Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
BAB 64 : CEMBURU (2)


__ADS_3

Happy Reading...


Satu minggu berlalu. Mereka sudah kembali ke kota ini sejak seminggu yang lalu. Tidak disangka oleh mereka, apabila seminggu waktu yang terasa sangat cepat.


Pagi ini, pagi yang cerah, Yana bersiap-siap untuk berangkat ke sebuah perusahaan yang bukan miliknya untuk melakukan meeting bersama pemilik perusahaan tersebut. Meeting tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk bekerjasama perusahaan dan mendapatkan keuntungan besar dari kerjasama perusahaan ini.


Saat di tengah perjalanan menuju ke perusahaan tersebut, pemilik perusahaan tersebut mengirimkan sebuah pesan kepada Yana. Yana segera mengecek isi pesan tersebut.


“Selamat pagi, Miss. Maaf, lokasi meeting tidak jadi di perusahaan melainkan di sebuah Restoran. Namanya Restoran Lily. Mohon maaf dan Terima kasih!“ Itulah isi pesan yang dikirimkan pemilik perusahaan kepada Yana.


Yana membacanya dan membalas pesan tersebut. Mobil yang dinaiki Yana di setir oleh Sopir.


“Selamat pagi juga, Pak! Siap, Pak!“ Itulah pesan yang dikirimkan Yana kembali kepada pemilik perusahaan tersebut.


“Pak! Kita ke Restoran Lily!“ ucap Yana. Pak Sopir hanya mengangguk dan menjalankan perintah anak majikannya.


Beberapa saat kemudian, mobil yang dinaiki Yana sampai di Restoran Lily. Yana turun dari mobil dan segera masuk ke dalam Restoran Lily.


Semua orang menyambut pelanggannya degan sopan dan ramah.


“Selamat datang, Nona! Apa Nona yang bernama Yana?“ sambut Pelayan tersebut.


“Betul, Mbak! Ruangannya ada di mana ya?“ tanya Yana.

__ADS_1


“Ada di ruangan nomor 5. Mari saya antar!“ tawar Pelayan tersebut.


“Ok, Mbak! Kebetulan, saya jarang ke sini, jadi agak lupa ruangannya!“ jawab Yana.


Pelayan tersebut mengantarkan Yana ke ruangan nomor lima. Setelah selesai mengantarkannya, Pelayan tersebut kembali ke tempatnya seperti semula.


“Selamat pagi, Pak! Maaf, saya terlambat!“ ucap Yana.


“Tidak masalah, Miss! Kebetulan saya juga baru datang! Mari duduk!“ ajak pemilik perusahaan tersebut.


“Terima kasih, Pak!“ ucap Yana.


Mereka mulai membahas tentang kerjasama di kedua pihak. Dan mengenai keuntungan apabila mereka menjalani kerjasama perusahaan ini.


“Bagaimana, Miss?“ tanya pemilik perusahaan tersebut.


Dari kejauhan ruangan tersebut.


Terlihat seorang pria yang tengah mengepalkan tangannya dengan emosi. Ya, pria tersebut ialah Alex Matteo. Dirinya tidak sengaja melihat Yana dan seorang pria yang tak dikenali olehnya berada dalam satu ruangan. Alex berada di Restoran ini untuk meeting bersama rekan bisnisnya pada pukul sepuluh pagi. Namun, Alex sengaja datang di pukul delapan pagi ke Restoran ini untuk sarapan. Biasanya pada pukul delapan pagi, Restoran ini akan ramai pelanggan.


Marah? Itulah yang dirasakan oleh Alex. Hatinya marah ketika melihat wanita yang singgah di hatinya bersama pria lain di satu ruangan tersebut. Cemburu? Alex yakin, ia tidak sedang cemburu.


Alex yang sedang memakan sarapannya menjadi tidak mood untuk makan. Dirinya begitu ingin cepat menghampiri wanita yang singgah di hatinya.

__ADS_1


Namun, pada saat Alex ini beranjak dari kursinya, ia melihat wanitanya bersama pria tersebut keluar dari ruangan privat tersebut. Alex langsung berdiri dari kursinya dan menghampiri kedua orang tersebut.


“Maaf menganggu! Sayang, ayo ke mejaku! Kita sarapan bareng-bareng!“ ajak Alex sembari merengkuh erat lengan Yana pertanda dirinya milik Yana. Pria yang bersama Yana hanya terkekeh geli melihat aksi Alex, padahal dirinya dan Yana hanyalah rekan bisnis.


"Tuh, suaminya Miss sudah datang! Saya pulang dulu!“ pamit pria tersebut sembari menahan tawanya.


“Baik, Pak! Hati-hati di jalan!“ ujar Yana.


“Lex! Ngapain peluk-peluk segala?“ tanya Yana sembari menepis tangan yang memeluk erat lengannya.


“Biarin! Biar orang tahu, kamu itu cuma punya aku!“ jawab Alex semakin memperat rengkuhannya di lengan Yana.


“Huh! Kapan kamu mau menikahi ku??“ tanya Yana.


Mendengar pertanyaan dari Yana, Alex terdiam. Jujur saja, selama ini, Alex masih belum sama sekali memikirkan soal hubungan lebih lanjut hingga pernikahan. Ia masih ragu untuk menjalani kehidupan rumah tangga. Istilahnya trauma, takut apabila kejadian dulu terulang.


Dirinya dulu berpikir apabila Rina adalah wanita yang dicintainya, ternyata hanya sekedar rasa kagum kepada wanita tersebut. Alex tidak mau kejadian tersebut terulang kembali.


Yana yang melihat Alex terdiam, menjadi ragu apabila Alex yang ditakdirkan untuk menjadi suaminya. Hatinya memang menginginkan hubungan lebih lanjut bersama Alex. Sejujurnya, dirinya suka Alex cemburu dan posesif seperti ini kepadanya.


“Alex! Apa kamu beneran mencintaiku?? Melihatmu yang diam tiap aku menanyakan pertanyaan ini, membuatku kurang yakin untuk menjadi istrimu,“ ungkap Yana.


“Jika seandainya kamu hanya ingin mempermainkan hatiku, sebaiknya kedepannya, kita tidak perlu bertemu kembali. Lebih baik hatiku sakit di awal daripada sakit berkali-kali lipat nantinya,“ ucap Yana berlalu pergi dari hadapan Alex.

__ADS_1


Alex yang melihat Yana pergi, sama sekali tidak berniat untuk mengejarnya. Yang dikatakan olehnya benar. Tidak salah apabila wanita tersebut mengucapkan kata yang membuat hatinya sakit. Alex sendiri masih ragu dengan perasaannya.


To be continued...


__ADS_2