
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
Malam harinya pun tiba..
"Davian, kamu di sini temanin Putri ya." ucap Alvano.
"Tapi pa.." ucap Davian.
"Tidak ada tapi-tapian. Ini untuk pendekatan kalian. Papa mau tidur di hotel yang dekat dari sini." ucap Alvano.
"Hemm... baiklah pa." jawab Davian pasrah.
Alvano pun pergi dari dari rumah sakit. Sedangkan Davian ke ruangan Putri.
"Kak Davian? Kakak mau ngapain di ruangan Putri??" tanya Putri.
"Oh, di suruh papa." jawab Davian.
"Oh." jawab Putri.
"Oh yaa.. untuk nanti kita nikah misalnya. Jangan pernah kamu mengharapkan cinta dari ku. Karena cinta ku hanya untuk satu wanita yang sudah ku cintai. Sekarang ia berstatus menjadi pacar ku." ucap Davian.
"Ya.. Putri sudah tahu. Kenapa kak tidak menikah saja dengan wanita itu??" tanya Putri acuh.
"Tidak di restui papa." jawab Davian.
__ADS_1
"Mungkin wanita yang di cintai kakak itu bukanlah orang baik. Mungkin itu adalah satu penyebab nya." ucap Putri.
"Sudahlah.. kamu tak perlu ceramah dengan ku!" ketus Davian.
"Ya." jawab Putri singkat.
"Aku belum siap untuk tidur. Apalagi kak Davian di sini! Bagaimana jika aku mimpi buruk itu?? Aku menutup mata saja sudah muncul kejadian itu?? Bagaimana ini??" gumam Putri dalam hati.
"Kak.. kayaknya kakak enggak usah temanin Putri deh. Lagian keadaan Putri kan sudah baik-baik saja." ucap Putri berusaha mencari alasan.
"Tidak! Nanti papa kak marah gara-gara tidak temani kamu. Kalau kamu takut aku melakukan sesuatu pada mu, kamu tidak perlu takut. Aku tidur di kasur sana kok!" ucap Davian acuh.
"Huumm... baiklah." ucap Putri pasrah.
"Kamu tidur dulu saja. Biar cepat sembuh, terus aku enggak usah nemani tidur." sindir Davian.
"Ya." jawab Putri singkat.
Putri pun menuangkan air ke dalam gelas lalu gelas yg berisi air tersebut di letakkan di meja sebelah ranjang nya.
Putri pun mulai berbaring dan memejamkan kedua mata nya.
Sedangkan Davian memilih melanjutkan pekerjaan nya yg tertunda karena papa nya meminta Davian untuk menemani nya ke rumah sakit.
Di mimpi Putri ini yg menurut Putri sangat lah Aneh. Dan jika di jelaskan, tidak akan ada yg paham soal mimpi Putri ini.
__ADS_1
Putri langsung membuka kedua mata nya. Dengan nafas masih ngos-ngosan. Lalu di tubuh ada keringat dingin mulai keluar.
"Apa kamu habis mimpi buruk?" tanya Davian.
"Ti-Tidak, kak!" jawab Putri berbohong.
"Jangan bohong." tegur Davian.
"Baiklah, aku memang habis mimpi buruk. Kenapa memangnya?" tanya Putri ketus.
"Mimpi buruk apa?" tanya Davian penasaran. Entah kenapa Davian jadi penasaran.
"Kakak tidak perlu tahu!" jawab Putri lalu meminum air yg ia letakkan di sebelah meja ranjang nya.
"Huhhh!! Semangat Putri!! Sepertinya kamu harus melawan mimpi itu!! Yaa.. Putri harus melawan nya!!" gumam Putri lalu ia mulai memejamkan kedua mata nya.
πΈπΈπΈ
Sementara di Davian..
"Haduh.. di sisi lain aku masih punya pacar. Lalu papa menjodohkan ku dengan gadis itu! Bagaimana cara ku agar papa membatalkan perjodohan ini! Aku tak mau nantinya Layla terluka." ucap Davian.
"Apaa aku tak perlu memberitahu Layla kalau aku tidak di jodohkan yaa? Tapi kan Layla bisa saja mencari tahu." ucap Davian lagi.
"Heem.. seperti nya aku harus bicara baik-baik dengan Layla. Aku akan memberi nya hadiah agar ia tak akan marah lagi!" gumam Davian.
__ADS_1
Setelah Davian menyelesaikan pekerjaan nya, ia pun memutuskan untuk tidur.
...~π©πππππππππ~...