Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
BAB 63 : PESAWAT


__ADS_3

Happy Reading...


Satu minggu pun berlalu.


Yana dan Alex serta Rey bersiap-siap untuk kembali ke kota. Jika kalian bertanya, di mana Rey di bab sebelumnya? Maka. jawabannya ada di berikut ini.


Rey menemui sahabat lamanya yang kebetulan sedang berlibur di kota ini. Jadi, sekalian saja ia menginap di rumah sahabat lamanya itu. Daripada pusing mencari tempat tinggal di kota ini, yang pada akhirnya, tinggal hanya seminggu lalu pulang. Mumpung ada tempat tinggal gratis.


Mereka bertiga kembali ke kota dengan menggunakan pesawat pribadi Alex. Pesawat pribadi Alex diantarkan anak buah Alex.


ð–§·ð–§·ð–§·


Di pesawat pribadi milik Alex.


Alex meminta Yana untuk duduk di sebelahnya. Awalnya, Yana menolak karena kursi di pesawat ini. masih tersedia begitu banyak. Namun, Alex terus memaksanya, yang pada akhirnya Yana duduk di kursi sebelah Alex.

__ADS_1


Pesawat mulai lepas landas. Yana bisa melihat cuaca cerah di pagi ini. Cuaca hari ini mendukung perjalanan mereka, tidak seperti saat itu. Cuaca sedikit mendung yang seharusnya mereka menunda perjalanan.


Yana mulai mengantuk. Berkali-kali ia hampir memejamkan matanya. Setiap naik pesawat, Yana keseringan tidur. Karena di pesawat, tidak bisa apa-apa. Rasanya bosan sekali di dalam pesawat. Jika bisa melakukan apa saja paling hanya makan, minum, main ponsel, dan sebagainya. Menurut Yana, itu membosankan.


Hingga pada akhirnya, Yana tidur dengan kepala menunduk. Alex mengira Yana sedang melihat sesuatu di bawah, sehingga ikut melihat ke bawah. Namun, yang dilihatnya tidak ada apa-apa, sehingga Alex mengangkat kepala Yana.


Dan ternyata Yana tidur. Alex kasihan dengan posisi Yana tidur seperti itu. Jika bangun, badan akan pegal-pegal. Alex memanggil salah satu Pramugari untuk menyiapkan ranjang khusus yang disiapkan.


“Mbak, tolong siapkan ranjang ya!“ perintah Alex.


Ranjang pun disiapkan oleh Pramugari tersebut sesuai dengan perintah Alex. Alex memindahkan tubuh Yana secara perlahan agar Yana tidak terbangun. Rey yang melihat adegan tersebut, menyibukkan dirinya dengan menonton film horor di ponselnya agar otaknya tidak berpikir macam-macam.


Setelah memindahkan tubuh Yana ke ranjang, Alex duduk di tepi ranjang sembari mengelus rambut Yana. Ia suka dekat dengan Yana. Entah ini perasaan cinta atau sekedar kagum dengan wanita yang sedang terbaring tidur nyenyak ini.


Rey yang menonton film horor menjadi merinding. Ia seperti merasa ada seseorang disebelahnya. Namun, pada saat menoleh ke sebelahnya, justru sama sekali tidak ada orang. Rey memutuskan untuk berhenti menonton film horor. Karena bosan mau ngapain, dirinya pun bermain game yang ada di ponselnya.

__ADS_1


Alex yang merasa mengantuk pun membaringkan badannya ke ranjang sebelah. Ia memejamkan matanya dan tidur.


Beberapa jam berlalu.


Mereka akhirnya sampai di Bandara. Alex membangunkan Yana.


“Yana.. Bangun! Sudah sampai di Bandara kita!“ ucap Alex.


Alex menoleh ke kursi yang di duduki oleh Rey. Ternyata Rey ketiduran dengan memegang ponselnya.


Yana pun bangun. Begitu juga dengan Rey asisten Alex. Mereja turun dari pesawat dan masuk ke Bandara.


Yana memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Ia ingin mengistirahatkan tubuhnya. Sedangkan Alex dan Rey kembali ke perusahaan.


To be continued...

__ADS_1


Note: Udah double update ya! Jangan lupa untuk terus dukung Author ini.. Kalau ada typo di atas, segera komen ya biar Author revisi! Terima kasih.


__ADS_2