
WHOAAH! Setelah ucapannya selesai semua manusia yang ada di kelas ini berseru heboh. Nayla melirik mereka tanpa minat, walau dalam hati dia tak henti-hentinya menyumpah serapahi mereka semua.
"Kalo lo mau masalah yang lo ciptain sendiri selesai ..., lo bisa bilang ke gue kalo pernyataan cinta lo yang di kantin tadi cuma bercanda," ucap Raka yang mana mampu membuat Nayla langsung melihatnya. Satu alis Raka terangkat, menunggu balasan dari ucapannya.
Nayla membuka mulut namun kembali terkatup. Seisi kelas diam, juga penasaran akan jawaban yang akan keluar dari mulut Nayla.
"Gue .... Tetap cinta sama lo! Puas?"
####
Agatha berdiri di depan gerbang. Dia menunggu Raka yang sedang mengeluarkan mobil di parkiran kampus. Cewek cantik itu banyak dilirik oleh kaum Adam, namun dia tidak membuang muka melainkan tersenyum sopan dan membalas setiap sapaan yang ada hingga akhirnya suara klakson mobil di belakangnya membuat dia sedikit tersentak.
"Raka, ngagetin aja kamu." Agatha cemberut, bibir bawahnya maju beberapa senti. Raka turun dari mobil menghampiri sang pacar, cowok itu terkekeh geli melihat ekspresi menggemaskan Agatha lantas langsung mencium pipi Agatha. "Ingat tempat, Ka," lanjutnya lagi, cemberut.
Raka menggenggam tangan Agatha lalu diangkat dan dibawa ke bibirnya, perlakuan Raka yang seperti itu membuat pipi Agatha bersemu merah, serta sorak-sorai yang terdengar semakin keras. Raka berbisik, "Bisa nggak 'sih, kamu nggak cantik? Sehari aja?"
Agatha salah tingkah dan langsung menenggelamkan wajah di dada Raka. Melihat itu fans couple Raka-Agatha semakin heboh, bahkan parkiran yang semulanya lenggang langsung padat dan kebanyakan di antara mereka ialah kaum betina.
Salah satunya adalah Nayla. Cewek itu berdiri di barisan paling depan. Senyum miring terbit di bibir tipisnya, cewek itu dengan gerakan lincah berjalan dan masuk ke mobil Raka.
"Woy! Cewek nggak tau malu, ngapain lo masuk ke mobil Raka?"
"Turun lo, woy! Emang nggak liat se-soswit apa Raka-Agatha sampe otak lo masih mau mikir cara ngerebut!" Dan masih banyak teriakan-teriakan lainnya.
Raka dan Agatha yang mulai menyadari langsung mencipta jarak di antara mereka. Netra Raka terbuka lebar saat berjalan ke mobil dan membuka pintu penumpang sudah ada Nayla yang duduk anteng seraya bermain ponsel. "Nay, jangan mancing kemarahan gue lagi!" pungkas Raka dan Nayla mengabaikan cowok itu.
"Turun nggak lo!"
__ADS_1
"Turun, Oy! Kagak tau malu banget lo!"
"Malu-maluin kaum betina aja lo jadi perebut!"
Agatha melirik mereka satu persatu. Ada yang sudah ingin maju untuk menarik Nayla keluar namun Agatha langsung menahannya. Cewek itu tersenyum ramah dan berkata, "Nggak papa, mungkin Nayla ada urusan penting makanya naik mobil Raka biar cepet sampe." Raka yang mendengar itu ingin menampik namun urung saat melihat Agatha menggeleng kecil.
"Lo nggak takut apa kalo dia ngerebut Raka?"
"Tampangnya aja udah kek perebut Agatha, kita-kita takut kalo hubungan lo kandas karena cewek nggak tau malu itu."
"Mukanya pake kulit badak kali 'yah, tebel banget."
Agatha menggeleng mendengar itu. "Nggak papa, kalian semua bisa pulang, kok. Gue percaya sama Raka, dia nggak mungkin ngehianatin gue," tuturnya lembut dengan senyum manis membuat banyak di antara mereka tertegun. Raka semakin kagum dengan pacarnya dikarenakan Agatha yang tidak takut dirinya berselingkuh dengan Nayla. Lagian siapa yang ingin berselingkuh?
"Raka, yuk. Kita pulang." Agatha menarik tangan Raka dan meminta cowok itu untuk segera masuk ke dalam mobil. Raka menurut, Agatha duduk di jok penumpang samping kemudi. Tanpa aba-aba dia melirik Nayla yang duduk di jok belakang seraya bermain ponsel, senyum licik terukir di bibirnya.
Nayla yang tidak sengaja menatap kaca di dalam mobil terpaku melihat senyum licik Agatha. Ekspresi wajahnya sewaktu tersenyum juga beda, tidak seperti tadi saat meladeni banyak netijen. "Raka, senyum Agatha nyeremin banget, lo liat kagak tadi?" pungkas Nayla hingga Raka yang sudah siap mengemudi mobil menoleh dengan tatapan menghunus.
"Nggak papa, Raka. Aku nggak papa kok," jawab Agatha.
Melihat itu Nayla langsung membuang muka ke luar jendela. "Apa gue emang salah liat?" batinnya. Pasalnya Nayla hanya melihat beberapa detik, apa mungkin pikirannya sudah keterlaluan karena tanpa sengaja menganggap Agatha dekat dengan Raka karena sebuah misi atau memang cuma ingin mempermainkan cowok itu. Nayla menggeleng pelan, "Pikiran gue ... keknya udah nggak beres," lanjutnya lagi.
"Sayang, malam ini mau jalan? Aku kepengen ke Dufan sama kamu. Udah lama 'kan, kita nggak ke Dufan?" tanya Raka melirik Agatha yang menatap kaca jendela.
"Istirahat dulu 'gih, dari kemarin jalan-jalan mulu. Luka kamu juga belum sembuh total, Ka. Entar sakit lagi," jawab Agatha. Raka langsung menggenggam tangan cewek itu dan mengecupnya membuat Agatha tertawa kecil.
Nayla kembali membuang muka. Mulutnya komat-kamit melihat pasangan bucin di depannya, lebih tepatnya tingkah Raka yang menurutnya terlalu 'over'. Dan sekarang .... Nayla melirik Raka yang terus menggenggam tangan Agatha dan sesekali mengecup tangan itu. Nayla ingin muntah rasanya, "Jadi kambing conge' gue disini," cibirnya pelan. Sangat pelan sampai tidak ada yang menyadari.
__ADS_1
"Nay, rumah kamu dimana? Biar kita bisa antar kamu dulu," tutur Agatha melirik Nayla melalui kaca di dalam mobil.
"Se-apart sama Raka," jawab Nayla. Agatha mengangguk-angguk.
"Aku antar Nayla pulang dulu 'yah, baru aku antar kamu," tuturnya, Agatha mengangguk lagi.
"Antar Agatha aja dulu, kita 'kan, se-apart jadi nggak papa barengan," tampik Nayla.
"Bacot banget 'yah, lo!" balas Raka.
"Kan, itu kenyataannya Raka Dirgantara. Mentang-mentang bensin lo banyak jadi kepingin boros. Nggak tau 'sih, lo susahnya nyari duit, gimana orang tua lo begadang cuma bisa nyukupin keperluan lo. Eh, lo-nya malah nggak tau diri," sinis Nayla. Dia terkekeh sumbang, Raka yang dikatakan seperti itu mengangkat alis. Agatha juga mengerutkan keningnya.
"Lo .... Beneran suka nggak 'sih, sama gue?" tanya Raka. Ucapan Nayla yang tadi sangat membuktikan kalau cewek itu tidak menaruh perasaan apapun padanya.
"Iya, jangan-jangan lo cuma pura-pura suka lagi sama Raka? Atau ... lo cuma pengen manfaatin dia?" Kali ini Agatha yang bersuara yang mana mampu membuat Nayla melotot kearahnya. Agatha melirik Raka yang juga meliriknya, Nayla jadi gugup tidak tahu harus mengatakan apa. "Jangan-jangan lo deketin Raka karena ada maunya lagi!"
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE!
__ADS_1
SALAM DARIKU,
SYUGERR