
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
Namun, Alex dan Rey tidak berani bertanya kepada Yana mengenai hal tersebut.
Setelah beberapa menit, makanan dan minuman yang dipesan Yana pun diantar oleh pelayan dengan menggunakan nampan.
Yana dan kedua anaknya pun mulai makan. Alex dan Rey pun melanjutkan makan mereka kembali.
Usai makan siang, Alex pun mendekati Yana.
“Nona Yana.” panggil Alex kepada Yana.
“Iya, Tuan. Ada apa, ya?” sahut Yana.
“Ini, ada kado untukmu,“ jawab Alex sembari memberikan kado kepada Yana.
Yana pun mengernyitkan keningnya bingung, “Kado?”
“Iya, Nona. Tolong diterima, ya,” jawab Alex.
“Tapi Tuan..” ucap Yana sengaja menggantungkan kalimatnya.
“Tolong diterima,” sahut Alex.
“Ah.. baiklah. Terima kasih,” sahut Yana dengan terpaksa menerima kado tersebut dari Alex. Entah apa isi kado tersebut. Yana berharap, isi kado tersebut tidak aneh-aneh.
“Sama-sama, Nona,” sahut Alex.
Yana pun pergi bersama kedua anaknya meninggalkan Alex dan asisten Alex bernama Rey.
“Apa yang kamu berikan kepadanya, Tuan?” tanya Rey penasaran kepada Alex.
“Rahasia,” jawab Alex.
“Is.. pelit sekali!” dengus Rey kesal.
__ADS_1
“Siapa yang pelit?” tanya Alex kepada Rey.
“Ya.. Tuan sendiri lah,“ jawab Rey.
“Dahlah, lebih baik.. kita segera kembali ke perusahaan,“ sahut Alex.
“Lho, bukankah jam makan siang masih lama ya?” tanya Rey kepada Alex dengan perasaan bingung.
“Berapa lama, emangnya? Bukankah sudah....” jawab Alex terhenti ketika dirinya melihat jam tangannya.
“Sudah apa, Tuan?” tanya Rey kepada Alex. Rey pun ikut-ikutan melihat jam tangannya. Lho, ini masih sekitar tiga puluh menit lagi jam makan siang selesai?
“Gak jadi,“ jawab Alex membuat Rey sangat kesal kepada Alex.
“Tuan bikin aku kesal saja, kayak gak ada kerjaan lain aja,” sahut Rey.
“Tapi ya mau gimana lagi, kerjaan aku 'kan cuma ngangguin kamu,” sahut Alex.
“Heh! Kalau Tuan berani gay sama aku, nanti aku tuntut Tuan ya,” ancam Rey kepada Alex. Rey berencana untuk membuat Alex takut dengan ancamannya, tapi justru tidak.
“Iss...” ucap Rey kesal kepada Alex.
“Kamu mau ke mana lagi, emang?” tanya Alex kepada Rey.
"Terserah Tuan saja,” jawab Rey cuek.
“Oke.. kita ke perusahaan sekarang!” seru Alex.
“Sip!” sahut Rey.
Mereka berdua pun memilih menghabiskan jam makan siang ke perusahaan. Entah apa yang bisa mereka lakukan di perusahaan selain mengecek berkas penting.
⚘⚘⚘
Sementara di Yana.
__ADS_1
Sekarang, Yana berada di dalam mobil. Mobil di setir oleh sopir.
Yana pun penasaran dengan kado yang diberi Alex. Namun, Yana berusaha agar tidak membuka kado tersebut sekarang. Sebab, di sini ada kedua anaknya. Yana sendiri juga takut apabila kado tersebut diisi barang berbahaya seperti bom dan sebagainya.
Tapi karena rasa penasaran yang cukup besar dengan isi kado tersebut, Yana pun mulai membukanya secara perlahan.
Sedangkan kedua anak nya asik bermain. Kedua anak nya sangat akur membuat Yana tidak repot mengurus kedua anaknya dengan sendiri.
Yana pun membuka kotak kado tersebut. Yana pun terkejut dengan isi kado tersebut.
“Cokelat? Permen?” seru Yana sembari tersenyum melihat kedua cemilan tersebut. Ia seperti anak SMK atau SMA yang sedang berjatuh cinta.
“Mommy...” panggil Yuna kepada Yana.
“Iya, sayang. Ada apa?” sahut Yana lembut.
“Mommy lihat apaan itu?” tanya Yuna kepada Yana dengan penasaran.
Mendengar ucapan Yuna, Yena sang adik pun fokus dengan kado yang dipegang Yana. Entah mengapa, Yena pun ikut penasaran dengan isi kado tersebut.
“Iya, myy. Itu apa?” sahut sang adik Yena.
“Ini kado,” jawab Yana.
“Kado itu apaan, mmy?” tanya Yuna kepada Yana dengan penasaran. Maklum, baru pertama kalinya Yuna dan Yena mendengar kata ‘kado’. Biasanya anak kecil yang baru beranjak usia dua tahun, ia akan penasaran dengan benda sekitarnya.
Yena pun juga ikutan penasaran seperti sang kakak.
“Kado itu hadiah, sayang,” jawab Yana.
Yena dan Yuna pun hanya mengangguk lalu kembali fokus dengan mainan mereka.
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......
Hai kakak semua! Maaf updatenya malam, jangan lupa dukungan nya ya! 😁
__ADS_1
Thank's All. 🙏🏻💞