
Di ruang presdir ada yang wajahnya masih nampak masam. Secara tidak langsung mood Romi hari ini mempengaruhi suasana seisi kantor, termasuk Bima.
Ucapan ibu terus terngiang-ngiang di kepala Romi. Benar seperti ucapan Johan, Romi adalah anak yang tidak bisa menolak keinginan orang tuanya.
Ada banyak sekali beban di kepala Romi sejak obrolannya dengan ibu tadi pagi. Romi berusaha membuat permintaan ibu bukan sebuah beban, ia berusaha menerima dengan akal sehatnya. Bahwa ucapan ibu sepenuhnya benar, ia seharusnya sudah memikirkan mengenai pernikahan. Karena secara usia, materi, dan penampilah seharusnya tidak masalah. Namun yang menjadi masalah adalah karakternya yang terkenal dingin, apakah ada wanita yang mampu menerimanya dengan tulus, dan apakah Romi juga bisa menerima kehadiran wanita bernama istri dalam hidupnya. Karena selama ini itu adalah hal yang belum pernah ia pikirkan sama sekali.
"Tuan, maaf bolehkah saya memberikan ide?" Seketika ucapan Bima memecah lamunan, seolah tau apa yang ada dalam lamunan tuan mudanya.
__ADS_1
"Kau mau memberi ide apa?" Jawab Romi remeh dan tanpa melihat ke arah Bima.
"Bagaimana kalau tuan mengikuti kencan buta. Saya akan berusaha menyembunyikan identitas tuan dari wanita yang nanti akan menjadi teman kencan tuan." Ucapnya lantang penuh kepercayaan diri. Bima sudah sempat mencari berbagai informasi mengenai bagaimana memulai sebuah hubungan antara laki-laki dan wanita. Salah satu yang menurutnya bisa dikerjakan adalah dengan mengatur kencan buta. Menurutnya ini yang paling aman, karena calon pasangan bisa menyamarkan latar belakangnya. Yang Bima khawatirkan, bila calon pasangan wanita mengetahui latar belakang tuannya malah akan merepotkan. Karena tidak sedikit wanita yang tertarik bila tau tuannya adalah seorang presdir, seperti kabanyakan wanita-wanita yang berusaha mendekati tuan mudanya selama ini. Dan itu menjijikkan.
Selain itu Bima adalah manusia naif yang masih mempercayai Cinta pada Pandangan Pertama, dasar manusia purba 😂. Ia berharap tuannya bisa saja mengalami hal ini saat kencan buta nanti, sehingga membuat usahanya mulus.
Sementara Bima dengan segala pikirannya, sedangkan yang diajak bicara masih terdiam sambil mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Kenapa diam? Kau sendiri tidak tahu arti kencan buta? Berani-beraninya kau memintaku kencan buta, padahal kau sendiri tidak mengerti maksudnya?". Yang mulia sangat kesal karena tidak langsung mendapat jawaban dan melihat wajah kebingungannya sang sekretaris.
"Bukan begitu Tuan." Akhirnya Bima menjelaskan perihal kencan buta kepada tuan kesayangannya dengan menggebu (padahal dia juga baca-baca dari internet 😂😂😂), dan dengan polosnya sang tuan mengganggukkan kepala antusias dengan penjelasan Bima.
Setelah persetujuan dari Romi, akhirnya Bima mengatur segala hal demi kelancaran kencan buta tuan mudanya. Mulai dari persiapan calon wanita, tempat kencan, waktu kencan, sampai dengan konsep kencannya seperti apa. Bima melaporkan setiap ada progres kencan buta pertama kepada tuan muda, sampai waktunya untuk berkencan tiba.
Hari bersejarah itu adalah besok, besok untuk pertama kali nya bagi Romi akan berkencan dengan seorang perempuan. (Apakah maksudnya sebelumnya Romy sudah pernah berkencan dengan laki-laki? Tentu saja tidak Reader kesayanganku sekalian 😂😂😂) Author hanya iseng
__ADS_1
Bagaimana kelanjutan tentang kencan buta tuan muda?
Bersambung....