LEMBARAN BARU SANG TUAN MUDA

LEMBARAN BARU SANG TUAN MUDA
HANCUR


__ADS_3

Tak terasa pernikahan Romi dan Riana sudah tiga bulan. Rumah tangga mereka sejauh ini bisa dibilang baik-baik saja. Riana menjalankan kewajibannya sebagai istri dengan baik, kecuali kewajiban di atas ranjang yang belum ia lakukan. Romi pun selama ini sudah berusaha cukup keras untuk mengembangkan hubungan mereka, namun entah mengapa rasanya hubungan mereka belum naik tingkat ke hubungan yang lebih hangat.


Selama tiga bulan terakhir Romi disibukkan dengan proyek baru yang sedang ia garap, tak jarang ia pulang larut malam. Begitu pula Riana, ia menyibukkan diri dengan mengembangkan usaha Kafe miliknya. Saat ini usahanya berkembang cukup pesat, mungkin sedikit banyak bantuan dari nama besar suaminya yang memperlancar usahanya.


Bicara masalah hubungan ranjang, sampai saat ini mereka belum pernah melakukannya. Pernah beberapa kesempatan Romi menagih janjinya kepada sang istri, karena ibu selalu menanyakan perihal kehamilan menantunya. Namun entah mengapa ada saja alasan yang diberikan Riana untuk menunda hajat suami istri itu, Romi selalu berusaha memahaminya. Istrinya belum siap pikirnya. Seperti perjanjian yang pernah mereka buat, ia tidak akan memaksa jika Riana belum siap. Tapi, pernikahan mereka sudah berjalan tiga bulan, apakah mereka akan jalan di tempat saja dengan hubungan saat ini?


***


Hari ini malam Minggu, Romi rencananya akan mendatangi kafe milik sang istri.


"Selesai urusan hari ini antarkan aku ke Kafe xx." Bima yang mendapat perintah terlihat senang, tuan muda mulai bersikap romantis pikirnya.


"Baik, Tuan. Apakah saya perlu menyiapkan bunga atau semacamnya?" Bima bersemangat mendukung tuan muda menjadi lelaki yang lebih romantis. Cara yang cukup baik untuk mengembangkan hubungan tuan dan nona pikirinya, karena Bima tau kalau hubungan tuan dan nonanya tidak berkembang banyak.


"Boleh saja." Romi menjawab singkat, namun terselip sedikit senyum di bibirnya.


Bima yang sempat melihat senyum itu ikut senang dan semangat untuk mempersiapkan kejutan untuk nonanya nanti. "Baik, akan saya siapkan bunga terbaik." Tak lama Bima langsung menghubungi seseorang melalui ponselnya. Ternyata ia meminta orang yang ia telpon utuk menyiapkan bunga dan hadiah. (Kirain Bima sendiri yang mau beliin 😆)


***

__ADS_1


Jam kantor telah berakhir, semua orang nampak terburu-buru meninggalkan ruangan. Maklum berhubung malam minggu, mereka banyak yang sudah membuat janji, entah janji dengan teman atau pasangan masing-masing. Seseorang yang sedang menuju lift khusus pun sama, nampak di wajahnya lebih cerah dari biasanya. Ya, Romi sudah tidak sabar memberi kejutan pada istrinya. Awalnya ia hanya akan datang tanpa membawa apapun, kehadiran dirinya sudah lebih dari cukup pikirnya. Untung ada Bima yang sedikit lebih pengalaman memberi ide untuk membawa benda yang disukai oleh wanita.


"Apa saya perlu menghubungi nona terlebih dahulu kalau tuan akan mampir ke kafe?." Bima meminta persetujuan dari Romi


"Kau ini benar-benar tidak tau apa-apa ya." Bima bingung mengartikan kata-kata Romi barusan. Sebenarnya Romi ingin bilang "Kalau kau telpon istriku sekarang, itu namanya bukan kejutan." Begitu kira-kira yang ingin disampaikan tuan muda yang terlalu malu untuk mengakui kalau kali ini dia sedang berusaha jadi suami romantis.


Bima hanya memahami bahwa idenya barusan tidak mendapat persetujuan dari tuan muda. Padahal ia hanya ingin memastikan bahwa nonanya ada di tempat saat tuan muda datang. Begitu pikirnya.


Butuh waktu agak lama untuk tiba di lokasi, karena memang kafe milik Riana cukup jauh dari kantor, dan di tambah kemacetan malam Minggu. Yang sedang berada di kursi penumpang terlihat muram dan beberapa kali medesah, apalagi saat terkena lampu merah.


Akhirnya mereka tiba di kafe milik Riana. Ini adalah kafe cabang baru yang dijadikan kantor utama. Romi dengan tergesa langsung menuju ruangan Riana. Saat tiba di ruangan istrinya ia hanya mendapati ruangan kosong. Romi Kecewa. Tiba-tiba seorang pegawai menghampiri Romi. "Tuan, maaf saya tidak sempat menyambut kedatangan tuan." Pegawai tersebut menundukkan kepalanya. "Mohon maaf, ibu Riana sudah pulang sekitar tiga puluh menit yang lalu." Ia melanjutkan, seolah tahu siapa yang dicari tuan muda.


"Pulang." Ucapan singkat tuan muda memperjelas suasana hatinya saat ini.


Selama perjalanan pulang Romi memejamkan mata dengan tangan kanan dia letakkan di kening. Pikirannya dipenuhi dengan pertanyaan mengenai hubungannya dengan sang istri yang tak kunjung naik level.


Sampai di rumah ia tidak mendapati keberadaan sang istri. Ibu yang melihat Romi pulang cepat sekilas menyapa. "Kalau lagi ada waktu luang, bolehlah sesekali ajak menantu ibu jalan-jalan. Apalagi ini kan malam Minggu."


Yang diajak bicara terlihat semakin kesal, ibu tidak tahu kalau anaknya ini sudah berusaha romantis namun gagal. Bima yang sedang mengekori Romi berusaha menanggapi pernyataan ibu agar tuannya tidak bertambah kesal. "Maaf nyonya, hari ini di kantor sangat banyak pekerjaan. Tuan mungkin masih lelah dengan urusan kantor hari ini." Setelah mendengar jawaban dari sekretaris setianya, Romi pamit kepada ibu. "Permisi, Bu. Romi ke kamar dulu."

__ADS_1


Sebelum mengantar tuannya ke kamar, Bima menyempatkan bicara dengan ibu. "Maaf nyonya, saat ini suasana hati tuan Romi sedang kurang baik. Mohon untuk tidak menambah buruk suasana hatinya." Bima menundukkan kepala sebelum berlalu mengantar tuan mudanya.


Kenyataan bahwa saat ini istrinya belum pulang membuat Romi tambah kesal. Ia segera membersihkan diri, berganti pakaian, kemudian terburu-buru ke luar kamar. Bima yang bingung hanya bisa mengikuti langkah kaki Romi. "Ada yang bisa saya bantu, Tuan?". Bima bertanya dengan nada bingung.


"Antarkan aku ke bar xyz." Romi ternyata sangat kesal dengan kejadian hari ini. Ya, jika suasana hatinya sangat buruk, biasanya ia akan melampiaskannya dengan datang ke bar.


"Baik." Bima tak berani mengajak bicara lebih jauh.


***


Tiba di bar, Romi langsung memesan minuman. Penampilan penuh wibawa dan wajah tampannya tidak sedikit mengundang perhatian orang-orang, terutama para wanita. Beberapa ada yang mecoba menghampiri Romi, namun dicegah oleh Bima. Bima tahu yang saat ini dibutuhkan tuannya hanyalah minuman. Selama berada di bar tugas Bima hanya memastikan tuannya tidak ada yang mengganggu.


Romi berdiri untuk ke kamar mandi. Tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendapati pemandangan pria dan wanita sedang bercumbu di sudut ruangan. Adegan panas yang ia saksikan membuat dadanya terasa terbakar, dunia terasa berhenti berputar. Hancur!. Bima yang berada di belakang Romi tak kalah terkejutnya dengan apa yang ia saksikan.


Romi hampir terjatuh, beruntung Bima dengan sigap menahan tubuhnya.


Siapa yang mereka lihat melakukan adegan panas itu?


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2