LELAH

LELAH
Lagi dan Lagi terjadi


__ADS_3

Noven memandang gemas wajah ana, wajah yang semula tirus kini telah berubah menjadi bantalan-bantal kenyal.


Andaikan ana menjadi miliknya, pasti ia akan menjaga ana semampu dirinya, tidak menyia-nyiakan ataupun menyakitinya seperti kakaknya itu.


" kau mau lagi?" noven menawarkan. Tapi sepertinya ia tidak bisa menampung lagi, 3 buah es krim itu sudah cukup membuat dirinya kenyang.


"jadi, kenapa kau bisa berada ditaman sendirian? Dalam kondisi hamil seperti ini?"


tanya noven yang masih penasaran.


Dalam sekejab ana langsung merubah ekspresi wajahnya.


" Mau merasakannya tidak noven?" itulah upaya ana untuk mengalihkan pertanyaan, tanpa persetujuan dari noven, ana meraih tangannya lalu meletakan diatas perutnya.


Noven membulat matanya, bayi itu menendang perut ana. Ini diluar dugaan noven, ia fikir ana memintanya untuk membeli es krim kembali, ternyata ia justru ia malah memberikan sebuah reaksi gerakan dari bayinya.


"Dia menendang," kata noven yang di akhiri sebuah senyuman.


"satiap hari dia menendang perut bundanya ini,"


Noven terkekeh pelan mendengar ocehan ana. Beberapa kali bayinya menendang, dan begitu terasa oleh telapak tangan noven. Sungguh, noven sangat bahagia.


Begitupun dengan ana yang ikut bahagia, saat ada orang lain yang ikut bahagia atas reaksi bayinya. Bahkan ia tak mau sedikitpun melepaskan tangannya dari atas perut ana, tidak seperti ayah kandungnya. Yang sama sekali tidak mau merasakannya.


Noven sadar, ia tidak boleh berlama-lama menyentuh perut istri kakaknya itu, ia dengan segera melepaskan tangannya.


"pasti kaki miliknya sangat mungil..."


Ana tertawa mendengar ucapan noven. dan dirinya pun ikut tersenyum melihat tawa itu hadir kembali.


...----------------...


Ana kembali kerumah bersama noven.


Tapi ia hanya mengantarkan ana sampai depan digerbang saja, karena ia tidak mau membuat kesalahan pahaman baru antara dirinya dan suaminya.


ana terkejut saat dirinya memasukki rumah. Disana, tepatnya diruang tamu, ia disuguhi dengan sebuah pemandangan yang benar-benar sangat menyakitinya, daniel dan siska sedang melakukan kiss yang begitu memanas, pasalnya tangan milik daniel ikut pula bermain diatas dada milik siska.


Ana yang melihat itu semua tak mau menganggu, ia hanya menahan sesak didada


Kemudian ia masuk mengendap-endap, tanpa mau mereka tau ataupun menganggu mereka.


Bersamaan dengan tertutupnya pintu kamar miliknya, kaki ana terasa melemas, bagiakan raga kehilangan jiwa.


ia menyandarkan tubuhnya dibelakang pintu, terduduk lemas disana dengan kaki yang ia peluk sendiri.

__ADS_1


Sebutir cairan bening menetes keluar dari manik mata milik ana, terdengar pula isakan pelan yang terdengar.


apa mereka belum cukup puas menyakiti wanita hamil ini ditaman? Apa suaminya belum cukup puas, melakukan sandiwaran yang ia tanamkan itu?


Ana tersadar kembali, ia harus kuat demi anak yang ada didalam rahimnya, ia tidak boleh lemah hanya karena perbuatan mereka.


...----------------...


Seharian ini ana berada didalam kamar. Ia memberikan waktu suaminya untuk melepaskan rindu kepada kekasihnya itu. Ana tak mau egois pada dirinya sendiri, mereka memang seharusnya dipersatukan. Tapi karena dirinya kisah cinta mereka harus berantakan.


Ana menyesali semua itu, ia merasa menjadi wanita perebut. Tapi apa yang bisa ia lawan, saat takdir memang memutuskan mereka untuk terikat dalam satu hubungan?


Ana juga melupakan sarapannya, vitamin bahkan susu yang seharus nya tetap oa konsumsi diwaktu yang tepat. Bahkan ana sudah melewati makan pagi dan siangnya.


Tok...tok..tok..


" non ana,"


" ini makan malamnya nona,"


"Sedari tadi pagi perut non belum terisi makanan, kasihan bayinya non.." ana yang melupakan, tapi tidak dengan bi nina yang selalu mengingatkannya.


" iya bi...,"hanya kata-kata itu yang ana keluarkan.


Tok...tok..tok..


"Iya bi,"


Tok...tok..tok..


"Non...bisa-bisa tuan marah pada saya nanti kalau non tidak juga mau makan..."


" tolong buka pintunya non," pintanya dengan meng-iba.


" bibi tenang saja, saya baik-baik saja,"


" tidak ada yang baik-baik saja, kecuali kau ingin membunuh bayimu itu." suara ciri khas itu, menandakan bahwa sang empu berada tepat didepan pintu.


suaranya terdengar sangat dingin oleh pendengaran ana.


ana menatap pintu dengan was-was. Kenapa daniel bisa tau kalau ia berada dalam kamar? Apa dia melihat bi nina yang berada didepan kamar milik ana?


Aku telah mengacaukan pertemuan rindunya. Tidak seharusnya ia memberi tahu bi nina kalau ia telah pulang. Agar pertemuan daniel dengan siska berjalan lancar.


" buka pintunya,"

__ADS_1


"jangan menambah masalah baru."katanya dengan tegas.


Ana diam tak menjawab, ia tak mau daniel bertemu dengannya. Karena siska bisa saja menaruh curiga pada ana, dan sisi lain ia juga takut daniel akan memaksanya membuka lalu ia melihat semua keadaan yang kacau ini.


"satu," peringatan daniel yang mengancam.


"Dua,"


"cepat buka, jangan membuat emosiku menjadi meninggi!" daniel tak mendapat jawaban dari ana.


Bruukks...tanpa perlu terhitungan terakhir daniel mendobrak pintu kamar ana yang semulanya terkunci


Disana tidak ditemukan ana, batang hidungnya tidak terlihat.


" jangan sembunyi."peringat daniel.


terdengar suara gemircik air dari dalam toilet, daniel yang mendengarnya langsung menghampiri.


" keluar." pintanya


Tak mungkin ana menyerahkan diri dalam keadaan seperti ini. Dan pada akhirnya toilet adalah jalan satu-satunya untuk.mencari alasan.


"keluar!" katanya sedikit menekan.


"A-aku sedang mandi." bohong ana.


"jangan berbohong, atau aku dobrak!"


Ana mengepalkan tangan nya takut,


"jangan, aku tidak menggunakaan....."


Daniel melemaskan otot-otot diwajahnya " ingat makan makanan ini. Kalau sampai aku melihat makanan ini masih utuh."


" Kau tau akibatnya!" katanya dengan tajam .


Setelah mendengar langkah kaki daniel telah pergi, ana terduduk lemas dilantai toilet dikamar miliknya yang cukup besar


"maafkan bundamu ini, bunda membuatmu tersiksa." lirih ana ia terpaksa menghindari daniel karena ia tidak ingin daniel melihatnya


dalam keadaan kacau sperti ini, mata yang sembab karena air mata.


tanpa sadar ana perlahan-lahan mulai memejamkan matanya saat kantuk menyerang dirinya dan pada akhirnya mimpi membuatnya ia terbuai dalam tidurnya.


Sampai semalaman ana didalam toilet karena lelah menangis, meratapi nasib pernikahannya. Dan merusak hubungan daniel dengan kekasihnya. Seharus nya ia tidak menerima perjodohan dari orang tuanya. Semua sudah terjadi ana hanya bisa pasrah menghadapi semua yang telah terjadi.

__ADS_1


...Mohon dukungannya untuk karya ku 🙏🏻🙏🏻😊😊...


__ADS_2