Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
BAB 70 : PERNIKAHAN


__ADS_3

Happy Reading...


Hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Tepat di hari ini, hari ini adalah acara pernikahan Yana dan Alex. Semua orang telah menanti-nanti lama hari ini. Waktu berjalan dengan begitu cepatnya.


Yana menggunakan gaun pengantin yang mewah. Gaun pengantinnya berwarna biru muda dengan lengan panjang. Gaun itu dipilih oleh Alex sendiri. Wanita ini terlihat sangat cantik ketika menggunakan gaun ini.


Alex terlihat sangat tampan ketika menggunakan setelan jas berwarna biru navy.


...☘️☘️☘️...


Ballroom Hotel.


Ratusan ribu kursi telah disediakan dan diletakkan di Ballroom Hotel ini. Desain Ballroom berwarna kuning keemasan. Desain Ballroom Hotel ini berkilau dengan indahnya. Ruangan Ballroom ini dilengkapi dengan pendingin ruangan dan pewangi ruangan. Wangi nan dinginnya membuat siapapun akan betah beberapa hari di dalam ruangan ini.


Acara pernikahan berlangsung. Beberapa tamu yang sudah hadir dalam acara ini, mereka mengambil kursi tamu yang masih kosong. Beberapa mengambil kursi tamu di depan, sebagian ada yang mengambil kursi tamu di tengah dan belakang.


Beberapa menit acara pernikahan ini berlangsung, sudah ada ratusan tamu yang hadir. Sebagian besar para tamu membawa keluarga mereka, bahkan kerabat mereka. Sebagian juga ada yang sekedar membawa pasangan mereka.


“Selamat datang di acara pernikahan ini, Tuan, Nona semua.“ ucap sang pembawa acara. Pembawa acara ini adalah orang yang bertanggung jawab penuh atas acara yang dibawakan olehnya. Pembawa acara ini juga termasuk orang yang memiliki hak berkuasa untuk mengatur acara ini sesuai dengan keinginannya.


Acara pernikahan pun berlangsung dengan begitu cepatnya. Baru saja terasa acara pernikahan ini dimulai, kini acara pernikahan sudah hampir selesai.

__ADS_1


“Saya ucapkan terima kasih untuk semua yang telah hadir dalam acara ini. Semoga semuanya yang telah hadir maupun yang menontonnya melalui youtube, sehat selalu dan panjang umur,“ ucap Alex.


Semua orang meng‘amin’kan ucapan Alex barusan. Satu per satu orang mulai berangsur-angsur pulang. Ruangan ini yang awalnya sangat ramai menjadi sepi. Alex menghampiri Yana yang terlihat kelelahan menyalami para tamu yang hendak pulang.


“Capek ya?“ tanyanya.


“Iya,“ jawab istrinya.


“Ayo kita ke kamar!“ ajak Alex.


“Kamar? Kamu sudah memesan kamar, Sayang?“ tanya Yana terheran-heran.


“Mau gimana? Mending nunggu semuanya pulang dulu lah Sayang. Terlihat tidak menghargai atau sopan gitu. Lagipula tinggal sedikit lagi kok,“ jelas Yana.


“Hemm... Oke deh.“ jawab Alex.


Mereka berdua menjalani kembali para tamu. Beberapa saat kemudian, ruangan Ballroom hotel ini sepi. Rata-rata tamu sudah pulang. Hanya kerabat dan keluarga yang tersisa dalam ruangan ini.


“Kalian berdua tidak pergi kamar?“ tanya Kakek Alex menghampiri pengantin baru itu.


“Tunggu sebentar lagi, Kek!“ jawab Yana.

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu, Kakek pergi ke kamar dulu ya.“ ucap Kakek Alex sembari melihat kanan kiri seolah ingin menyebrang jalan raya.


“Iya, Kek!“ jawab Alex dan Yana serempak, namun mereka berdua merasa heran dengan tingkah Kakek Alex seperti ingin menyebrang jalan raya.


“Nanti jangan lupa buatin cicit untuk Kakek lagi ya.“ ucap Kakek Alex dengan suara pelan.


“Ini permintaan Kakek ya. Jangan lupa malam ini di buat juga.“ tambahnya.


Acara pernikahan ini berlangsung dari sore hingga malam. Sekarang sudah malam hari.


Mendengar ucapan dari sang Kakek membuat Yana malu. Wajahnya kini memerah bagai kepiting rebus yang disamarkan dengan make-up pengantinnya.


“Oke? Kakek mau istirahat dulu! Ethan sama Evan tidur bareng Kakek malam ini. Yuna sama Yena tidur bareng Sarira.“ ucap Kakek Alex.


Ya, benar, Kakek Alex sudah mengenali Sarira.


“Siap, Kek!“ jawab Alex dan Yana serempak. Mereka berdua saling bertatapan.


“Haha, kompak sekali kalian!“ seru Kakek Alex sembari tertawa lalu melangkah menuju ke kamarnya.


Alex dan Yana memalingkan wajah mereka. Malu, itulah yang dirasakan mereka.

__ADS_1


__ADS_2