Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
BAB 47 : DUGAAN


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Usai bermain teka-teki, Yana pun kembali ke pekerjaannya. Ia pun mengecek beberapa berkas penting. Dan ia bahagia karena tidak ada satupun berkas yang terlewat, semua pekerjaannya selesai.


Yana pun berniat pulang ke kota asalnya. Ia sendiri bingung mengapa keluarganya tiba-tiba ada di kota kelahirannya, bukankah tadi pagi keluarganya ada di rumah? Kok bisa tiba-tiba sampai di kota kelahirannya? Apa keluarganya pergi saat dirinya ke perusahaan? Yana pun tidak bisa menjawab semua pertanyaan-nya.


Melihat Miss nya bingung, Sarira pun merasakan ada yang tidak beres. Sarira pun mengambil mainan yang terlempar di atas meja dan memberikannya kepada Yuna. Sarira pun menasehati Yuna agar tidak melemparkan mainan.


Usai menasehati Yuna, Sarira pun meminta Yuna bermain dengan Yena. Sarira pun mendekati Yana yang tengah melamun memikirkan sesuatu. Sarira pun memegang bahu kanan Yana yang membuat Yana tersadar dari lamunannya. Yana pun menoleh ke arah Sarira.


“Ada apa, Sari?” tanya Yana kepada Sarira dengan suara pelan.


“Apa kamu ada masalah?” tanya balik Sarira kepada Yana. Bukannya Sarira menjawab pertanyaan Yana yang di tanyakan kepadanya, Sarira justru bertanya balik kepada Yana.


“Tidak ada,” jawab Yana memalingkan wajahnya ke arah berlawanan.


“Aku yakin, kamu sedang ada masalah, Miss,” sahut Sarira.


Hal tersebut pun membuat Yana menarik nafasnya. Niat hati ingin menutupi masalahnya dari Sarira malah Sarira mengetahuinya jika dirinya sedang ada masalah.


“Keluarga papa kandungku berperang dengan keluarga papa angkat mamaku,” jelas Yana. Sarira pun terkejut dengan penjelasan Yana barusan, ia tidak menyangka tiba-tiba terjadi hal seperti ini. Ada yang tidak beres pastinya.


“Apa penyebabnya?” tanya Sarira kepada Yana.


“Aku tidak tahu,” jawab Yana.


“Miss, kamu dapatkan informasinya dari siapa? Takutnya hoax,” tanya Sarira kepada Yana.


“Brianna dan Brianni,” jawab Yana.


“Adik angkat kamu?” tanya Sarira lagi kepada Yana.


“Iya, Sar,” jawab Yana.


“Oohh mereka berdua.. aku kira tadi orang lain,” sahut Sarira.


“Menurut kamu, aku harus bagaimana?” tanya Yana kepada Sarira.


“Mungkin lebih baik, kamu pulang,” jawab Sarira.


Yana pun diam.

__ADS_1


“Apa ada masalah lainnya?” tanya Sarira kepada Yana.


“Ada, Sar. Saham perusahaan keluarga Amalia turun drastis,” jawab Yana.


Sarira pun mulai berpikir.


“Sepertinya ada orang yang memang sudah merencanakan hal ini dengan baik,” seru Sarira.


“Siapa dia? Bahkan aku tidak memikirkan hal tersebut,” sahut Yana.


“Sebaiknya, kita cari dulu. Untuk kedua anak Miss dititipkan saja dulu sama Intan,” jawab Sarira.


Intan adalah sekretaris Yana di perusahaan ini. Dia adalah salah satu orang kepercayaan Yana juga, ia dipercayai Yana untuk memimpin perusahaan ini dengan baik walaupun posisinya adalah seorang sekretaris. Kerjanya sangat bagus.


“Baiklah,” ucap Yana.


Yuna dan Yena pun dititipkan kepada Intan. Beruntung saat ini, Intan tidak ada kerjaan, jadi ia bisa bermain dengan Yuna dan Yena sebagai refreshing.


Sedangkan Yana dan Sarira pun mulai berpikir. Suasana pun mulai sunyi, tidak ada lagi terdengar suara celoteh ataupun suara anak kecil yang menganggu mereka.


Bukan karena tidak sayang kepada anaknya dan tidak suka melihat mereka aktif, namun kali ini benar-benar harus serius untuk memutuskan sebuah keputusan dalam masalah ini. Jika salah sedikit saja, musuh sudah bisa membawa kita lebih dalam.


⚘⚘⚘


Alex pun tampak sedang berpikir. Entah apa yang dipikirkan pria itu, namun wajahnya terlihat serius saat berpikir.


“Rey,” panggil Alex kepada Rey.


“Ya …” sahut Rey.


“Menurutmu, apa aku nanti ikut sama Nona Yana pergi ke kota asalnya?” tanya Alex kepada Rey.


“Untuk apa?”


“Ya … cuma penasaran saja sih,”


“Tergantung kemauan Tuan,”


“Maksudmu?“


“Tergantung dari Tuan sendiri, kalau Tuan mau ya ikut dan kalau tidak mau ya sudah gak usah pergi … beres!” celetuk Rey.

__ADS_1


Alex pun mulai berpikir.


⚘⚘⚘


Sementara di Yana.


Yana dan Sarira pun akhirnya mendapatkan jalan keluar dari kedua masalah ini. Mereka mulai menduga jika dalang dari masalah ini adalah orang yang sama. Karena kedua masalah ini seperti sangat berkaitan. Dan pasti orang tersebut sudah merencanakan hal ini dengan matang dan jauh-jauh hari. Tidak mungkin ia langsung saja membuat sebuah rencana tanpa mengatur strategi dengan sangat baik.


Yana dan juga Sarira pun mulai mencari orang yang merupakan dalang dari kedua masalah ini. Namun, musuh mereka kali ini cukup kuat dan didukung banyak orang.


Musuh mereka kali ini bukanlah sembarangan orang. Mereka tidak bisa gegabah dalam mengambil keputusan lagi. Mereka berdua pun mulai mengatur strategi dan sebuah rencana.


⚘⚘⚘


Sementara di tempat lain.


“Haha! Akhirnya aku bisa mengalahkannya! Mari kita berpesta!” seru orang tersebut dengan bahagia.


“Wah, bos benar-benar hebat! Aku tidak menyangka jika bos sangat hebat!” celetuk anak buahnya.


“Jadi, selama ini kau berpikir jika aku bodoh?“ hardik orang tersebut.


“Bukan begitu, bos! Aku tidak menganggap bos itu orang bodoh, melainkan bos sendiri yang menganggap diri bos adalah orang bodoh!” sahut anak buahnya yang membuat orang tersebut geram.


“Kauu!!“ ucap orang tersebut kesal. Orang tersebut diduga adalah bos dari orang yang membuatnya kesal.


“Bos, ayo berpesta!” ajak anak buahnya yang lain.


“Yaaa … ssebentar!“ sahut bosnya.


Mereka semua pun mulai berpesta. Dan di sudut ruangan, tampak seseorang sedang merekam apa yang terjadi. Tampak orang tersebut berpakaian serba hitam dengan topeng yang menutupi wajahnya, dan yang terlihat hanyalah hidungnya.


Orang tersebut diduga adalah suruhan seseorang. Orang teras sama sekali tidak dicurigai oleh anak buah bos tersebut.


Dan di sudut pojokan lainnya, ada seseorang yang tengah bermain laptopnya.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳... ...


Cukup berat sih konfliknya. Kalian curiga dengan siapa? Coba tebak!


Jangan lupa dukungannya yaa!

__ADS_1


Thank's All. 🙏🏻💞


__ADS_2