
Happy Reading...
“Tidak masalah kok, Pak! Ambil saja!“
“Terima kasih banyak ya, Pak! Semoga rezekinya lancar terus..“
“Semoga, Terima kasih banyak ya.“
Alex masuk kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan.
“Haduh … Sudah pukul berapa ini?? Jangan sampai sudah pukul tujuh malam!“ batinnya dan menatap jam tangannya. Jarum panjang mengarah ke angka delapan. Jarum pendek mengarah ke angka delapan. Ia sudah telat dua jam empat puluh menit. Benar-benar, hanya di sini saja membutuhkan waktu hampir satu jam.
“Astaga!“ pekiknya.
Alex segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Pada pukul delapan malam yang hampir pukul sembilan malam, warga Desa sudah tidak banyak yang berkeliaran di luar rumah membuat Alex tenang tanpa rasa cemas takut ketabrak orang dan sebagainya.
Seketika keringat membasahi tubuh Alex, membayangkan apabila saat dirinya sampai, Yana memarahinya dan memutuskan untuk tidak menikah dengannya karena dirinya datang telat. Alex menggeleng kepala mengingat hal tersebut. Ia tidak mau itu terjadi. Jangan sampai hal tersebut terjadi!
...☘️☘️☘️...
Kakek Alex dan kedua anak Alex pergi bersama. Alex mengatakan kepada Kakek Alex apabila dirinya akan pergi sendiri nanti karena ingin menyelesaikan semua pekerjaannya terlebih dahulu. Kakek Alex pun menyetujuinya.
Tanpa disadari oleh Alex sendiri, mobil yang dinaiki Kakek Alex dan kedua anak Alex juga terjebak macet di jalan. Namun, mereka memilih untuk tidak ke jalan alternatif dan memilih menunggu kemacetan ini berakhir.
Siapa sangka apabila saat Alex memutar mobilnya masuk ke jalan alternatif, beberapa mobil mengikuti mobil Alex membuat jalan raya ini yang awalnya cukup ramai hingga menyebabkan kemacetan menjadi seperti normal kembali. Siapakah yang akan lebih dulu sampai? Kakek Alex dan kedua anak Alex yang melewati jalan raya atau Alex yang melewati jalan alternatif?
“Bagaimana, Pak? Apa kita akan sampai dalam waktu kurang lebih lima menit?“ tanya Kakek Alex alias Matteo.
“Kasihan keluarga calon menantu saya menunggu kedatangan kami lama, bahkan menunggu dua jam lebih!“ tambah pria paruh baya tersebut.
“Sekitar lima menitan gitu, Tuan! Saya usahakan, tidak lama!“ jawab Pak Sopir.
“Baiklah.“ ujar Kakek Alex.
Mobil yang dinaiki Kakek Alex dan kedua anak Alex berjalan dengan kecepatan sedang. Beberapa saat kemudian, mereka sampai di Mansion keluarga Abraham. Kakek Alex tampak menarik napas panjang sebelum masuk ke Mansion ini. Rasa gugup mulai menderanya.
Mata Kakek Alex melihat ke arah sana sini membuat Pak Sopir heran dengan tingkahnya. Kakek Alex sedang mencari mobil Alex, namun tidak ada sama sekali. Kakek Alex mencoba menghubungi cucunya dengan ponsel pintar nya tersebut.
“Tutt … Tutt … Tutt …“
“Halo!“ ujar Kakek Alex memulai pembicaraan setelah Alex mengangkat telpon darinya.
“Halo, Kek! Ada apa?“ tanya Alex. Kakek Alex meneleponnya dengan videocall atau istilahnya VC, Kakek Alex dapat melihat jelas Alex sedang sangat fokus melihat jalannya.
__ADS_1
“Kamu masih di jalan, Lex! Baru berangkat ya!!“ Kakek Alex menyipitkan matanya. Alex dapat melihat jelas hal tersebut.
“Iya, Kek! Aku masih di jalan! Aku berangkat baru dua jam yang lalu!“ jawab Alex dengan jujur.
“Apa?! Kamu lewat jalan mana?“ tanya Kakek Alex.
“Tadi awalnya aku lewat jalan raya, Kek! Tapi karena macet, aku lewat jalan alternatif deh!“ jelas Alex.
“Haduh! Alex … Alex!“ kesal Kakek Alex.
“Maaf, Kek! Hihihi! Bentar ya, Kek! Mungkin sampainya agak lambat!“ jawab Alex cekikikan.
“Dasar anak bandel! Eeh … Maksudnya cucu bandel! Hufft!“ Kakek Alex menarik napasnya dengan kesal.
“Ohh yaa … Kakek sudah sampai?“ tanya Alex.
“Atau masih di jalan? Soalnya Kakek di sini terlihatnya masih di dalam mobil!“ tambahnya.
“Sudah sampai! Tinggal menunggu kamu! Masa langsung masuk? Nanti apa kata calon mantu cucu Kakek? Masa cuma Kakek sama dua anak kamu yang pergi, lah yang mau lamar kok enggak datang. Panjang urusannya nanti, Lex!“ cerocos Kakek Alex.
“Tapi kan, Kek! Kalau enggak turun, mereka kira kita enggak jadi datang! Kita php mereka gitu, padahal mah enggak! Paling nggak, Kakek turun! Terus kasih tahu yang sebenarnya, jadi biar mereka paham! Daripada terjadinya kesalahpahaman! Masa Kakek mau kejadian seperti itu terus?“ cerocos Alex balik.
“Huft! Baik, baik! Kakek akan turun bersama ci cit Kakek! Dalam waktu setengah jam, kalau kamu belum sampai, Kakek pastikan acara lamaran ini tidak akan dilaksanakan karena kamu! Paham?“ ancam Kakek Alex.
“Ingat! Dalam waktu setengah jam ya! Kalau enggak–“ Belum lagi meneruskannya, ucapan Kakek Alex langsung dipotong.
“Iya-iya, Kek! Alex paham! Nggak usah diulang–ulang, Kek!“ potong Alex.
“Nggak sopan banget sih sama orang tua! Oke–oke, Kakek pegang janjimu!“ jawab Kakek Alex dengan kesal.
“Alex tutup telponnya dulu ya, Kek! Sampai jumpa!“ ujar Alex menutup sambungan telpon secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari sang Kakek.
“Untung cucu!“ gerutu Kakek Alex dalam hati.
Kakek Alex turun bersama kedua ci cit nya itu. Dua cicitnya itu sama-sama laki-laki (cowok). Anak pertama laki-laki bernama Daniel. Sedangkan anak kedua laki-laki bernama Dani.
Mereka bertiga langsung disambut dengan baik oleh Keluarga besar Abraham. Namun, ada seseorang yang merasa heran dengan kurangnya orang yang seharusnya turut hadir di acara malam ini.
“Selamat malam, Tuan Matteo. Selamat datang di Mansion keluarga besar Abraham.“ sambut seluruh keluarga besar Abraham dengan baik.
“Selamat malam.“ jawab Kakek Alex alias Matteo.
Sarira, Brianna dan Brianni juga hadir dalam acara lamaran ini. Yana bergabung dengan mereka bertiga. Mereka berempat tampak heran, merasa ada seseorang yang belum hadir dalam acara ini. Namun, siapa? Yana melihat baik-baik sembari mengingat siapa orang yang belum hadir. Dan betapa terkejutnya saat mengetahui apabila yang belum hadir ialah calon suaminya alias kekasihnya.
__ADS_1
“Tuan Matteo. Di mana kah Alex??“ tanya Yana memberanikan diri untuk bertanya.
“Alex? Alex belum datang. Tadi, Alex belum menyele pekerjaannya, dan memilih untuk menyusul kami setelah sampai.“ jelas Kakek Alex.
“Oh ya … Jangan panggil aku Tuan. Panggil Kakek, bentar lagi kamu sudah mau jadi cucu menantu Kakek.“ tambahnya dengan senyuman menghias di wajahnya.
“Baik, Kek.“ jawab Yana.
“Tuan Matteo. Maaf kalau saya begitu lancang pada anda untuk menanyakan ini,“ Abraham berhenti sejenak, ia tampak menarik napas panjang.
“Tidak masalah. Lebih baik, kamu tidak perlu memanggilku dengan begitu formal. Bisakah kita seperti dulu kembali?“ Ucapan dari Kakek Alex alias Matteo membuat Abraham terdiam sesaat.
“Kak Matteo,“ ucap Abraham membuat Kakek Alex alias Matteo tersenyum.
“Kenapa tadi Kak Matteo datangnya agak lambat?“ tanya Abraham sedikit formal. Ia tampak mulai membiasakan diri untuk menjalani hidupnya seperti kehidupan di masa lalunya bersama kakak kelasnya yang dianggap olehnya sebagai seorang sahabat. Sahabat yang sering ia butuhkan nasehatnya. Sahabatnya sungguh bijak dalam menasehati dirinya.
“Tadi di perjalanan sangat macet, Ab. Macetnya sangat parah. Kami sampai harus menunggu dua jam lebih di jalan.“ jelas Kakek Alex. Kakek Alex sedemikian dengan Abraham, ia mulai memanggil Abraham dengan nama panggilan yang sering ia sematkan kepada Abraham dulu.
“Alex sebentar lagi akan datang kan, Kak?“ tanya Abraham menatap Kakek Alex.
“Tentu, Ab. Aku sudah membuat janji dengannya. Ia tidak akan mengingkari janjinya,“ jawab Kakek Alex dengan penuh rada yakin di hatinya. Tidak terlihat sedikitpun rasa ragu dari wajahnya kepada cucunya.
Beberapa saat kemudian, Alex datang dengan langkah tergesa-gesa.
“Maaf. Maaf, saya datang terlambat.“ ucapnya dengan napas ngos-ngosan sembari membungkukkan badan sebagai bentuk penghormatan.
“Tidak masalah! Mari masuk!“ ajak Abraham.
...☘️☘️☘️...
(Skip)
“Yana … Maukah kamu menikah denganku? Menjadi istri sekaligus ibu untuk anak-anak kita?“ tanya Alex mengeluarkan kotak cincin dan bersimpuh kaki di depan Yana.
“Aku … Aku …“ Yana tampak gugup menjawabnya. Ia tidak menyangka hari yang ditunggu-tunggu olehnya datang secepat ini.
“Terima … Terima … Terima …“ Terdengar sorakan yang meriah.
“Aku mau menjadi istrimu dan ibu anak-anak kita,“ jawab Yana dengan senyuman menghias wajahnya. Wajahnya sangat cantik.
To be continued..
Maaf update nya cukup lama. Terimakasih yang sudah terus senantiasa menunggu kelanjutannya. Bab ini sudah seribuan lebih katanya. Semoga bisa memuaskan hati kalian yang merasa kesepian, wkwk.
__ADS_1