
~Happy Reading~
Tidak terasa, sekarang sudah malam hari. Udara dingin mulai terasa di tubuh mereka. Namun, hal tersebut tidak dirasakan oleh Tuan Alex dan asistennya dikarenakan mereka menggunakan baju yang cukup tebal setiap ke kantornya. Lagipula, mereka sudah terbiasa dengan udara dingin ini malah melebihi nya.
Alex khawatir apabila wanitanya kedinginan. Ingin sekali segera ia bertemu dengan Yana. Berharap dirinya adalah jodoh Yana.
“Ya Tuhan.. Segeralah pertemukan diriku dengan Yana. Aku mencintainya setulus hatiku. Tidak akan kubiarkan kejadian masa lalu terjadi kembali..” batin Alex.
“Udara malam ini terasa seperti saat siang hari saja ya, Tuan!” seru Rey asisten Alex.
“Iya, kamu benar! Mungkin karena kita menggunakan pakaian yang tebal!“ sahut Alex.
“Lalu, apa yang kamu khawatir sejak tadi Tuan?“ tanya Rey dengan rasa penasaran sejak tadi.
“Yana … Aku takut apabila dia kedinginan di sana!“ jawab Alex.
“Tahu gitu, Tuan tidak usah buat beginian!“ sahut Rey.
Alex terdiam. Alex dan Rey melihat goa di depan mereka. Mereka berdua bimbang untuk memutuskan haruskah mereka masuk ke dalam goa lebat tersebut? Goa tersebut sangatlah gelap.
“Tuan, apakah kita harus masuk ke goa sana?“ tanya Rey.
__ADS_1
“Sepertinya!“ jawab Alex.
“Hem, oke! Tapi aku ingin menyalakan api terlebih dahulu di goa sana agar tidak terlalu gelap! Terlalu mengerikan sekali gelapnya!” seru Rey.
“Terserah kamu saja, Rey!“ sahut Alex pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Rey.
Rey segera berlari menuju ke tempat goa tersebut. Alex menyusul Rey yang sudah berlari jauh.
“Melelahkan!“ ucap Alex dengan napas ngos-ngosan.
“Ya, Tuan! Sangat melelahkan!“ sahut Rey.
“Baiklah, baiklah! Aku salah!“ jawab Rey.
“Sudah tahu bakalan kelelahan. Kenapa lagi dia ikutan lari?“ batin Rey kesal terhadap Alex.
Mereka berdua mulai membuat api. Mereka mencari kayu di sekitaran goa. Beruntung, masih ada sisa kayu yang berserakan. Mereka segera mengangkutnya dan kembali ke goa. Mereka berencana untuk beristirahat sebentar di goa tersebut mengingat hari sudah malam. Malam adalah waktu untuk istirahat.
Setelah mengumpulkan cukup banyak kayu, mereka mulai membuat api. Alex dan Rey melepaskan jas kantor mereka agar terasa hangatnya api buatan mereka.
Tiba-tiba di antara mereka berdua, salah satunya kelaparan.
__ADS_1
Kruukk.. Kruukk.. (Anggap aja deh suaranya begitu).
“Kamu lapar, Rey?“ tanya Alex.
“Iya, Tuan! Hehehe..“ jawab Rey cengir.
“Oke! Kita cari makanan untukmu dan aku!” Rey mengangguk.
Mereka berdua mulai mencari makanan di Black Forest ini. Mereka menemukan buah-buahan di sekitaran sini. Daripada tidak ada makanan yang bisa dimakan, mereka berdua memilih memakan buah-buahan tersebut. Bukankah katanya buah-buahan sehat untuk tubuh?
Tiba-tiba saja, mereka menemukan seorang wanita di dekat mereka. Alex lamgsung segera menghampiri wanita tersebut. Rey yang melihat Alex menghampiri wanita tersebut pun ikutan menyusul Alex.
Mereka berdua terkejut dengan wanita tersebut. Wanita ini adalah wanita yang sedari tadi mereka cari-cari.
“Kamuu?“ ucap Alex dan Rey terkejut.
Tidak bisa dibayangkan bagaimana terkejutnya mereka berdua saat melihat wanita ini. Padahal sedang mencari makanan yang bisa di makan oleh mereka. Tapi justru setelah menemukan makanannya, mereka malah bertemu dengan wanita yang dari tadi mereka cari-cari. Hanya saja, mereka pasrah dengan keadaan.
“Kalian?“
To be continued...
__ADS_1