
Agatha mengangguk. "Cepet siniin, aku mau peluuuuk," celutuknya menggemaskan di mata Raka.
"EKHEM, KACANG POLONG-KACANG POLONG," teriak Morgan merasa diabaikan. Raka tertawa lalu menepuk punggung Morgan sedangkan Agatha tersenyum kaku dan memalingkan wajah. "Lagian lo sih ngacangin gue," sungutnya.
"Muka lo enak buat dikacangin soalnya," gurau Raka. Morgan mendengus membuat Raka menepuk pundak Morgan dua kali. "Cari cewek sana, kan, banyak tuh yang demen ama lo,” tuturnya membuat Morgan menggerakkan mulut 'nye-nye-nye'
"Btw, gue udah punya cewek, Ka," ujar Morgan membuat mimik Agatha membeku. Morgan melirik Agatha sekilas, tersenyum puas dalam hati melihat wajah cewek itu. "Nggak lama lagi dia bakal jadi milik gue sepenuhnya, sepenuhnya!" tekannya pada kata terakhir.
Agatha tak sengaja menjatuhkan bonekanya. Saat dirinya membungkuk ingin mengambil sebuah tangan lebih dulu meraihnya. Agatha mendongak, tersenyum tipis pada Raka yang menyerahkan boneka itu kembali. "Makasih, Sayang."
Raka mengangguk, mencium kening Agatha sekilas. "Gue nggak percaya 'sih, Gan. Kalo emang lo ada pacar, cuus sini kita dobeldet."
Morgan bergidik bahu, sesaat ekspresinya berubah namun tak berlangsung lama. "Entarlah, gue masih nunggu waktu yang tepat," ujarnya. Morgan tertawa pelan. "Daripada ngebucin mending lo cari tuh sahabat lo yang satu, nggak keliatan dari tadi. Bentar lagi mau masuk yang ngasih contekan uts siapa?" tuturnya.
Raka melirik sekitar juga menatap masuk ke kelasnya. "Iya ya, perpus kali, lo cariin aja sana. Sekalian sungkem di kakinya biar dikasih contekan," kelakarnya. Raka menggenggam tangan Agatha, ingin mengantar pacarnya pulang ke fakultas Bahasa. "Lo cariin Gino, gue anterin Agatha. Perfect!"
Morgan mendengus. "Serah lo Bambang," jengkelnya. Morgan menatap Agatha, "Bebeb Agatha kalo dah bosan sama Raka bilang sama Aa' Morgan, ya," ujarnya lalu mengedipkan mata. "Aa' Morgan selalu setia menunggu," imbuhnya yang tak mendapat balasan dari Agatha dan ketukan di kepalanya dari Raka.
"Mau aku bawain aja bonekanya?" tawar Raka melihat Agatha mulai kesusahan membawa boneka yang diberinya. "Padahal nggak terlalu gede," imbuhnya. Raka menarik kuping boneka itu, Agatha melotot lalu menepis tangannya.
"Jangan sentuh-sentuh boneka kesayangan aku," tuturnya nampak menggemaskan di mata Raka. Agatha memeluk bonekanya semakin erat. "Raka nggak boleh ya nyakitin Teddy," gerutu Agatha.
"Ya,ya,ya." Raka menarik lengan Agatha agar lebih dekat dengannya. Sungguh, Raka sangat mencintai cewek bernama lengkap Agatha Queenera ini, rasanya hidup Raka akan hambar tanpa kehadiran Agatha. "Sayang, aku mau makan masakan kamu, boleh?" tanyanya.
Agatha mengangguk. "Boleh dong. Nanti mampir ya ke apart aku, pulang sekolah juga boleh," jawabnya. Jika hari ini Raka mampir ke apartemennya, maka cowok yang menjabat sebagai 'pacar aslinya' tidak akan berani menampakkan diri. Agatha tidak ingin bertemu dengan Morgan hari ini.
"Singgah ke minimarket dulu tapi, aku nggak ada bahan masakan," ujar Agatha.
"Apapun untukmu, Sayang," jawab Raka.
"Kurang kerjaan banget 'sih, loh."
"Ih gemes tau, jangan kasar-kasar sama Meong entar dicakar."
Perhatian Raka dan Agatha teralihkan saat mendengar suara itu. Tepat di belokan depan mereka melihat Gino dan Nayla yang berjalan bersisian, Nayla terlihat menggendong seekor kucing dan menggoda Gino dengan mendekatkan kucing itu ke lengannya. Gino yang alergi kucing hanya bisa menatap jengkel dan mendorong bahu Nayla menjauh.
"Kok, mereka semakin deket, ya?" Batin Agatha.
"Raka."
__ADS_1
Gino menghentikan langkah saat berhadapan dengan Raka. Dia melirik Agatha sekilas yang juga menatapnya. "Mau kemana lo?"
Raka masih terpaku pada Nayla, menatap cewek itu nyalang. Nayla yang ditatap seperti itu tak tinggal diam, dia membalas tatapan Raka tak kalah tajamnya. Agatha tersadar, dia melihat wajah Raka dan Nayla bergantian sebelum menepuk lengan Raka.
"Lo ngapain deketin Gino, hah?" tajam Raka pada Nayla yang melotot padanya.
"Terserah gue dong. Mau deketin Gino kek, Morgan kek, elo kek, atau Agatha sekalipun." Nayla menatap Agatha yang meliriknya tidak suka. Nayla menunduk, melihat kucing digendongannya. "Mau deketin Meong, kek. Iya nggak Meong?"
Kucing itu bersuara membuat Nayla tertawa pelan. Raka mendengus. "Peduli setan." Raka menatap Gino. "Gue tau lo keras kepala, tapi dengerin gue kali ini aja," geramnya melirik Nayla sekilas. "Jangan deket-deket sama cewek uler ini!" tukasnya.
Nayla mendatarkan wajah. "Uler? Lo bilang gue uler? Apa kabar lo cowok br3ngsek!" pekiknya. Kepalanya mendongak balas menatap Raka yang menatapnya penuh permusuhan. "Seharusnya lo itu berterimakasih sama gue, gue itu udah ...."
"Nay," tegur Gino.
Nayla mendengus dan mengangguk. "Pergi lo dari sini," ujarnya jengkel. Nayla melirik Agatha mengejek. "Bucin."
"LO!"
"Raka, udah." Agatha menahan tangan Raka yang terangkat ingin mengetuk kepala Nayla. Agatha bukannya tidak senang melihat pertengkaran mereka, hanya saja sedari tadi tatapan mata Gino menusuknya, membuatnya gugup dan salah tingkah. "Aku ke kelas sendiri aja, kamu balik aja sama mereka so bentar lagi kamu masuk kelas."
Raka menggeleng. "Engg---"
Raka melirik Nayla sinis.
"Aku ba--"
"Bucin!"
Raka menggeleng, tidak ingin terpancing emosi karena Nayla. Dia menggenggam tangan Agatha. "Aku ...."
"Bucin!"
"STOP IT, NAYLA!" geram Raka.
"APALO?" Nayla balas menantang. Tatapannya tak kalah tajam. "Gue nggak ngomongin lo 'yah, gue ngejek si Meong yang dari tadi natap Gino Mulu, kayaknya Meong udah bucin sama Gino," imbuhnya membuat Gino melotot lalu mengetuk kepalanya dua kali.
Agatha mendengus tidak suka saat melihat Gino menyentuh rambut Nayla. "Aku pergi dulu, sampai ketemu nanti Raka." Agatha memilih pergi, Raka sempat mencekal dan memanggilnya namun tak menoleh dan tetap melangkah pergi.
"Si Meong natap Raka sekarang, kayaknya si Meong pindah cinta ke Raka," celutuk Nayla memainkan bulu lebat kucing itu membuat Gino menggeleng lalu pergi.
__ADS_1
"Gue colok mata 'tuh, kucing!" geram Raka.
"Jahat lo!" balas Nayla memeluk kucingnya erat.
Raka memutar mata malas, berbalik badan, dan mengikuti langkah Gino. "Maniak kucing," ejeknya.
Nayla melotot, berlari semakin dekat pada Raka dan tak segan menendang tulang kering cowok itu. "Daripada lo maniak cewek!"
"MULUT LO, BANGS4T!"
.
.
.
TIM AGATHA-RAKA MANA SUARANYA?
TIM GINO-NAYLA MANA SUARANYA?
TIM MORGAN-AGATHA MANA SUARANYA?
TIM GINO-VIOLA MANA SUARANYA?
spam koment yah biar aku makin semangat ❤️
dan juga jangan lupa VOTE! bener-bener nurun Drastis Vote-nya.
Buat yang minat baca ceritaku yang lain bisa DM ke ig ya😉
TIGER&RIVAL menunggu kalian soalnya✨
SPAM NEXT BIAR NGGAK DIEM-DIEM BAEE👉
EMOTICON YANG MEWAKIL PERASAAN MU SAAT INI?
sekalian, ada yang mau di sampaikan sama Gino dan Nayla? atau Morgan dan Agatha?
Salam dariku,
__ADS_1
SYUGERR