
...~𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈~...
"Akhinryaa.. apa Dewi sudah mendonorkan nya??" tanya Amelia.
"Belum. Dewi baru di bawa dokter yang lain ke ruangan nya." jawab Dokter tersebut.
"Baiklah, dok. Lakukan yang terbaik untuk cucu saya." pinta Amelia.
"Tentu." jawab dokter.
1 jam pun berlalu..
Akhirnya Dewi pun selesai mendonorkan darah nya mungkin sekitar 3 kantong untuk Putri.
"Dewi, apa kamu mau makan sore??" tanya Amelia.
"Mau, grandma. Soalnya tiba-tiba perut Dewi merasa lapar." jawab Dewi dengan jujur.
"Baiklah, Grandma akan menemani mu. Sekalian Grandma juga mau makan." ucap Amelia.
"Mass.. aku mau temani Dewi makan sekalian aku juga mau makan. Apa mas mau titip sesuatu? Atau mungkin Gita? Atau Laura?" tanya Amelia.
"Aku titip nasi goreng nya ya, ma. Di bungkus, Gita mau makan di sini saja." jawab Gita.
"Laura juga sama kayak kak Gita." jawab Laura.
"Samakan saja." jawab Arga.
"Baiklah, kalau gitu aku mau pergi dulu. Nanti kalau ada apa-apa, tolong kabarin Amelia ya." ucap Amelia lalu pergi.
"Ya." jawab mereka bertiga.
"Seperti nya setelah kejadian ini. Anggap saja kejadian ini sebagai pelajaran untuk papa. Karena papa meminta suruhan papa untuk menjaga nya dari jauh. Jadi mulai sekarang, suruhan papa akan mengikuti kalian kemana pun pergi." ucap Arga.
Gita dan Laura yg mendengar ucapan Arga pun hanya mengangguk.
"Oh ya pa, apa papa tidak meminta orang tua nya teman Putri untuk ke sini? Atau papa belum memberitahu nya??" tanya Laura.
"Astaga.. papa lupa. Bimo dan Pram kemana?" tanya Arga.
"Bimo dan Pram ke.. kayaknya ke kantin deh, pa." jawab Laura.
"Oh ya sudah. Papa telpon saja." ucap Arga.
Tutt.. tuttttttt...
"Bimo.. Pram!" ucap Arga.
"Ada Apa, Tuan?" tanya Bimo dan Pram yg memang sedang berduaan.
"Tolong kamu beritahu kedua orang tua teman Putri cucu saya. Tentang keadaan nyaa." jawab Arga.
__ADS_1
"Baik, Tuan." ucap Bimo dan Pram.
Tut.
Sambungan telpon pun di matikan Arga.
Tak lama kemudian, dokter dari ruangan IGD Lili dan juga Dita pun keluar.
"Bagaimana, dok?" tanya Gita.
"Syukurlah.. kondisi nya sudah membaik. Kami akan pindahkan ke ruangan ICU selama belum siuman. Jika sudah siuman, baru kami memindahkan mereka berdua ke ruang rawat." jawab dokter.
"Syukurlah." ucap Gita dan juga Laura.
"Tapi." ucap Dokter.
"Tapi kenapa, dok?" tanya Gita.
"Tapi kemungkinan besar, mereka berdua akan mengalami sebuah trauma." jawab dokter.
"Apaa tidak ada hal yang bisa menyembuhkan nya, dok?" tanya Laura.
"Tidak! Tapi ada cara mengatasi agar trauma nya berkurang...
Cerita ke orang terdekat.
Curhakan melalui tulisan.
Hadapi ketakutan yang di rasakan. Mungkin cara ini tidak mudah karena orang yg trauma harus mengingat kembali kejadian yang membuat kita trauma. Lalu mencoba untuk mengatasi ketakutan nya.
Itu menurut saya, Nona." jelas dokter.
"Cara yang ke empat sangat sulit banget ya, dok?" tanya Laura.
"Ya, nona." jawab dokter.
Tidak lama kemudian dokter yg dari ruang IGD Putri pun keluar.
"Bagaimana keadaan cucu saya, dok?" tanya Arga.
"Kondisi nya sudah lumayan membaik. Beruntung cepat di bawa ke sini. Dan sama di katakan dengan dokter sebelah saya ini. Bahwa kemungkinan besar cucu anda akan mengalami sebuah trauma. Ini baru prediksi kami." ucap dokter.
"Hem." ucap Arga sambil mengangguk.
"Lalu dengan luka nya akan membaik jika sudah lama. Saya sarankan luka tersebut jangan terkena air hingga luka nya sudah kering. Dan perban harus di ganti setiap 2 kali sehari. Untuk mengganti nya, saya harap tidak mengganti sendiri. Untuk kapan sadar nya, saya belum tahu. Doakan saja agar nona Putri cepat sadar. Saya sudah pindahkan nona Putri ke ruang ICU selama belum siuman. Terima kasih. Bila ada pertanyaan atau perkataan saya yang agak kurang jelas, silahkan ke ruangan saya. Terima kasih." ucap dokter.
Tidak lama kemudian..
__ADS_1
Alvaro, Davian, kedua orang tua Lili dan juga Dita pun datang dengan buru-buru.
"Maaf bro. Kami berdua terlambat. Karena di jalan sangat macet sekali." ucap Alvano.
"Ya." ucap Arga lalu terduduk lemas di kursi nya setelah mendengar jawaban dari dokter.
"Bagaimana keadaan anak saya??" tanya Mama Lili.
"Yaa, bagaimana dengan Dita??" tanya Mama Dita.
"Ma.. sabar dulu. Gimana cara nya Tuan Arga menjelaskan jika kalian bicara non-stop?" protes Papa Lili.
"Ya." ucap Mama Lili.
Arga pun menjelaskan apa yg di katakan dokter pada kedua orang tua Lili dan juga Dita.
"Begitu." ucap Arga.
Tetapi kedua orang tua Lili dan Dita langsung ke ruangan ICU anak mereka masing-masing. Sepertinya kekhawatiran terlalu besar.
"Sabar ya bro, doakan semoga Putri cepat sadar." ucap Alvano.
"Ya, Vano." jawab Arga.
"Padahal aku tadi rencana nya ingin menjodohkan Putri dengan Davian." ucap Alvano.
"Hah? Menjodohkan? Tetapi bukanlah cinta tidak bisa di paksakan? Bagaimana jika justru kehidupan rumah tangga mereka tidak seperti yang kamu harapkan?" tanya Arga.
"Tenang.. cinta itu tumbuh." jawab Alvano.
"Aku tak mau jika cucu ku jadi janda gara-gara anak kamu menyakiti nya." protes Arga.
Setelah di bujuk beberapa kali oleh Alvano, akhirnya Arga pun menerima nya.
"Ck, sudahlah. Aku mau ke ruangan nya Putri dulu." ucap Arga lalu bangkit dari tempat duduk nya dan pergi ke ruangan ICU Putri yg kebetulan dekat dengan nya.
"Putri.." lirih Arga.
"Sabar bro, Putri pasti akan sadar nanti." ucap Alvano.
Sedangkan Davian hanya diam saja. Ia juga sedikit terkejut mendengar jika papa nya ingin menjodohkan nya dengan Putri. Ia tak menyukai Putri karena menurut nya Putri itu tidak baik.
Semua berada di luar dugaannya. Apalagi ia sekarang sudah punya pacar. Pacar nya yg bernama Layla. Ia sudah pernah meminta restu dengan papa nya. Namun, papa nya tidak merestui hubungan Davian dan juga Layla.
Jadi Hubungan Davian dan juga Layla sudah berjalan selama 1 tahun. Davian tahu betul jika Layla adalah orang baik. Padahal semua berbeda dari dugaan nya.
...~𝑩𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒃𝒖𝒏𝒈~...
Apakah nanti Putri akan menerima perjodohan tersebut? Akankah Putri berbahagia di rumah tangga nya nanti?
Yg pasti bakal sedih. Rumah tangga tidak seperti yg di harapkan Alvano, om nya sahabat kakeknya.
__ADS_1
Jangan lupa like nya ya kakak-kakak semuanyaa...
Terima kasih banyak.