Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
BAB 44 : YUNA & YENA


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Yena dan Yuna pun hanya mengangguk lalu kembali fokus dengan mainan mereka.


Yana pun menutup kembali kotak kado tersebut.


Usai perjalanan, mereka pun sampai.


“Sayang... kalian berdua mau ikut mommy masuk atau tunggu di mobil??” tanya Yana kepada Yuna dan Yena dengan lembut.


“Mau ikut mommy,” jawab Yena dan Yuna.


“Sip! Pak, bapak boleh pergi dulu. Nanti kalau sudah selesai, saya telpon bapak,” sahut Yana.


“Sip, Nona!“ sahut bapak sopir tersebut.


Yana bersama Yuna dan Yena pun masuk ke dalam perusahaan miliknya. Semua karyawan pun penasaran dan gemad melihat kedua bocah kecil tersebut. Semua pun mulai menduga-duga jika kedua bocah kecil tersebut adalah anak Miss Yana.


“Miss, ini kedua anak Miss?” tanya Sarira kepada Yana.


“Iya, Sarira,” jawab Yana.


“Haii, perkenalkan nama Aunty Sarira. Panggil Aunty adalah Aunty Sarira,” sapa Sarira kepada kedua anak Yana, ia memperkenalkan dirinya kepada kedua anak Yana.


“Ah.. nama Aunty Sarira terlalu panjang. Bagaimana jika Yena panggilnya Aunty Sari?” tawar Yena kepada Sarira membuat Sarira tertawa dengan ucapan Yena barusan.


“Iya, nama Aunty Sarira terlalu panjang. Nanti harus minum banyak-banyak air biar gampang. Tapi kalau banyak minum malah ngompol tengah malam,” sahut Yuna.

__ADS_1


Sarira pun tampak berpikir sejenak.


“Baiklah, terserah kalian mau panggil Aunty dengan sebutan apa. Aunty Sari, Aunty Rira, Aunty Sa, Aunty Ira, dan sebagainya,” terang Sarira.


“Wih.. banyak juga nama panggilan Aunty. Tapi Yuna sama Yena tetap memilih memanggil Aunty dengan sebutan Aunty Sari.


Karena nama Aunty Sari lebih gampang untuk disebut, selain itu tidak susah buat minum banyak-banyak air sampai perut Yuna dan Yena besar kayak Aunty di sana,” jelas Yuna sembari melirik Yena sang adik dan ibu-ibu yang bekerja di perusahaan Yana.


Yena, Yana, dan juga Sarira pun langsung melihat ke arah mana Yuna menunjuk. Ya, yang dikatakan Yuna tadi benar. Aunty tersebut memiliki perut yang cukup besar karena sedang hamil. Aunty tersebut pun hanya terkekeh geli mendengar ucapan Yuna. Maklum, namanya anak kecil.


Mereka semua pun hanya terkekeh geli.


Setelah itu, mereka semua pun masuk ke ruangan meeting.


“Sayang... kalian sama Aunty Sari dulu, ya,” seru Yana kepada kedua anaknya.


Yana pun menjadi ikut-ikutan memanggil Sarira dengan sebutan ‘Aunty Sari’. Sarira yang mendengar panggilan dari Yana, pun terkekeh geli.


“Siap, bos!” sahut Sarira tak mau kalah. Yana yang mendengar nya pun menjadi terkekeh.


“Baik-baik ya sama Aunty Sari,“ peringat Yana kepada kedua anaknya.


“Oke mommy!“ sahut Yena.


“Oke mommy Yana,“ sahut Yuna. Yana yang mendengar nya pun hanya tersenyum.


“Mommy mau kerja dulu, ya,” sahut Yana.

__ADS_1


“Iya, mmy. Mommy kerjanya yang baik-baik ya, biar nanti bisa dapat uang banyak. Lalu uang banyak itu nanti di kasih buat Yuna dan Yena biar bisa belanja apapun,” sahut Yuna. Yena sang adik yang mendengar nya pun hanya mengangguk pertanda is setuju dengan ucapan Yuna barusan.


“Siap, bos!” sahut Yana membuat Sarira yang mendengar nya pun terkekeh.


“Rira, tolong jagain Yuna sama Yena sebentar, ya,” pinta Yana kepada Sarira.


“Siap, kalau lama juga tidak apa,” sahut Sarira.


Yana pun hanya mengacungkan ibu jarinya lalu masuk ke ruang meeting meninggalkan Yuna, Yena, dan Sarira di ruangan miliknya.


“Yena sama Yuna sudah makan siang belum?” tanya Sarira kepada Yuna dan Yena dengan lembut.


“Sudah, Aunty Sari. Tadi kami berdua makan nya bersama Mommy. Aunty Sari sudah makan?” sahut Yuna dan Yena.


“Sudah. Aunty Sari sudah makan siang juga tadi,” jawab Sarira.


“Berarti kita semua sama-sama sudah makan siang?” sahut Yuna.


“Iya, apa betul itu, Aunty?“ sahut Yena.


“Iya, Sayang,” jawab Sarira.


Yuna dan Yena pun bermain bersama Sarira. Meskipun baru pertama kali bertemu langsung dengan Sarira, entah mengapa mereka berdua begitu nyaman bersama Sarira. Mungkin inilah yang dinamakan orang baik, jadi anak kecil pun percaya dengan orang baik tersebut. Tidak peduli dia muda maupun tua.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳... ...


Maaf, updatenya hanya sedikit lagi. 😁🙏🏻

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya buat Author.


Thank's All. 🙏🏻💞


__ADS_2