kaca.
"ini pasti kau yang menghancurkannya!!" ucap siska tidak terima.
"ya, aku kenapa?" jawab daniel tanpa ekspresi.
" kau tau, bingkai ini mahal.dan kau menghancurkannya begitu saja?!!" balas siska marah.
" Aku mau kau mengganti semua baramg milik ku!"
"kau punya uang," jawab daniel datar.
"kau yakin?" daniel mendekat kearah siska, rasanya ingin sekali mencekik leher wanita penipu itu.
"ya, aku yakin.aku minta ganti, dengan cara kau mengirim uang direkeningku sebes....."
" aku tidak bisa mengirimnya, karena setengah harta kekayaan ku telah lenya." jawab daniel datar.
" aku tetap mau uang itu untuk..."
"untuk kehidupan mu bersama suamimu yang lain?"
Kakinya mendadak lemah saat daniel mengatakan itu, lidahnya mendadak kelu.fikirannya mengenai daniel sudah mengetahui bahwa ia mempunyai suami lain, telah berkumpul memenuhi otaknya.
" wanita murahan!" desis daniel.
Mata birunya menatap siska dengan tajam seolah ingin menerkam mangsanya.
"Aku menyayangimu, mana mungkin aku memiliki suami lai..."
" fahri verrayon."
" dia sahabat mu.."
" bukan lagi, setalah dia berniat ingin menghancurkan hidupku!" teriak daniel murka.
jantung siska berdegup kencang, ia sudah bisa menebak, pasti daniel sudah mengetahui semuanya.tapi ia masih bingung, dirinya bisa mendapatkan info serahasia itu dari mana.
"Aku..."
" dan kau, aku ucapkan selamat.karena rencana mu berhasil."kata daneil dengan tatapan yang masih sama, tajam dan menusuk.
Siska tak bisa berlama-lama ditatap tajam seperti ini oleh daniel, ia pun memutuskan untuk pergi dari hadapan daniel. Tapi daniel justru malah menahan tangannya.
" bukan bigitu?!" tanya daniel dengan desisnya.
Siska mencoba melepaskan cengkeraman tangan daniel, tapi suaminya itu tidak mau melepaskan tangannya, justru ia malah semakin mengeratkan cengkeramannya pada pergelangan tangan siska.
__ADS_1
" lepas, sakit!!!" pinta siska merintih.
"sakit?"
" sakit mana sama aku yang sudah ditipu oleh mu?!"
" aku memberimu hidupku, tapi kau, kau malah mematikan hidupku." ucap daniel dengan nafas yang tersengal-sengal, karena meluapkan emosinya.
"maksud menipu apa, aku tidak menipumu!" dalam keadaan seperti ini, siska masih mencoba mengelak.
" kau mengatakan bahwa kau hamil anakku, dan ternyatan bayu bukan anakku, nyatanya kau hanya ingin menipuku. Bukan begitu?"
Siska menggeleng, sungguh ia belum mau rencananya itu terbongkar sebelum semua harta milik daniel jatuh ketangannya.
"masih mau mengelak?"
" fahri verryon, berstatuskan suamimu.kau masih ingin mengelak?"
Siska bungkam tak mau menjawab, hanya ringisan kecil yang ia keluarkan.
"bagaimana pertemuan ditaman sore tadi?"
Ya,kali ini siska tidak bisa mengelak, atau mengelabuhi daniel lagi. Daniel sudah mengatakan itu, dan ia yakin pasti daniel menyaksikan apa yang telah terjadi ditaman, dimana lokasi itu hanya fahri dan siska saja yang mengetahui. Teman dekat atau kerbat mereka sama sekali tidak ada yang mengetahui keberadaan taman itu.
"mengatakan kalau rencana yang kalian nanti-nantikan akan..."
Dengan sekali hentakan siska melepaskan cengkeraman daniel.
" ya, fahri verryon suamiku, Ayah dari bayu. Bukan kau!"
"ya, setengah harta itu ada ditanganku, ada apa? Kau merasa keberatan, setelah kau menyetubuhiku disaat aku sudah menjadi istei orang!.
Pernyataan siska yang baru, membuat daniel semakin terkejut.
" ya, aku dan fahri sudah menikah jauh sebelum kau mengenali ku. Tapi kau justru menyetubuhi ku disaat aku sudah menjadi istri orang. Dan satu lagi, yang mengkhianati itu buka fahri, tapi kau. Kau mencoba merebut istri sahnya!"
"tapi dia.."
" Dia diam saja?"
"itu tidak mudah untuknya, yang hanya sebagai seorang pekerja biasa diperusahaan mu! Dia tidak ingin hidupku sulit. Karena dia yakin sekali, kalau dia marah padamu, kau yang akan berbalik marah padanya, walau sebenarnya kau yang salah, setelah itu kau memecatnya."
" dia itu sahabatmu, dia juga tau sifatmu."
" Lalu aku dan dia sepakat untuk melakukan rencana ini pada mu! Dan menjebakmu dalam pernikahan palsu ini!" jawab siska diakhiri tawa evinya.
" lalu?"
" setalah itu kita berpisah!"
Kaki daniel beringsut melemah, tubuhnya terduduk lemas diatas ranjang miliknya.
Hatinya begitu hancur, setelah mendengar pernyataan dari siska.
"Ada apa?"
"kau muak setelah mendengarkan semuanya bukan?"
" ya, lebih dari muak! Menjijikan!!" teriak daniel nafasnya begitu memburu.
"ya, akupun muak dengan sandiwara ini!!" teriak siska.
Daniel yang sudah tidam kuat lagi melihat siska dihadapannya, segera bangkit dan menarik pergelangam tangannya dan membawanya.
Sesampai didepan pintu utama rumahnya, daniel menghempaskan tubuh siska, persis saat dulu ia menghempaskan ana untuk pergi dari rumah miliknya.
" santai, aku akan pergi..." jawab siska disertai senyuman yang menjijikan.
"pergi dan jangan kembali!"
"kita cerai, ingat kita bercerai! ******!"
Siska tertawa seperti orang tidak waras mendengar ucapan cerai daniel. Ia sama sekali tidak peduli, justru itu lah yanh dia inginkan.
"Cerai!" siska melempar sebuah kertas coklat tepat diwajah daniel.
" terimakasih atas uang mu," siska berlalu meninggalkan daniel dengan senyum yang mengembang puas, walaulun rencana terakhir untuk menguras seluruh harta daniel tidak berhasil, setidaknya ia berhasi mengambil separuh harta daniel.
Daniel mengambil surat yang dilempar oleh siska dan membacanya.
__ADS_1
"Aghhrr!!!" daniel mengeram kesal, betapa berengseknya wanita itu.ternyata wanita itu sudah mengeluarkan surat peceraian setelah sehari pernikahan mereka.
Mohon dukungannya untuk karya ku🙏🏻🙏🏻😊😊