Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
Bab 35 : Sadar


__ADS_3

...~𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈~...


⚘⚘⚘


Sementara di rumah sakit..


Abraham terus berbicara dengan Yana walaupun Yana mendengarkan tetapi tidak bisa menjawab perkataan Abraham..


Hingga pada akhirnya tangan Yana pun bergerak. Yana pun mulai membuka matanya. Sekali-kali ia mengerjapkan matanya karena penglihatan nya yg terlihat buram.


"Sarira.." panggil Yana pelan.


"Miss??" ucap Sarira.


"Iya. Coba kamu tolong telpon Brianni. Apa sidangnya sudah selesai??" pinta Yana.


"Baik, Miss." jawab Sarira.


Ya, selama sebelum persidangan. Brianni diajarkan orang khusus untuk menjadi pengacara. Terlebih lagi cita-cita Brianni yaitu pengacara membuat Brianni semangat dalam belajarnya. Sedangkan cita-cita Brianna adalah dokter. Ia sudah mendapatkan cita-cita nya dan pastinya ia perjuangkan.


Sarira pun mulai menghubungi nomor Brianni.


Tidak lama, akhirnya Brianni pun mengangkat telpon dari Sarira.


"Halo, kak!" ucap Brianni.


"Halo, Anni!!" sahut Sarira.


"Eh kak! Kok kakak dirumah sakit??" tanya Brianni pada Sarira ketika melihat dinding rumah sakit yg bewarna putih.


Sarira pun menjelaskan semuanya atas permintaan Brianni. Dan itu di perbolehkan oleh Yana.


"Oh.. semoga kak Putri cepat sembuh yaa!!" ucap Brianni dan Brianna.

__ADS_1


"Iya, An. Nanti kak Sarira sampaikan. Kalau begitu, telponnya kak matiin dulu ya." ucap Sarira.


"Ya, kak." jawab keduanya kompak.


Tut.


Sedangkan Abraham, Agler dan juga Agam yg keluar mencari dokter pun akhirnya masuk.


Dokter pun meminta mereka berempat untuk keluar.


"Apa Nona merasa pusing?" tanya dokter pada Yana.


"Iya, dok. Mungkin hanya sekedar jetlag." jawab Yana.


"Hem.. baiklah." ucap dokter.


⚘⚘⚘


Abraham, Agler, Agam dan juga Sarira masih bingung untuk menjelaskan pada Yana. Takut kondisi Yana semakin parah. Tapi disisi lain, mereka tidak nyaman jika tidak memberitahu.


Akhirnya Abraham pun memberanikan diri untuk menjelaskan yg sebenarnya.


"Yana.." ucap Abraham.


"Ya?" sahut Yana.


"Saya ingin menjelaskan." ucap Abraham.


"Menjelaskan soal apa? Bisnis, Tuan?" tanya Yana pada Abraham, lalu Yana pun berusaha duduk walau luka di perutnya sakit.


"Tidak usah duduk." ucap Abraham.


Tapi, Yana tetap berusaha duduk hingga akhirnya ia bisa duduk.

__ADS_1


"Saya ingin menjelaskan. Tapi tidak tentang bisnis." ucap Abraham.


"Lalu?" tanya Yana bingung. Jika bukan bisnis, lalu hal apa yg ingin dijelaskan? Yana bingung.


"Saya.. ingin menjelaskan." ucap Abraham lalu memberikan kertas kepada Yana. Yana terlihat semakin bingung. Bahkan keningnya berkerut ketika melihat kertas tersebut. Apa yg ingin dijelaskan Tuan Abraham padanya? Yana semakin bingung maksud dari Abraham.


Yana pun membuka lipatan kertas tersebut. Dengan rasa penasaran dan bingung. Kedua rasa tersebut dicampur.


Yana pun mulai membaca kertas tersebut dalam hati. Sedangkan Abraham yg melihat Yana mulai membaca, perasaan gugup dan takut pun mulai datang.


Bisakah jika Abraham kabur sekarang? Tentu tidak. Karena bagaimana jika nanti terjadi sesuatu pada Yana? Oh, beruntung Abraham masih berpikir jauh.


Abraham terkenal bijak dalam pengambilan sesuatu. Bahkan untuk memilih saja, ia masih harus berpikir baik-baik. Karena hanya satu kesalahan sepele, akan berdampak besar.


Oleh sebab itu, sifat bijak Abraham turun ke pada Agler dan juga Agam. Untuk Yana? Mungkin juga iya dan termasuk.


Yana bingung ketika namanya tertulis dikertas tersebut. Terlebih lagi, Yana tahu jika kertas ini adalah kertas tes DNA. Siapa yg melakukan Tes DNA tanpa seizin nya?? Yana mulai berpikir, sejak kapan ia memberikan darah nya kepada orang lain.


Yana pun mulai melanjutkan bacanya hingga tertulis..


Yana melotot kan matanya tak percaya melihat itu!


Apa ada yg salah dengan kertas ini??


...~𝑩𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒃𝒖𝒏𝒈~...


Bagaimana ya dengan reaksi Putri??


Jangan lupa like nya ya..


Thanks.


🙏🏻💞

__ADS_1


__ADS_2