LEMBARAN BARU SANG TUAN MUDA

LEMBARAN BARU SANG TUAN MUDA
USAHA JINNY MEYELAMATKAN DIRI (2)


__ADS_3

Usai menelpon sang kekasih, Jinny melanjutkan perjalanannya menuju tempat ia membuat janji dengan Adit. Tak lama Jinny tiba di lokasi, Adit pun tiba.


"Sayang ada hal penting apa kok tiba-tiba ngajak ketemuan?" Nampak kekhawatiran dari pertanyaan Adit.


Jinny ragu untuk mengutarakan isi pikirannya. Ia belum siap dengan reaksi yang akan ditunjukkan oleh Adit. Apa yang ia khawatirkan? Tentu saja dia khawatir kalau Adit malah akan mengajaknya menikah, karena selama ini Adit sudah beberapa kali sudah membicarakan masalah pernikahan dengan Jinny.


"Sayang ada apa?" Adit mengulang pertanyaannya.


"Hmm...ini mengenai permintaan ibu." Jawaban Jinny nampak ragu.


"Kenapa dengan ibu? Bukankah hubungan mu dengan ibu sudah baik-baik saja?" Adit belum memahami inti pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Bukan masalah itu." Masih ragu.


"Lalu apa sayang?". Adit sudah tidak mau menebak-nebak. Takut malah salah terka dan bikin jadi runyam. Maklum perempuan itu makhluk paling sensi 😂


"Ibu mau minta cucu." Ucap Jenny dengan sedikit menjerit sambil memejamkan mata dan meremas tangannya sendiri, sambil menunggu jawaban dari kekasihnya.


Adit menghembuskan napas lega, mukanya sudah terlihat santai saat mendengar jawaban Jinny. "Huuh, kirain ada apaa sayang...Yaudah, kita nikah. Kapan mau nikahnya?" Jawaban Adit sangat terlihat santai


Ada gurat kekecewaan kembali terukir di wajah adit, mirip ekspresi saat terakhir kali ia ditolak untuk menikahi Jinny. "Lalu apa rencanamu sayang?" Berusaha tetap mengontrol suaranya agar tidak terdengar seperti sedang kecewa.


"Itu yg ingin aku tanyakan padamu sayang, makanya aku ajak sayang untuk ketemuan. Kenapa malah tanya balik rencanaku apa?" Terdengar nada sedikit ngambek. Tuhkan sensi, padahal dia yang minta tolong malah dia yang marah. Dasar perempuan 😂

__ADS_1


Adit lalu menggaruk kepalanya, bingung dengan kelakuan pacarnya. Mau marah, namun ekspresi ngambek Jinny terlalu menggemaskan. "Yaudah, ayo kita pikirkan caranya bareng-bareng yaa..." Berusaha menetralkan suasana, sambil meraih tangan Jinny dan menggosok punggung tangannya berusaha menenangkan.


"Aku kepikiran mau minta kak Romi saja yang menikah. Aku udah janji dengan Ibu untuk mencarikan kakak calon istri, tapi bingung siapa wanita yang cocok dengan kakak. Wanita yang bisa tahan dengan sikap dingin kakak, dan tentunya yang baik hatinya. Yang tidak melihat kakak dari segi materi saja". Ucapnya mengalir mengeluarkan unek-uneknya. Tetap berusaha yang terbaik untuk kakaknya, meski ia lakukan tindakannya ini di atas keegoisannya.


"Hmmm...Adakah wanita seperti yang tadi sayang sebutkan kriterianya?" Sedikit meledek dari nada bicaranya. "Secara wanita kan semua pengennya dimanjakan dan punya pacar atau suami romantis. Kayak akuuuu." Lanjut Adit kali ini dengan tawa yang tidak bisa ditahan.


Refleks Jinny mencubit tangan pacarnya yang sedang menggenggam tangannya, dan memajukan bibirnya, cemberut. Tidak berkata apa-apa, namun bisa diartikan oleh Adit kalo Jinny ngambek lagi.


"Hahahah...iya sayang bercanda, jangan ngambek dong. Nanti coba aku bantu yaa. Mencarikan kak Romi calon istri sesuai kriterianya." Senyum mulai timbul di bibir Jinny saat mendengar janji dari Adit. Yang awalnya punya janji dengan ibu siapa, yang jadi pusing malah siapa 😁😁😁


"Janji?" Ucap Jinny mengarahkan jari kelingkingnya kepada sang pacar untuk membuat janji agar selalu bisa ditagih. Mau tidak mau Adit mengangguk dan melingkarkan jari kelingkingnya bertautan dengan milik Jinny.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2