Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
Bab 7 : Putri pingsan karena syok


__ADS_3

...~𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈~...


Para donatur acara ini juga datang. Termasuk Tuan Alvano dan juga keluarga besar Amalia.


Putri tak pernah menduga di mana hari kelulusan nya di hadiri keluarga besar nya sendiri? Ia tak tahu apa yg harus ia lakukan? Melarikan diri? Tidak mungkin, karena ini adalah acara terbesar nya. Tidak mungkin, Putri meninggalkan begitu saja.


Bahkan Tante Laura juga kaget, karena keluarga besar nya hadir.


Tante Laura juga tak menduga jika donatur di acara ini juga termasuk keluarga besar nya sendiri. Tante Laura melupakan satu hal. Jika sekolah ini milik keluarga besar Amalia. Hal itu lah yg paling penting dan di lupakan Tante Laura.


Dan tiba saat Putri harus maju, Putri tak tahu harus bagaimana. Bagaimana jika keluarga besar nya bertanya? Putri belum siap soal itu. Meskipun rindu, ia masih saja tidak siap. Bahkan selama ini Putri tidak pernah memikirkan hal itu. Putri terlalu sibuk dengan pelajaran nya.


Putri pun terpaksa harus maju. Baru saja ia maju, keluarga besar Amalia melihat Putri langsung terkejuttt!!


"Ma, bukannya itu.. Lily ya ma?" tanya kakak Zaskia yg bernama Gita Amalia.


Yaa.. memang saat itu Zaskia pernah mengatakan nama anak-anak nya pada keluarga Amalia. Nama yg sudah di buat Zaskia. Zaskia membuat 2 nama. Nama Lilyana Putri Amalia itu adalah nama Putri. Sedangkan Citra Dewi Amalia adalah nama Dewi adik Putri sendiri.


Di keluarga besar Amalia, Putri di sebut Lily.


"Eh? Iya juga ya. Kok dia bersama Laura? Lalu satu wanita itu siapa? Dan apakah anak kecil itu adalah Citra? Dan.. di mana Zaskia?" tanya Mama Zaskia yg bernama Amelia Amalia.


"Sepertinya Laura sudah mengetahui semuanya. Nanti setelah acara ini selesai, kita tanyakan saja pada mereka." jawab Papa Zaskia yg bernama Arga Gevano Pratama.


"Hemm.. ide bagus juga pa." ucap Gita.


Setelah selesai, Putri pun turun dengan di ikuti Tante Laura, Bu Wati, dan juga adik kesayangan nya itu Dewi.


Para penonton pun memberikan tepuk tangan meriah.


Meskipun Putri dingin dengan orang lain, tapi ia tak pernah segan untuk mengatakan 'Terima kasih'.


"Terima kasih." ucap Putri.


Setelah sampai di tempat duduk nya, Putri dan lainnya pun duduk kembali.


Setelah acara selesai, Putri dan lainnya pun berniat pulang. Tapi sebelum itu...


"Laura, Lily, Citra." panggil Arga.


Mereka bertiga yg merasa nama mereka di panggil pun melihat ke belakang. Laura yg sudah mengetahui nya pun menyiapkan mental.

__ADS_1


"Hem?" tanya Putri yg sudah mengetahui jika pria di depan nya ini adalah kakek nya yg artinya Papa dari Mama nya.


"Apa kamu Lily dan Citra?? Cucu ku??" tanya Arga dengan suara bergetar.


Putri pun diam. Ia tak tahu harus jawab bagaimana.


Tanpa jawaban dari Putri dan juga Dewi, Arga pun langsung memeluk erat Putri dan juga Dewi yg masih diam mematung.


"Kak, siapa pria ini??" tanya Dewi.


Namun, Putri hanya diam. Ia masih syok soal hal ini. Namun ia harus tegar, jangan sampai ia pingsan hanya karena syok. Apalagi acara nya ini dari pagi sampai siang. Putri bahkan belum makan siang.


"Saya adalah kakek mu, Citra. Yang artinya saya adalah Papa dari Mama kalian." jawab Arga setelah melepaskan pelukannya.


Dewi pun hanya mengangguk. Nanti ia ingin menanyakan hal semua ini pada kakak nya.


"Lily, kenapa kamu diam saja??" tanya Arga.


Arga pun kembali memeluk Putri. Namun Dewi tidak ia peluk.


Tiba-tiba tubuh Putri pun mulai melemas. Dan.. Putri pun pingsan di pelukan kakek nya Arga.


"Astaga nak. Kamu pingsan!!" ucap Arga.


"Apaa?? Putri pingsan??" tanya Laura dan Bu Wati.


"Ayoo.. bawa ke mansion Amalia. Mansion Amalia yang paling dekat." ucap Arga.


Laura dan Bu Wati pun mengangguk. Mereka pun ikut dengan Arga. Sedangkan Dewi juga ikut. Ia khawatir jika asam lambung kakak nya ini kambuh. Apalagi beberapa hari ini, kakak nya terlalu sibuk dengan ujian kelulusan nya. Bahkan makan siang nya hampir Putri lewatkan kalau tidak di ingatkan.


Sedangkan Dita dan Lili serta kedua orang tua mereka sudah pulang.


"Pak, antarkan kami ke mansion keluarga besar Amalia ya." pinta Arga.


"Baik, Tuan." jawab sopir mobil.


Sedangkan yg lainnya yg termasuk keluarga besar Amalia dan juga Pratama? Arga menyuruh mereka untuk pergi ke mansion keluarga besar Amalia. Karena ada hal penting.


Hanya butuh beberapa menit, mobil mereka pun sampai.


Pintu mobil pun di buka satpam.

__ADS_1


"Terima kasih, pak." ucap Arga sambil mengendong Putri.


"Sama-sama, Tuan." ucap satpam.


Arga pun mengendong Putri masuk ke dalam mansion, yg lainnya belum sampai. Sedangkan Tante Laura, Bu Wati dan juga Dewi hanya mengikuti kemana Arga pergi.


Ternyata Arga pergi ke kamar yg dulu pernah ia siapkan untuk Putri.


Kamar ini masih kosong, tapi selalu di bersihkan.


Kamar Dewi pun juga ada.


Arga juga tak lupa menelepon dokter pribadi nya.


Tak lama kemudian, dokter pribadi Arga pun datang.


"Adaa yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya dokter pribadi Arga yg bernama Darren.


"Tolong periksa cucu saya!!" pinta Arga.


"Baik, Tuan." jawab dokter Arga.


Semua orang pun di suruh dokter Darren untuk keluar dari kamar Putri.


Dokter Darren pun memeriksa kondisi Putri. Ia juga memasangkan infus di pembuluh darah Putri karena ia merasa Putri harus di infus.


"Bagaimana, dok?" tanya Dewi.


"Hm.. sepertinya penyakit asam lambung nya kambuh. Saya rasa apa akhir-akhir ini cucu anda sering telat makan siang?" tanya dokter Darren.


"Iya dok. Kakak saya sering telat makan siang karena selalu fokus dengan pelajaran nya. Apalagi akhir-akhir ini kakak sedang ujian kelulusan." jawab Dewi seperti sedang mengadu.


"Oleh karena itulah.. asam lambung nya kambuh. Jadi saya harus infus cucu anda. Saya sarankan nanti cucu anda setelah sadar meminum air jahe yang hangat. Itu saja." ucap Dokter Darren.


"Terima kasih, dok." jawab Arga.


"Sama-sama. Cucu Anda sebentar lagi sadar." ucap dokter Darren lalu pamit pergi.


Tak lama kemudian, Putri pun sadar dari pingsan nya.


...~𝑩𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒃𝒖𝒏𝒈~...

__ADS_1


__ADS_2