Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
BAB 60 : KOTA KELAHIRAN


__ADS_3

~Happy Reading~


Dua hari pun berlalu. Akhirnya perjuangan mereka tidak sia-sia. Usaha mereka membuahkan hasil. Akhirnya mereka sampai di kota kelahiran mereka.


“Akhirnya kita sampai juga!“ seru Yana.


“Ya, setelah dua hari berlalu kita berpetualang di Black Forest!“ jawab Rey.


“Yap!“ jawab Alex seadanya.


“Oh ya …, karena masalah kita berbeda-beda, aku pergi ke tempatku dan kalian pergi ke tempat kalian!” seru Yana.


“A– Apa?“ ucap Alex terkejut.


“Kedatangan kita ke kota ini dengan tujuan yang berbeda, bukan? Tentu kita harus berpisah di sini! Dan akan bertemu kembali setelah masalah selesai …“ lirih Yana.


“Masalahku datang ke sini karena Kakekku berperang! Lalu, apa masalahmu, Na?“ tanya Alex tanpa menjawab ucapan Yana barusan.


Yana terdiam sesaat.


“Kamu sudah tahu berita apabila keluarga besar Abraham adalah keluarga kandungku?” ucap Yana. Alex mengangguk cepat. Siapa yang tidak mendengar kabar tersebut.


“Keluarga kandungku berperang dengan keluarga besar Pratama ...“ jelas Yana.

__ADS_1


“Keluarga Pratama??“ ucap Alex terkejut. Entah mengapa nama keluarga tersebut tidak asing di telinganya.


Yana mengangguk.


“Yang sabar,“ ucap Alex. Lagi-lagi Yana hanya mengangguk. Lalu terdengar suara getaran ponsel. Yana segera mengambil ponselnya yang bergetar itu.


Yana melihat nama Brianna yang meneleponnya. Dengan cepat, Yana mengangkatnya.


“Halo?“ ucap Yana.


“Halo, Miss! Saya dapat kabar dari salah satu Pramugari kalau pesawat Miss mengalami kendala hingga jatuh ke Black Forest. Kau tahu, Miss? Aku sudah berkali-kali menghubungimu, dan akhirnya terjawab!“ sahut Brianna dengan panjang lebar.


“Iya! Ada apa?“ tanya Yana tanpa berbasa-basi. Ia ingin cepat menyelesaikan masalah yang ada di kota kelahirannya.


“Informasinya adalah jika peperangan antara keluarga Abraham dan keluarga Pratama, ada satu keluarga lagi yang ikut berperang!“ jelas Brianna.


“Itu artinya tiga keluarga berperang?“ tanya Yana.


“Iya, Miss!“ jawab Brianna.


“Baiklah,“ ujar Yana lalu sambungan telpon dimatikan sepihak.


“Aku pergi dulu! Setelah masalah selesai, kita akan bertemu!“ ucap Yana lalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Alex dan Rey.

__ADS_1


Alex dan Rey terheran dengan kepergian Yana. Bahkan pamit tanpa menunggu jawaban dari mereka. Namun, mengingat perkataan Yana ada benarnya juga, mereka pun langsung meluncur ke lokasi.


Begitu juga dengan Yana. Yana ikut meluncur ke lokasi.


Sesampainya di lokasi, mereka terkejut dengan perperangan ini. Semua orang menggunakan senjata api seperti seorang mafia. Bahkan Yana melihat Grandpa nya tengah beraduk fisik dengan ayah biologis nya. Yana berniat melerai mereka berdua, namun mata Yana menangkap sesuatu yang dipegang oleh Grandpa nya.


“Grandpa! Daddy! Mommy! Kak Agler! Kak Agam!“ pekik Yana terkejut. Tidak disangkanya, semua berkumpul di sini.


“Yana!“ ucap Agam terkejut dengan kehadiran Yana tiba-tiba. Lalu, ia menghampiri Yana guna melindungi adik biologis nya tersebut.


“Bagaimana bisa kamu di sini? Bukankah kamu sedang mengurus urusanmu di perusahaan, Yana?“ tanya Agam selidik.


“Aku mendapatkan informasi dari Brianna dan Brianni!“ jawab Yana.


“Siapa mereka?“ Agam terkejut dengan nama yang disebut oleh adiknya. Merasa nama tersebut tidak asing baginya.


“Mereka berdua adalah adikku!“ jawab Yana.


“Sejak kapan? Mengapa kamu tidak pernah memberitahu kakak serta lainnya? Mengapa justru kamu merahasiakan ini??“ tanya Agam bertubi-tubi kepada Yana. Pertarungan adu fisik tiba-tiba terhenti dengan kedatangan Yana.


To be continued...


Note: Pendek? Maaf,... Diusahakan untuk update setiap hari~

__ADS_1


__ADS_2