
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
Yuna dan Yena pun bermain bersama Sarira. Meskipun baru pertama kali bertemu langsung dengan Sarira, entah mengapa mereka berdua begitu nyaman bersama Sarira. Mungkin inilah yang dinamakan orang baik, jadi anak kecil pun percaya dengan orang baik tersebut. Tidak peduli dia muda maupun tua.
⚘⚘⚘
Sementara di Yana.
Beberapa menit pun berlalu.
Yana menunggu Alex datang sembari bermain ponselnya. Namun, pada saat bermain ponsel, ia malah mendadak menjadi bosan. Entah mengapa dirinya berharap jika Alex datang lebih awal untuk meeting kali ini.
Yana pun memutuskan untuk keluar dari ruang meeting, namun pada saat ingin keluar, pintu ruang meeting terbuka.
“Selamat siang, Nona. Apakah kami datang terlambat?” sapa Alex dengan sopan.
“Siang. Tidak, kalian berdua datang lebih awal,” sambut Yana.
“Benarkah?“ tanya Alex kepada Yana.
“Tentu. Bukankah meeting dimulai jam satu siang lewat lima belas menit? Ini bahkan baru jam satu,” jawab Yana.
“Ah.. benar juga yang kau katakan!” sahut Alex sembari melihat jam tangannya.
Ya, yang dikatakan Yana tadi benar. Sekarang baru jam satu pas, sedangkan jam meeting dimulai jam satu lewat lima belas menit.
Alex pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Ia sendiri bingung mengapa dirinya mau datang lebih awal, padahal biasanya Alex akan memilih datang di jam yang sebentar lagi mulai, meskipun sering dikatakan orang-orang jika lima belas menit itu adalah waktu yang paling singkat. Namun, hal tersebut sama sekali tidak berlaku untuk Alex.
Suasana pun mulai hening.
Rey sendiri yang menjadi asisten Alex pun heran dengan atasannya yang tiba-tiba mau datang cepat. Namun, tiba-tiba ia tersenyum usil.
“Pasti sebentar lagi Tuan Alex bakalan dapat jodoh nih. Janda dua anak, haha! Sangat cocok jika mereka berdua berpasangan! Satu duda dua anak dan satu lagi janda dua anak!
Sama-sama lajang dan memiliki dua anak! Haha, entah mengapa aku tiba-tiba menjadi genius untuk hal ini! Lebih baik, aku izin ke kamar mandi untuk membiarkan mereka berduaan di ruangan ini!” batin Rey.
“Tuan Alex, Nona Yana. Saya izin ke toilet sebentar, ya!” pamit Rey.
“Iya, Tuan Rey. Silahkan, toilet ada di sebelah ruangan meeting!” sahut Yana. Sedangkan Alex hanya merespon ucapan Rey asistennya dengan anggukkan kepala. Rey sendiri pun tidak mempermasalahkan nya jika atasannya tidak menjawab, karena dirinya sudah terbiasa dicuekin oleh Alex.
Rey pun pergi meninggalkan ruang meeting.
Suasana pun hening kembali. Mereka berdua sama-sama canggung untuk kali ini. Tidak ada Rey yang menjadi manusia penganggu di antara mereka berdua. Di ruangan meeting ini, tersisa hanya mereka berdua. Cleaning service juga tidak sedang berada di ruangan ini.
Mereka berdua pun akhirnya saling menatap satu sama lain. Alex pun menatap wajah cantik Yana. Entah mengapa dirinya ingin mencium bibir pink Yana. Bibir yang berwarna pink tersebut berhasil membuat Alex tergoda.
Otaknya pun sudah di penuhi dengan akal kotor nya tersebut. Alex pun berniat mendekatkan wajahnya ke wajah Yana. Dengan sangat pelan, Alex pun mulai mendekati Yana. Yana yang merasa jika Alex mendekatinya secara perlahan pun mundur.
Melihat Yana yang mundur membuat Alex semakin ingin mendekatinya. Yana pun tiba-tiba merasa takut, bayang-bayang malam saat itu pun mulai datang kembali.
“Stop! Hentikan!” seru Yana sembari memejamkan matanya.
__ADS_1
“Ada apa?” tanya Alex kepada Yana.
“Jangan …” lirih Yana.
“Maaf … Apa kamu terluka?” tanya Alex kepada Yana dengan lembut.
“Tidak … aku tidak pa-pa,” jawab Yana.
“Yakin?”
“Iya,” jawab Yana sembari membuka matanya yang sedari tadi ia pejamkan.
“Apa kamu mengalami trauma?” tanya Alex kepada Yana.
“Ya …” jawab Yana lirih.
“Baiklah,” sahut Alex.
Drett.. Drett..
Yana pun segera mengambil ponselnya yang bergetar tersebut. Yana sengaja membuat nada di ponselnya dengan nada getar agar tidak terlalu terganggu saat sedang meeting.
“Halo?” ucap Yana.
“Halo, Miss! Saya Brianni,” sahut Brianni.
“Anni? Tapi kok pakai nomor Anna?” tanya Yana kepada Brianni.
“Kebetulan ponsel saya sedang kehabisan baterai, Miss. Jadi, saya pinjam ponsel Anna,” jawab Brianni.
“Saya baru saja mendapatkan kabar dari asisten saya jika saham perusahaan keluarga besar Amelia tiba-tiba turun secara drastis, Miss dan jika tidak diambil tindakan langsung, maka perusahaan tersebut bisa gulung tikar, Miss,” jelas Brianni membuat Yana terkejut.
“A—Apa?” ucap Yana terkejut. Alex yang mendengar pembicaraan Yana pun menjadi penasaran apa yang terjadi, sebab Yana tidak menekan tombol loud speaker, jadi yang bisa mendengarnya hanyalah Yana.
“Iya, Miss,” sahut Brianni.
“Baiklah. Lalu apa lagi yang kamu dapatkan?” tanya Yana kepada Brianni.
“Keluarga besar Abraham dan keluarga besar Pratama berperang,” jawab Brianni.
“Berperang?” Alis Yana pun berkerut.
“Iya. Mereka semua berperang di_” ucap Brianni terhenti.
“Di mana, Anni?” tanya Yana kepada Brianni.
“Lokasinya masih sedang saya cari, Miss. Tunggu sebentar,” jawab Brianni.
“Baik,” sahut Yana.
Beberapa menit pun berlalu.
__ADS_1
“Lokasinya ada di markas mafia,” seru Brianna.
“Apa? Anna, tolong katakan dengan serius,” pinta Yana kepada Brianna. Brianna membantu Brianni untuk mencari lokasi tersebut, namun karena Brianni sedang ke toilet, jadi Brianna yang memberitahukan kepada Yana.
“Saya serius, Miss. Markas mafia nya di kota kelahiran Miss,” sahut Brianna.
“Kota kelahiran aku?” ucap Yana terkejut.
“Iya, Miss,” jawab Brianna dan Brianni yang baru saja selesai dari toilet.
“Tidak, ini tidak mungkin.” batin Yana.
“Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa aku terlihat jika aku menjadi orang be go yang tidak tahu apapun?” batin Alex.
“Baiklah, Terima kasih untuk infonya, Anni, Anna,” ucap Yana.
“Sama-sama, Miss.” sahut Brianna dan Brianni.
“Lalu, adakah lagi kabar yang kalian berdua dapatkan?” tanya Yana kepada Brianna dan Brianni.
“Tidak, Miss. Untuk saat ini, hanya ada dua itu saja,” jawab Brianna dan Brianni.
“Baiklah. Telpon aku matikan. Mau lanjut meeting kembali ini,” sahut Yana.
“Iya, Miss,” sahut Brianna dan Brianni.
Yana pun mematikan sambungan telponnya.
“Apa yang terjadi?” tanya Alex kepada Yana dengan penasaran.
“Tidak, tidak ada. Ke mana Tuan Rey asisten mu itu? Apa dia tersesat?” tanya Yana kepada Alex mengalihkan topik pembicaraan mereka.
“Bukankah tadi ia izin ke toilet?”
“Iya, tapi kok belum balik?”
Sekarang mereka ada di perusahaan milik Yana yg ada di kota ini. Meeting ke dua dilanjutkan di perusahaan milik Yana.
“Entah,” jawab Alex membuat Yana menepuk jidatnya sendiri.
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......
Di bab selanjutnya akan ada kabar yang membuat kalian terkejut saat mengetahuinya. Konflik besar akan dimulai,
Semoga konflik kali ini membuat seru ya. Jujur, kadang Author buat konflik kayak gak jelas banget gitu.
Selamat hari raya Aidilfitri buat yang merayakan saja, mohon maaf lahir dan batin.
Maaf apabila ada salah dari Author 😁
Jangan lupa dukungan nya yaa buat Author..
__ADS_1
Kalian pada mudik gak, nih?
Thank's All. 🙏🏻💞