LEMBARAN BARU SANG TUAN MUDA

LEMBARAN BARU SANG TUAN MUDA
LEMBARAN BARU


__ADS_3

Hampir satu bulan perceraian itu sudah berlalu. Romi masih enggan kembali ke rumah utama, ia masih tinggal di hotel, entah sampai kapan. Yang jelas saat ini ia masih belum segan memasuki kamar tidur yang ia gunakan selama beberapa bulan bersama wanita licik sebelum mereka bercerai.


Satu bulan ia menenggelamkan diri ke dalam pekerjaan, ia seperti orang yang tergila-gila bekerja. Ini adalah salah satu cara Romi dalam mengatasi situasi kejiwaannya yang masih terluka. Sebulan adalah waktu yang belum cukup untuk mengobati kesakitan yang diberikan oleh sang mantan istri. Apalagi setelah akhirnya Bima membuka semua fakta yang berhasil dikumpulkan mengenai Riana mengenai latar belakang, motif pernikahan, pergaulan sebelum sampai dengan setelah ia menikah.


Riana adalah anak yang lahir di luar menikah. Kedua orang tuanya saat ia masih kecil memiliki hubungan kurang harmonis, mirip seperti Romi.


Sebelum menikah dengan Romi ia beberapa kali menjalin hubungan dengan lelaki, hubungannya tidak pernah berjalan lama. Sampai suatu hari ia tertarik dengan seorang lelaki yang pernah mengunjungi kafenya, ia terpesona dengan ketampanan lelaki tersebut, dan ia tahu lelaki tersebut juga terkenal dengan kekayaannya. Dia adalah Romi. Riana pertama kali bertemu Romi saat kejadian gagalnya kencan buta, yang secara kebetulan terjadi di kafe milik Riana. Semenjak kejadian itu Riana giat mencari informasi mengenai Romi.


Pernikahan Romi dan Riana bukanlah sebuah kebetulan. Semua sudah direncanakan oleh Riana dan Adit. Ya, mereka ternyata memiliki persamaan misi, yaitu menguasai harta keluarga pemilik perusahaan Ekadarma. Adit bekerjasama dengan Riana dengan sengaja menjodohkan Riana dengan Romi, karena selama ini ia belum berhasil menikahi Jinny. Adit sebenarnya muak dengan tingkah manja Jinny, namun ia bertahan karena alasan harta yang dimiliki keluarga Jinny. Adit dan Riana sudah membuat kesepakatan untuk bagi hasil, dan secara tidak terduga karena seringnya berkomunikasi mereka berdua merasa saling cocok sehingga mereka menjalin hubungan terlarang. Selama Riana berstatus istri tuan muda, ia berusaha sebisa mungkin memanfaatkan kekayaan dan kekuasaan sang suami untuk kepentingan pribadinya, dan semua usahanya selalu ada campur tangan dari Adit 🤮🤮🤮.


Fakta ini sudah diketahui oleh anggota keluarga Johan. Jinny merasa terpukul, sekaligus merasa bersalah kepada sang kakak. Demikian pula dengan ibu, merasa menyesal meminta anaknya untuk cepat menikah dan memberinya cucu. Hanya ayah yang menjadi sosok penguat untuk istri dan anak-anaknya. Romi masih belum siap bertemu dengan anggota keluarganya, terutama adik kecilnya yang saat ini sama terpuruknya dengan dirinya. Entah sampai kapan semua akan kembali seperti semula.


------------------------------


Tiga bulan berlalu. Semua orang mencoba kembali hidup normal, meski luka dalam yang terbentuk belum sepenuhnya sembuh. Ibu memdapat kabar bahwa hari ini Romi akan mampir untuk makan malam di rumah, ibu cukup senang meskipun Romi belum akan kembali untuk tinggal bersama.


Malam minggu ini terlihat mendung, tak jarang kilat beberapa kali muncul sebelum akhirnya hujan turun dengan derasnya. Bima mengurangi kecepatan mobilnya saat melihat sebuah kecelakaan mobil. Seorang wanita terlihat melambaikan tangan meminta pertolongan, tampak lemah. Setelah mendapat persetujuan dari tuan muda, Bima menghentikan mobilnya tepat di sebelah sang gadis. "Tuan tolong saya." Gadis tersebut mengucapkan kata tersebut berulang dengan nada yang terdengar lemah. Romi sedikit melirik ke arah sang gadis, ia merasa seperti pernah bertemu dengan gadis tersebut. Ia berusaha mengingat-ingat. "Kurang ajar, bukankah dia gadis tak tau diri yang seenaknya pergi di hari itu?". Ya, Romi tak salah ingat, gadis tersebut adalah Dita. Gadis yang meninggalkannya saat kencan buta, ia masih mengenalinya dari tatapan mata sendunya.

__ADS_1


"Bawa dia ke rumah sakit. Setelah itu kita harus membuat perhitungan." Romi memberi instruksi kepada Bima. Bima mengerti apa yang dimaksud oleh tuannya, karena dia juga masih mengenal gadis yang saat ini hendak mereka bawa ke rumah sakit. "Ya, saya rasa kita memang belum sempat memberi pelajaran pada gadis kurang ajar ini." Bima mengamini perkataan Romi dalam hati.


-----------------------


Dita sudah mendapat perawatan dan dipindahkan ke ruang rawat inap, saat ini masih belum sadarkan diri. Beberapa luka di tangan sudah dijahit. Sebenarnya tidak ada luka luar yang serius, tampaknya lebih ke masalah trauma yang dialami setelah kecelakaan.


Sementara itu Romi sudah tiba di rumah untuk makan malam dengan keluarga setelah sekian lama.


--------------------------------------


Usai makan malam Romi kembali ke hotel. Hotel yang ia tempati selama ini berukuran sangat luas, terdiri dari 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, dapur, ruang tamu, dan balcon. Bima hendak berpamitan usai menyelsaikan tugasnya. "Pastikan gadis itu tidak kabur lagi. Beritahu aku setiap perkembangan yang terjadi." Romi memberi instruksi sebelum Bima meninggalkannya.


---------‐-------------------


Di tempat berbeda, Dita sudah mulai sadarkan diri. Ia kaget saat mendapati dirinya sudah berada di rumah sakit. Ia segera menekan bel untuk memanggil perawat. "Apa yang terjadi pada saya?" Dengan tergesa Dita bertanya kepada perawat yang baru saja datang memenuhi panggilannya.


"Maaf nona, nona baru saja mengalami kecelakaan. Untuk luka luar tidak ada yang terlalu perlu dikhawatirkan. Tadi keluarga nona pamit untuk pulang sebentar. Apakah saat ini ada keluhan yang nona rasakan?". Perawat tersebut berusaha menenangkan.

__ADS_1


" Tidak ada. Saya rasa saya baik-baik saja." Menjawab dengan asal, karena saat ini ada pernyataan mengganjal dari sang perawat. "Keluarga? siapa keluarga yang dia maksud?" Dita bergumam dalam hati, membuatnya terdiam larut dalam pikirannya.


"Baik nona. Kalau ada keluhan nona bisa memanggil saya dengan menekan bel. Kalau tidak ada yang diperlukan lagi saya pamit dulu." Perawat undur diri dengan sopan, sementara Dita masih asik dengan pikirannya.


Setelah beberapa saat, Dita tersadar dari lamunannya dan segera mencari handphonenya. Sayang ia tidak mendapati benda-benda pribadi miliknyga. "Sepertinya semua tertinggal di mobil." Begitu pikirnya. Dita kembali merebahkan diri setelah merasa sedikit pusing, selanjutnya ia kembali terlelap.


---------------------------


"Setelah diselidiki, gadis itu bernama Dita. Gadis yang dulu kabur dari kencan buta. Semalam gadis itu sudah sadarkan diri. Dari pemeriksaan dokter, tidak didapatkan luka luar yang serius. Apa yang harus saya lakukan selanjutnya, tuan?." Bima memberikan laporan seperti yang diminta Romi semalam.


"Jangan biarkan dia kabur lagi. Pastikan dia membayar apa yang pernah dia perbuat. Buat dia mau melakukan semua yang aku minta, pastikan tidak ada penolakan." Ucapan Romi terdengar santai namun mengerikan.


"Baik, tuan. Apa yang perlu kita lakukan kepada gadis itu, agar setimpal untuk menebus kesalahan yang pernah dia lakukan kepada tuan?." Bima memperjelas apa yang diinginkan tuan mudanya.


"Nanti akan aku pikirkan." Tersenyum licik penuh arti


------------

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2