
...~𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈~...
Setelah hari itu, Arga pun meminta Putri dan juga Dewi untuk tinggal di mansion nya. Dan untuk urusan barang-barang berharga akan di urus oleh suruhan Arga.
Bahkan Arga sudah menyiapkan banyak baju untuk Putri dan juga Dewi.
"GrandPa!" panggil Putri.
"Ya ada apa cucuku?" tanya Arga.
"Ini kok pa rok nya pendek semua??" tanya Putri.
"Emang model nya gitu nak. Sudah ya, pakai saja yang GrandPa beli. Setidaknya hargai lah. GrandPa bingung dengan soal pakaian kalian." jawab Arga.
"Baiklah." jawab Putri.
Hari ini tepat di mana Putri, Lili, dan juga Dita berencana untuk membuat perusahaan.
Mereka menggunakan laptop milik Putri yg di beli Arga, Grandpa dari Putri dan juga Dewi. Papa dari Mama Putri.
Mereka membuat ini dari pagi hari. Sekitar jam 7, mereka bertiga sudah berkumpul di mansion keluarga Amalia.
"Dita, dan Lili. Apa kalian berdua siap?" tanya Putri.
"Siap kapten!" jawab Lili dan Dita.
"Hahaha.. aku bukan kapten kalian!" ucap Putri.
"Ya.. Siap Putri!" jawab Lili dan juga Dita.
"Terserah lah. Ayo mulai!" ucap Putri.
__ADS_1
Untuk prosedur nya sudah di urus oleh Grandpa dari Putri.
Jadi tinggal membuat nya saja. Untuk gedung dan alamat nya bahkan sudah di urus oleh Grandpa Arga.
Siang harinya..
"Nona Lily, Nona Julia, dan juga Nona Anastasya. Makan siang sudah siap. Tuan Arga meminta saya untuk memanggil kalian ke ruang makan." ucap pelayan.
"Sebentar lagi ya! Ini lagi nanggung banget soalnya, mbak!" jawab Putri.
Meskipun sedikit aneh jika Putri memanggil pelayan dengan sebutan mbak. Tapi pelayan itu menyetujui nya. Apalagi pelayan di mansion ini kebanyakan sudah punya anak.
"Baiklah, akan saya sampaikan pada Tuan Arga. Saya permisi dulu." ucap pelayan lalu pergi.
Beberapa menit kemudian..
"Akhirnya selesai juga!" ucap Putri.
"Eh iya juga ya.. Ayoooooooo!!" ucap Putri.
Mereka bertiga pun menuju ke ruang makan. Tampak Arga, Amelia, Gita, Laura, Alvano, Davian, dan juga Dewi.
"Loh Grandpa? Kok ada om Alvano dan juga kak Davian ya?" tanya Putri.
"Ohh.. Grandpa sengaja ngajak." jawab Arga.
"Hem." ucap Davian.
"Ayo duduk kalian bertiga. Apa kalian bertiga mau di situ terus?" ucap Davian pedas.
Memang sih Davian itu dingin, tapi.. kalau sekali bicara nya panjang pasti yg pedas banget. Sampai ke hati hehe.
__ADS_1
"Eh iya kak." ucap Putri lalu duduk dengan di ikuti Lili dan juga Dita.
Mereka pun berdoa. Setelah berdoa, mereka pun mulai makan.
Setelah beberapa menit makan siang, mereka pun selesai.
Putri, Dita, dan juga Lili pun melanjutkan untuk membuat perusahaan nya lagi.
"Grandpa, om, kak Davian, Tante Laura, Dewi, Putri sama Dita dan juga Lili mau lanjutkan untuk yang tadi ya!" ucap Putri.
"Iya nak!" jawab Alvano.
"Iya kak!" jawab Dewi.
"Hm." jawab Davian.
"Iya cucu ku Lily." jawab Arga.
Putri, Dita, dan juga Lili pun melanjutkan untuk membuat perusahaan nya lagi.
Dengan di temani cemilan dan juga minuman.
"Ayo, kita bertiga lanjutkan!" ajak Putri.
"Siap bos!" jawab Dita dan juga Lili.
"Putri bukan bos kalian. Kalau misalnya nanti di kantor terus di depan banyak karyawan, tolong panggil Putri dengan sebutan Nona atau Miss ya. Tapi kalau cuma kita berdua, panggil nya kayak biasa saja." ucap Putri.
"Oke." jawab Dita dan juga Lili.
Mereka pun melanjutkan nya hingga akhirnya selesai. Mereka pun selesai dalam pembuatan 2 perusahaan.
__ADS_1
...~𝑩𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒃𝒖𝒏𝒈~...