
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
Alex hanya diam. Ia berusaha mencerna kata per kata yang dikeluarkan oleh Rey asistennya.
“Aku harap Tuan dapat menimbangkan dengan baik ucapanku tadi. Maaf apabila ada kata yang membuatmu sakit hati, saya permisi dulu Tuan,” pamit Rey lalu berlalu pergi hingga benar-benar pergi dari ruangan Alex.
Alex masih terdiam.
“Rey benar. Tidak seharusnya aku menjadikan masa lalumu sebagai penghalang masa depanku dan anak-anak ku. Rina … Dimana pun kamu berada, semoga kamu bahagia …” ucapnya lirih. Air matanya kembali menetes.
Apakah keputusannya kali ini untuk membuka hatinya untuk wanita lain selain Rina sudah benar?
⚘⚘⚘
Sementara di Yana.
Yana menyelesaikan semua pekerjaannya hingga tidak tersisa satupun.
Yana menghampiri kedua anaknya.
“Sayang.. sayangnya Mommy,“ panggil Yana.
“Iya, mmy.“ sahut Yuna dan Yena.
“Mommy pergi luar kota lagi ya, Sayang,“ jelas Yana.
“Lama gak? Kalau lama, nanti bosen,“ tanya Yuna.
“Enggak, Sayang. Enggak bakalan lama,“ jawab Yana.
“Oke mmy. Mommy boleh pergi, tapi dengan syarat satu detik harus sudah balik ke sini lagi,” ucap Yena.
“Satu detik? Masa Mommy baru naik pesawat langsung balik lagi ke sini?”
Yena tampak sedang berpikir.
__ADS_1
“Baiklah, mmy. Yena kasih satu minggu,” jawab Yena pada akhirnya.
⚘⚘⚘
Di bandara.
Mereka berpelukan sebagai tanda perpisahan.
Yana juga memeluk Sarira dan Intan.
“Miss, hati-hati!” ucap Sarira dan Intan. Yana hanya mengangguk dan senyumannya sebagai respon.
Yana masuk ke pesawat pribadi nya yang lain. Ia mulai memilih kursi yang kosong dan duduk.
Usai memilih tempat yang cocok menurutnya, Yana duduk di kursi pilihannya tersebut.
Pesawat mulai lepas landas dan terbang di langit. Sarira, Intan, Yuna, dan Yena melihat pesawat yang dinaiki Yana sudah terbang hanya bisa mendoakan agar perjalanan Yana selamat sampai tujuan tanpa ada gangguan.
Mereka berempat pulang. Sarira dan Intan diminta oleh Yana untuk menjaga Yuna dan Yena dengan baik-baik.
⚘⚘⚘
Sementara di Alex.
“Tuan! Tuan!” panggil Rey dengan langkah tergesa-gesa.
“Ada apa, Rey?“ sahut Alex.
“I … Itu, No … Nona Yana baru saja berangkat!“ jelas Rey.
“Ke kota kelahirannya?“ tanya Alex.
“Iya, Tuan.” jawab Rey.
Alex mengacak-gacak rambutnya. Ia tidak menyangka jika Yana akan pulang lebih cepat daripada perkiraannya. Alex mulai bingung apa yang harus ia lakukan sekarang? Sedangkan dirinya tidak tahu di mana kota kelahiran Yana.
__ADS_1
“Tuan …” panggil Rey dengan pelan.
“Ada apa lagi, Rey?” sahut Alex.
“Saya mendapatkan informasi dari pak Dirga asisten dari Tuan Besar Matteo kalau Tuan Besar Matteo melakukan penyerangan,” jelas Rey.
“Astaga.. kakekku selalu saja bikin aku tambah stres. Di mana itu?” tanya Alex.
“Di kota.. ” jelas Rey.
“kakekku perang dengan siapa?“ tanya Alex.
“Untuk itu tidak bisa ditebak, Tuan. Karena pak Dirga baru saja mengetahui hal ini,” jawab Rey.
“Sialan! Siapkan pesawat pribadi untukku sekarang juga, Rey!” perintah Alex tegas.
"Baik, Tuan!” sahut Rey lalu meminta seseorang untuk segera menyiapkan pesawat pribadi untuk Alex.
Sedangkan Alex di ruangannya semakin frustasi. Wanitanya pergi ke kota kelahiran si wanita, sedangkan kakeknya malah melakukan penyerangan terhadap orang yang identitasnya belum diketahui oleh Alex sendiri.
“Sialan, sialan!” umpat Alex dalam hati.
Tidak lama kemudian, Rey masuk kembali ke ruangan Alex.
“Tuan, pesawat pribadi milik Tuan sudah disiapkan,“ ucapnya.
“Baik. Aku akan segera pergi, tolong untuk jaga perusahaan sementara,”
“Tidak bisa begitu! Aku tetap ikut bersamamu, Tuan! Sedangkan perusahaan saya minta seseorang untuk menjaganya,” tolak Rey.
“Hufttt.. TERSERAH!“ ucap Alex dan pergi.
Mereka berdua mulai berangkat dengan menggunakan pesawat pribadi milik Alex.
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳... ...
__ADS_1