Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
Bab 32 : Syok


__ADS_3

...~𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈~...


Agler pun memberikan kertas tersebut pada sang ayah.


Abraham pun mulai membacanya. Awalnya, Abraham bingung kenapa namanya juga ada disana. Tapi Abraham tidak mau ambil pusing, Abraham tetap baca.


'Yana adalah anak kandung dari Abraham. Mirip 99,9%.'


(Maaf kalau kata-katanya salah, author tidak terlalu berpengalaman bagian ini).


Abraham yg membaca itu pun melototkan matanya. Abraham pun pingsan di tempat.


Agler dan Agam panik langsung memanggil dokter untuk memeriksa Abraham. Beruntung Kepala Rumah Sakit yg baru berjalan beberapa langkah mendengar suara Agler dan juga Agam, Kepala Rumah Sakit tersebut pun memanggil beberapa dokter untuk memeriksa Abraham.


Sedangkan Sarira ia masih terkejut mengenai ini semua. Meskipun ia tahu tadi karena diberitahu Agam dan juga Agler, tapi ia tetap masih terkejut.


Beberapa dokter yg dipanggil Kepala Rumah Sakit pun memeriksa keadaan Abraham.


Agler dan juga Agam disuruh tunggu diluar ruangan.


Setelah beberapa menit, dokter tersebut pun keluar.


"Bagaimana, dok?" tanya Agam dan Agler kompak.


"Tuan Abraham hanya syok. Sebaiknya jangan diberitahu apapun yang bisa membuatnya syok." ucap dokter.

__ADS_1


"Baiklah." jawab keduanya.


Mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan Abraham. Sedangkan Sarira, Sarira merasa tidak penting jadi Sarira tidak masuk ke ruangan Abraham melainkan ke ruangan Yana.


Tidak lama, akhirnya Abraham pun sadar.


"Dad??" ucap Agler dan juga Agam.


"Aku tidak bermimpi, bukan??" tanya Abraham pada kedua anaknya.


Kedua anaknya pun hanya membalas dengan anggukkan kepala.


"Hem.. apa kalian berdua tahu dimana ruangannya sekarang?" tanya Abraham pada kedua anaknya.


"Tahu, Dad." jawab keduanya kompak.


"Tapi Dad.." ucap Agler menggantungkan kalimatnya.


"Tidak ada tapi-tapian." ucap Abraham tegas.


"Baiklah, Dad." jawab keduanya pasrah. Entah apa yg akan terjadi kembali.


Mereka berdua pun memgantar sang ayah ke ruangan Yana.


Abraham pun mulai melangkah mendekat dengan brankar pasien.

__ADS_1


Abraham pun mulai menatap wajah Yana. Ya, wajahnya sangat mirip dengannya. Tapi juga ada perpaduan dari ibunya.


Perlahan-lahan ingatan Abraham pun mengingat kejadian 24 tahun yg lalu. Di mana ia mabuk dan ditaburi obat perangsang dalam minumannya hingga ia memperkosa seorang gadis. Sepertinya wanita yg sekarang ia lihat adalah anak dari gadis tersebut.


Abraham dulu sudah mencari-carinya, Sayangnya tapi tidak menemukannya.


Beruntung istri Abraham mengerti. Istri Abraham bernama Tania Nadira. Nama panggilan istri Abraham adalah Tania, Nia, Nadia, Nadira, dan Dira.


Sampai sekarang? Abraham baru menemukannya. Jika dilihat dari fisiknya, sepertinya wanita ini sudah berumur sekitar 23 tahun. Dan kata Agler dan juga Agam, wanita ini sudah mempunyai dua anak. Tapi mengapa saat berpergian tidak ada suaminya?


Abraham masih belum tahu kehidupan Yana lebih lanjut. Dan tepatnya yg menyuruh Agler dan juga Agam untuk membunuh Yana adalah dirinya sendiri. Beruntung anak yg dicarinya dulu masih selamat dari hal yg ia lakukan. Hampir saja anak kandungnya meninggal hanya karena dirinya! Ya, dirinya!.


"Maaf." hanya satu kata itu yg bisa diucapkan Abraham. Seandainya jika Yana sadar, apa Yana bisa menerima semua kenyataan ini??


...~𝑩𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒃𝒖𝒏𝒈~...


Hm..


Thanks yg sudah dukung author ( saya ).


Jangan lupa like nya yaa kak...


Terima kasih.


Sehat selalu yaa.. dan jaga kesehatan kak..

__ADS_1


Thanks All.


🙏🏻💞


__ADS_2