
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
Pesawat tiba-tiba terguncang kembali.
Hal yang tak diduga, sayap kiri pesawat patah secara tiba-tiba. Hal tersebut membuat keseimbangan pesawat berkurang. Pesawat berputar-putar hingga jatuh.
“Gawat!!” seru Pramugari. Mereka tidak menyangka apabila hal ini akan terjadi lebih cepat dari perkiraannya.
“Ambil parasut!!“ perintah salah satu Pramugari.
“Parasut nya hanya ada dua puluh, Bu!“ jawab Pramugari lain.
“Bukankah itu cukup?” tanya Pramugari tersebut.
"Tidak, Bu! Pramugari ada lima belas. Pilot ada dua. Keamanan ada tiga!” jelas Pramugari lain.
“Bukankah pas?“ tanyanya.
“Tentu tidak, Bu! Bagaimana dengan Miss Yana?“
“Oh iya juga ya. Aku malah melupakan Miss!“ ucap Pramugari tersebut.
“Lalu, kita harus bagaimana?”
“Tanyakan pada Miss, saja!”
Pramugari tersebut langsung menghampiri Yana.
“Miss!” panggilnya.
“Parasut di pesawat tersisa dua puluh!” jelasnya.
__ADS_1
“Parasut?” ucap Yana.
“Iya, Miss! Kondisi Pesawat sudah tidak memungkinkan, kita harus terjun dari pesawat ini!“ jelasnya.
“Apa? Lalu?”
“Hanya saja, parasutnya tidak cukup untuk kita semua!” jelasnya lagi.
“Iya, nanti aku langsung terjun saja! Kalian saja yang menggunakan parasut!” terang Yana.
“Apa? Tidak, Miss! Jangan seperti itu!”
“Tidak ada waktu lagi,” jawab Yana.
Pramugari tersebut berusaha membujuk Yana agar tidak melakukan hal tersebut. Bukankah sangat berbahaya apabila langsung terjun begitu saja dari pesawat hingga ke bawah tanah tanpa peralatan sama sekali?
Tapi pada akhirnya, Pramugari tersebut menyerah untuk menbujuk Yana.
⚘⚘⚘
Sementara di Alex.
“Ahh, tidak! Kenapa semua menjadi seperti ini!” pekik Alex frustasi. Ia mengacak-acak rambutnya. Ia baru saja mendapatkan kabar dari sang asisten apabila Yana wanita pujaannya mengalami hal yang sama sepertinya yaitu pesawat mengalami kendala.
Dan kabar kedua, jika semua orang yang menaiki pesawat tersebut terjun ke Black Forest. Bukankah Black Forest termasuk tempat berbahaya? Apalagi hewan buas di hutan tersebut berkeliaran ke mana-mana.
Dirinya frustasi memikirkan keadaan sang wanita pujaan hatinya. Ingin rasanya ia menyusul ke tempat sang wanita berada saat ini, namun urusannya bersama kakeknya ada yang belum diurus.
Alex semakin frustasi memikirkan kedua hal tersebut. Keduanya sama-sama penting. Rambutnya menjadi acak-acakan karena sedari tadi Alex terus mengacak-acak rambutnya ketika mengingat kedua hal tersebut.
Tiba-tiba, Rey bersuara.
__ADS_1
“Tuan, sebaiknya Tuan menyusul dengan Nona Yana. Karena tempat Black Forest terlalu berbahaya baginya, terlebih lagi Nona Yana adalah seorang wanita. Apakah Tuan ingin ia tinggal nama setelah ini? Apakah Tuan ingin kehilangan wanita yang dicintai Tuan untuk kedua kalinya?” jelas Rey. Penjelasan Rey barusan menyadarkan Alex.
Ya, yang dikatakan Rey benar. Ia harus segera menyusul wanitanya. Urusan kakeknya bisa diurus nanti.
“Terima kasih sarannya, Rey! Tolong siapkan parasut untukku!” perintahnya kepada Rey.
“Siap, Tuan!” sahut Rey.
Rey segera mengambil dua parasut. Satu parasut untuk dirinya dan satu lagi untuk Alex atasannya.
Rey memberikan satu parasut kepada Alex. Alex yang melihat Rey mengambil dua parasut menatap Rey dengan heran.
“Kamu ingin ikut terjun juga?“ tanyanya kepada Rey. Rey mengangguk.
“Bukankah kamu sangat takut dengan ketinggian?” tanyanya lagi.
Rey terdiam sesaat.
“Itu dulu, sekarang tidak!“ jawab Rey tersenyum.
“Kamu yakin, Rey?“ tanya Alex lagi untuk memastikan jika Rey benar-benar ingin ikut terjun bersamanya.
Rey mengangguk tanpa keraguan.
Mereka berdua langsung terjun dari pesawat dengan menggunakan parasut.
Mereka sampai di Black Forest. Alex melihat sekitarnya. Tiba-tiba ia melihat seorang wanita tergeletak di sekitarnya. Alex terkejut.
Alex bersama Rey langsung segera ke tempat wanita tersebut. Alex melihat wajah wanita tersebut secara tidak sengaja. Wajah yang penuh luka membuat dirinya sedikit kesulitan mengenali identitas wanita ini. Namun, ada satu hal yang membuatnya mengenali wanita ini. Hatinya bergetar melihat wanita tersebut.
Siapakah wanita tersebut?
__ADS_1
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......