
"Kalo ada apa-apa cepet hubungin aku, aku nggak mau terjadi apa-apa sama pacar aku, paham, kan?" Raka menepuk puncak kepala Agatha dua kali dan cewek tersebut langsung mengangguk patuh.
Setelah memastikan Agatha benar-benar sudah pergi dan hilang dari pandangannya Raka segera memacu mobilnya untuk menuju apartemen miliknya. Tatapannya menghunus ke depan, pertanda bahwa emosinya sedang meluap-luap.
Ucapan Nayla sebelum turun dari mobil tadi benar-benar membuatnya murka. Cewek itu sudah berani berkata yang tidak-tidak tentang Agatha dan Raka sama sekali tidak terima hal itu. Raka tidak bisa menolerir siapapun yang berniat menyakiti hati Agatha-nya, membuat Agatha-nya tidak nyaman dan tersinggung.
DRRRT! Dering ponselnya membuat Raka berdecak. Dengan cepat dia meraih ponselnya di atas dashboard, mengecek siapa yang meneleponnya di waktu yang tidak tepat seperti ini. Dan jawabannya ialah Morgan, si cowok tengil sahabatnya.
"Apa?!" ngegas Raka setelah mengangkat panggilan.
"Lo dimana? Mau ngumpul nggak malem ini? Siapa tau aja lo mau nyewa ******?"
Raka berdecak. "Kagak, gue nggak suka cewek murahan!" tolaknya.
Morgan tertawa di seberang sana. "Kalo gitu lo bareng Agatha aja udah, lo 'kan, udah niat mau nikahin dia setelah lulus."
"Kagak, gue mah Agatha belum tentu jodoh. Siapa tau aja tuhan punya jalan lain, gue nggak kebayang gimana hancurnya Agatha nanti kalo sampe itu terjadi. Mending di halalin dulu," jawab Raka, mantap. Morgan terdiam, hening tercipta di antara mereka.
"Terserah lo ajalah, capek gue. Gino aja yang otaknya cerdas tiap malam iya-iya mah cewek---aduh!"
Raka tertawa saat Morgan mengaduh kesakitan. Dia yakin jika mulut lambe turah milik Morgan sudah terkena tampol telapak tangan Gino. Lagian, Raka juga tidak terlalu peduli pada hal-hal yang berbau dunia malam, kalau saja gabut tidak sering menghampiri mungkin Raka tidak mau menginjakkan kaki di tempat itu.
Raka memarkirkan mobilnya di bassement apartemen, setelah itu turun dengan langkah yang dipacu secepat mungkin. Dia tidak sabar ingin memarahi Nayla karena sikap lancangnya di mobil tadi.
"Elo kali yang manfaatin Raka. Kentara dari cara lo natap dia, udah ngaku aja! Cewek murahan nggak usah sok jual mahal," cibir Nayla. Dia hanya refleks mengatakan itu karena selalu di sudutkan.
Keluar dari lift. Raka langsung berpapasan dengan cewek yang ingin ditemuinya. Raka mengukir seringai, Nayla yang hendak masuk ke dalam lift urung dan langsung memutar tubuh menjauh dari Raka.
"Eh, mau kemana lo!" Raka mencekal lengan cewek itu dan menghentakkannya sampai Nayla berbalik badan menghadapnya. Raka meneliti penampilan Nayla dari bawah sampai atas, cewek itu berpenampilan cukup rapi. "Setelah ngatain Agatha yang enggak-enggak, lo mau kabur gitu?" tudingnya dan Nayla membalas dengan gelengan.
__ADS_1
"Trus maksud lo apa make pakaian rapi gini?"
Nayla menghempas lengannya sampai cengkeraman Raka terlepas. Cewek itu menatap tidak suka pada Raka, sulit untuknya untuk bersikap baik-baik saja saat ini. "Itu bukan urusan lo." Nayla hendak berjalan untuk mendahului Raka namun cowok itu memegang bahunya dan mendorongnya sampai membentur dinding. "Mau lo apasih?"
Raka terkekeh sumbang. "Gue tau kalo lo cuma pura-pura suka sama gue, iyakan?!"
"Iya, trus kenapa? Masalah?"
Raka tak segan langsung mendorong kening Nayla sampai kepala bagian belakang cewek itu membentur dinding, Nayla meringis namun sakitnya tetap dia tahan. Dia tidak ingin terlihat lemah.
"Ya masalah-lah. Dan gue paling nggak suka sama orang yang udah berani ngejelek-jelekin pacar gue, ngerti?" Raka menjauhkan tubuhnya. Dia meniup kepalan tangannya satu kali lalu berkacak pinggang. "Termasuk lo, sampai gue tau lo ngejelek-jelekin Agatha lagi ..., gue nggak bakal segan-segan ngancurin lo. Walau lo cewek sekalipun!"
"Kalo gitu ..., gue tetep mau ngancurin hubungan kalian berdua," ujar Nayla. Irisnya sudah berkaca-kaca, sekali berkedip maka runtuh sudah pertahanannya.
"Lo kenapa 'sih, Nay datang-datang udah mau jadi penghancur hubungan orang." Raka mengusap wajahnya, andai saja dia berhadapan dengan cowok maka dapat dipastikan jika kepalan tangannya sudah mendapatkan pelampiasan. Dia kembali menatap Nayla, "Pacar lo?" tanyanya ... karena seingatnya Nayla sudah mempunyai pacar.
"Udah gue putusin," jawab Nayla yang mana mampu membuat Raka tertawa keras, cowok itu merasa kalau jawaban Nayla sangat tidak masuk akal dan lucu.
"Nggak usah nge-bentak!" ujar Nayla.
"Makanya jawab! Kenapa lo sampai tega mutusin pacar lo?"
Nayla menelan ludah gugup, bibirnya tiba-tiba saja keluh untuk digerakkan, bahkan lututnya sudah tremor sedari tadi. "Karena dia nggak mau bekas orang lain," cicitnya.
Kening Raka mengerut. Tidak paham akan maksud perkataan Nayla. "Maksudnya?" tanya Raka, suaranya melunak hingga Nayla bisa bernapas lega. "Maksudnya apa? .... Dia nggak mau bekas orang lain, artinya lo ngehianatin dia? Lo ada main sama cowok lain di luar sana, dan cowok itu udah nyentuh lo, makanya pacar lo marah dan mutusin?" sosor Raka.
Nayla mengangguk. Raka mengukir seringai mencemooh. "Gue nggak tau lagi mendefinisikan lo sebagai cewek model apa. Terlalu murahan!" ujarnya geleng-geleng. Nayla mengepalkan tangan saat Raka menyebut kata murahan, tidak tahukah dia bahwa dirinyalah awal dari kehancuran hidup Nayla. "Jadi .... Lo mau kalo gue ngerasain ada di posisi lo. Agatha mutusin gue karena ngira gue ada main sama lo?" tudingnya lagi.
"Ini nggak seperti yang lo pikirin," tampik Nayla.
__ADS_1
"Nggak seperti apa, hah?"
"Gue nggak mungkin sejahat itu mau ngancurin hubungan orang kalo nggak ada alasan yang besar," tutur Nayla. Raka terdiam, menatap tajam pada cewek berambut panjang di depannya.
"Apa alasan lo?" tanya Raka. Dia cukup penasaran motif utama Nayla sampai-sampai dia rela jadi bulan-bulanan seisi kampus hanya karena pengungkapan cinta palsunya. "Dan kenapa lo sebodoh itu sampai mau jadi bahan bully-an semua warga kampus!" tuturnya lagi.
"Karena gue terpaksa biar bisa bebas deketin lo, nggak sembunyi-sembunyi lagi," tegas Nayla. Lagi-lagi Raka dibuat bingung dengan jawaban Nayla. Dia sama sekali tidak mengerti.
"Karena ...." Nayla menunduk, menatap ujung sepatunya, dia tidak tahu cowok tempramen ini ingin berbuat apa setelah berani dirinya memancing emosi. "Gue mau lo nikahin gue, karena lo yang udah ilangin kata 'gadis' dari diri gue, Raka."
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE!
KOMENTAR!
DAN SHARE CERITA INI KE MANAPUN KALIAN MAU!
DAN ... MENURUT KALIAN KAKAK DAN PACAR AGATHA ITU SIAPA?
SALAM DARIKU,
__ADS_1
SYUGERR