Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
BAB 48 : KEPUTUSAN


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Dan di sudut pojokan lainnya, ada seseorang yang tengah bermain laptopnya.


⚘⚘⚘


Sementara di Yana.


Usai dengan kegiatan nya bersama Sarira, Yana membuat sebuah keputusan. Yana memutuskan ia akan kembali ke kota kelahirannya setelah masalah di perusahaan nya. Ia juga memutuskan untuk tidak membawa kedua anaknya ke kota kelahirannya.


Ia takut apabila di sana berbahaya bagi kedua anaknya. Terlebih lagi saat Brianna dan Brianni memberitahunya jika keluarga Abraham dan keluarga Pratama berperang. Sudah pasti, itu tempat yang berbahaya bagi kedua anaknya yang masih kecil.


“Sarira,” panggil Yana kepada Sarira.


“Iya, Miss?” sahut Sarira.


“Kalau nanti saya pergi, tolong jaga Yuna sama Yena baik-baik ya,” pinta Yana kepada Sarira.


“Hah? Apa Miss yakin ke sana?” ucap Sarira terkejut.


“Iya,” jawab Yana.


“Tapi Miss, itu sangat berbahaya,” sahut Sarira.


“Iya, aku tahu itu. Tapi kalau tidak pergi, selamanya aku tidak pernah tahu tentang misteri keluargaku,” ucap Yana.


“Aku tahu itu, Miss. Tapi akan lebih berbahaya jika Miss datang ke sana sendirian,” jawab Sarira.


“Aku tahu kekhawatiran kamu, Sarira. Nanti aku akan ditemani bersama Brianna dan Brianni untuk mengurangkan rasa kekhawatiran kamu,” sahut Yana.


“Itu lebih baik dibandingkan sebelumnya,” ucap Sarira.


Meskipun di antara mereka berdua tidak ada hubungan ikatan darah, tetapi mereka saling menyayangi satu sama lain seperti saudara kandung. Walaupun panggilan layaknya seorang atasan, namun rasa kasih sayang antara mereka berdua sudah seperti saudara kandung.


Inilah yang sering dikatakan banyak orang-orang. Memang jika darah itu lebih kental dibandingkan dengan air. Tapi terkadang orang bersama sepupunya bisa saling menghancurkan, terlebih lagi saudara kandung.


Saling mengkhawatirkan satu sama lain itu adalah hal yang wajar di dalam hidup kita.


⚘⚘⚘


Sementara di Alex.


Usai berpikir cukup lama, Alex pun akhirnya bersuara.

__ADS_1


“Aku memutuskan untuk ikut kemana saja dia pergi!” putus Alex membuat Rey terkejut dengannya. Apa atasannya ini sudah jatuh cinta dengan Nona Yana melebihi dari yang dipikirkannya? Ataukah atasannya ini hanya ingin bercanda dengannya?


“Apa Tuan sedang bercanda?” tanya Rey kepada Alex dengan wajah serius. Alex yang mendengarnya pun menjadi tertawa.


“Apakah aku terlihat seperti sedang bercanda?“


“Tidak, Tuan. Anda terlihat serius,” jawab Rey.


“Lalu, mengapa kamu mengganggap ku seperti sedang bercanda?”


“Aku hanya takut apabila Tuan sedang bercanda saat ini. Bukankah ada pepatah yang mengatakan untuk tidak menilai dari luarnya. Jadi, aku memutuskan untuk mengikuti apa yang dikatakan pepatah. Bisa saja bukan jika Tuan Alex bercanda namun tertawa dalam hati?” jelas Rey panjang lebar.


“Ya, ya. Aku pikir kau masih bodoh, rupanya sudah pintar,” jawab Alex.


“Tentu saja. Tidak mungkin aku akan menjadi orang bodoh terus-menerus. Seperti yang aku katakan tadi, jangan menilai dari luarnya. Selama ini, Tuan selalu saja menilai diriku dari luar tidak dari dalam,” terang Rey.


“Sebaiknya, kamu menjadi guru Bahasa Indonesia daripada kamu menceramahi diriku,“ jawab Alex.


“Aku tidak suka menjadi guru, karena guru itu sering makan hati. Daripada makan hati sendiri, lebih baik aku makan hati sapi ataupun hati ayam. Rasanya lebih lezat!” seru Rey.


“Aku sedang serius, kamu malah membawanya menjadi candaan,” sahut Alex.


“Terserah diriku,” jawab Rey. Alex yang mendengar jawaban dari Rey hanya bisa menghela nafas. Sebenarnya yang bodoh di sini itu siapa? Dirinya atau asistennya?


Suasana hening.


“Apa? Aku tidak mudah untuk mendapatkannya!” protes Rey.


“Aku akan memberikanmu bonus satu juta apabila berhasil!” sahut Alex.


“Satu juta? Apa Tuan sedang gila? Itu sangat sedikit bahkan lebih sedikit dari gajiku,” protes Rey kembali.


“Baiklah, bagaimana dengan lima juta?” tawar Alex kepada Rey.


“Masih tetap sedikit,” jawab Rey.


“Sepuluh juta?”


“Masih tetap sedikit. Bahkan itu baru seperempat dari gajiku!” jawab Rey.


“Lalu, kamu maunya berapa?” tanya Alex kepada Rey.


“Lima puluh juta!“ tawar Rey.

__ADS_1


“Apa?” ucap Alex terkejut.


“Lima puluh juta rupiah!” ulang Rey.


“Hem.... baiklah,” sahut Alex.


“Ya, cepat tranfer ke rekening ku sekarang!” pinta Rey kepada Alex.


“Kamu bukan atasan ku,”


“Cepetan atau gak jadi dicariin nih!“ ancam Rey kepada Alex. Alex yang mendengar ancaman dari Rey pun menjadi takut. Dirinya takut apabila dirinya tidak bisa tahu kemana wanitanya akan pergi. Eh, apa dia sudah tidak waras? Bahkan dia sudah berani mengklaim Yana adalah wanitanya? Saya tidak terima dengan mudahnya.


“Baiklah,” jawab Alex lalu mengambil ponselnya.


“Begitu dong dari tadi!“


Tidak lama kemudian, uang yang dikirimkan Alex keoada Rey sudah masuk. Rey pun bahagia melihat jumlah uang di rekeningnya mulai banyak. Ia tidak sabar menjadi orang kaya dengan sangat mudah.


“Yey! Terima kasih banyak, Tuan! Saya akan cari secepatnya!” seru Rey membuat Alex tersenyum bahagia. Tidak sia-sia dirinya merelakan uang jajan seminggu nya untuk wanita nya. Dirinya sudah tidak sabar nanti.


Rey pun segera melaksanakan tugasnya. Sedangkan Alex mulai membayangkan apabila dirinya menikah dengan Yana. Eh, sebelum menikah pastinya pacaran dulu. Dirinya juga tidak sabar lagi untuk menjadikan Yana sebagai kedua anaknya. Dirinya akan menerima kedua anak Yana seperti Yana menerima kedua anaknya.


Alex pun mulai merasakan ada yang aneh. Mengapa dirinya dan Yana sama-sama memiliki dua anak namun dengan jenis kelaminnya yang berbeda? Sangat aneh, bukan?


Untuk misteri mengapa Alex bisa memiliki dua anak akan diberitahu sekarang.


Alex pun mulai mengingat kenangan indah bersama istrinya dulu. Sayangnya, ia harus menerima kenyataan pahit saat itu.


Kenyataan pahit membuat Alex hampir depresi. Namun berkat dukungan dari keluarganya dan asistennya, dirinya berhasil mengalahkan depresi nya itu dan menjadi seorang CEO di perusahaan besarnya. Keluarganya sangat bangga dengannya.


Setelah kejadian saat itu, Alex tidak lagi mencari istri sekaligus ibu untuk anak-anak nya. Ia merasa selagi bisa, ia akan menjadi peran ayah dan ibu untuk kedua anaknya. Namun, Alex baru menyadarinya hari ini.


Meskipun kedua anaknya sudah menikmati begitu banyak harus yang dimilikinya, namun tetap saja, kedua anaknya tersebut haus akan kasih sayang seorang ibu.


Alex pun mulai mengingat kembali kenangan indahnya saat itu. Kenangan yang sangat indah bersama istrinya saat itu yang benar-benar membuat Alex tidak bisa melupakannya. Kenangan saat itu seperti magnet yang membuat Alex selalu mengingatnya kapan saja dan dimana saja.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳... ...


Hai kakak semua. Maaf baru update.


Update nya dikit? Maaf yaa, ini udah seribu kata..


Oh ya, novel ini masih dalam proses kontrak. Mohon dukungannya yaa..

__ADS_1


Jangan lupa likenya?! Pencet jempolnya yaa..


Thank's All. 🙏🏻💞


__ADS_2