Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
Bab 37 : Terima Kasih, Mama.


__ADS_3

...~𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈~...


Semangat ya, Nak. 💞


Selesai.


Air mata Yana turun begitu saja. Dia selalu merasa jika ia yg paling menderita. Tapi Mama kandungnya justru lebih menderita darinya.


Lalu, tiba-tiba tulisan yg sudah selesai mendadak ada tulisan lagi.


Yana pun membacanya lagi.


Isi :


Oh ya, Nak. Nanti suatu hari kamu akan bertemu dengan keluarga Asli Mama. Mama yakin kamu akan kuat nanti. Mama tidak tahu keluarga asli Mama, karena Mama dulu di adopsi.


Dan keluarga asli Mama adalah keluarga kandung Mama. Mama yakin jika suatu hari kamu bertemunya, kamu kuat menerima kenyataan ini semua.


Selesai.


"Terima kasih, Mama." gumam Yana ketika membaca catatan tersebut. Lalu, tiba-tiba semua tulisan di catatan tersebut menghilang. Yana pun menutup laptopnya.


"Miss, apa ada perlu?" tanya Sarira pada Yana.


"Tidak. Tapi tolong simpan laptop ini kembali. Saya ingin istirahat sebentar." pinta Yana.


"Baik, Miss." jawab Sarira.


Yana pun berbaring lalu mulai memejamkan kedua matanya. Karena rasa pusingnya, membuat Yana ingin tidur terus.

__ADS_1


Sarira pun keluar dari ruangan rawat Yana, karena takut jika keberadaan nya membuat Yana terganggu tidurnya. Jadi Sarira lebih memilih jika keluar sebentar. Apalagi Yana jika tidur sebentar, tidak akan pernah lama. Palingan sekitar 2 jam. Tapi ini tidak tahulah. Bila Sarira juga ingin tidur, maka Sarira harus memesan hotel dekat rumah sakit ini untuk menginap.


Tiba-tiba, Sarira dikejutkan oleh seseorang.


"Baaa!!!" ucap orang tersebut.


"Astaga." ucap Sarira terkejut sambil memegang dadanya. Ia merasa seperti jantungnya ingin keluar dari tempatnya.


"Maaf. Tumben Nona Sarira keluar?" tanya orang tersebut yg ternyata adalah Agler. Agler juga memiliki sifat jahil terhadap seseorang.


"Emang tidak boleh jika saya keluar?" tanya Sarira balik. Bukannya Sarira menjawab pertanyaan Agler, justru Sarira malah ikut bertanya.


"Boleh saja. Tapi ada apa?" ucap Agler.


"Miss Yana sedang beristirahat. Lebih baik, jangan diganggu bila tidak mau dimarahi." jawab Sarira.


"Sangat. Intinya jika tidak mau dimarahi, lebih baik tidak usah diganggu. Oh ya, apa kamu ingin mengganggunya?" ucap Sarira.


"Tentu." jawab Agler.


"Eh.. jangan." bantah Sarira.


"Kenapa emang?" tanya Agler pada Sarira.


"Kann.. sudah aku katakan tadi." jawab Sarira.


"Tadi? Apanya, Nona Sarira?" tanya Agler pada Sarira.


"Tidak usah terlalu formal begitu terhadapku. Lebih baik cukup panggil saya dengan sebutan Sarira." ucap Sarira.

__ADS_1


"Baiklah. Kamu juga memanggilku dengan sebutan Agler. Karena sepertinya usia kita sama." pinta Agler.


"Tidak. Aku lebih muda dari Miss saya. Jadi tidak mungkin usia saya dengan anda sama." bantah Sarira.


"Hah? Tapi kamu terlihat lebih tua dari adik saya?" ucap Agler pada Sarira.


"Aku hanya terlalu tinggi. Tidak terlalu tua. Aku baru berusia sekitar 20 tahun. Sedangkan Miss saya baru berusia 23 tahun." ucap Sarira.


"Aku berusia 27 tahun. Lalu, kamu panggil aku dengan sebutan apa?" tanya


Agler pada Sarira.


"Bagaimana dengan sebutan kak Agler?" tanya Sarira pada Agler.


"Mungkin lebih baik." jawab Agler.


"Baiklah, kak." ucap Sarira.


"Nah gitu kan bagus, Sarira." ucap Agler tersenyum pada Sarira.


Sarira yg melihat senyuman Agler pun menjadi terpesona. Apalagi Agler terkenal tidak pernah senyum. Seolah-olah jika ingin tersenyum, maka harus bayar dengan harga mahal. Tapi.. kali ini?


...~𝑩𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒃𝒖𝒏𝒈~...


Wah,. PDKT, bukan sih?


Jangan lupa like nya yaa kak.


Thanks. 🙏🏻💞

__ADS_1


__ADS_2