Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
BAB 72 : LIBURAN {END}


__ADS_3

Happy Reading...


Waktu terus berlalu, hingga tidak terasa usia pernikahan Alex dan Yana sudah dua bulan.


Dan kabarnya, Agler dan Sarira sudah menjadi sepasang kekasih. Hubungan mereka belum beranjak ke pernikahan. Sedangkan Agam sang adik kembaran dari Agler, sudah mempunyai kekasih.


Pagi yang cerah ini, keluarga kecil Alex berniat pergi liburan. Mereka berniat berlibur ke sebuah pantai. Karena di pantai sana juga ada sebuah Villa milik Alex, mereka berencana untuk menginap di Villa milik Alex selama dua hari. Mereka berlibur sekaligus refreshing.


Mereka sudah bersiap-siap sejak satu hari sebelum berangkat. Semua barang yang ingin dibawa sudah dimasukkan ke dalam tas. Tinggal menunggu keberangkatan.


...☘️☘️☘️...


Setelah perjalanan dengan menggunakan pesawat pribadi, akhirnya mereka sampai di Villa milik Alex. Villa milik Alex dekat dengan pantai. Daerah sekitar Villa milik Alex ini privat. Tidak bisa dikunjung sembarangan orang.


Setelah meletakkan barang-barang di Villa berkat bantuan bodyguard Alex, mereka langsung menuju Pantai.


Pantai itu dekat dengan Villa. Sehingga, tidak memerlukan kendaraan untuk sampai ke Pantai. Hanya berjalan beberapa langkah, lalu sampai.


Keempat bocah itu terlihat sangat bahagia ketika diajak ke Pantai. Namun, tidak dengan sepasang orangtua ini. Siapa lagi jika bukan Alex dan Yana.


Wajah Yana terlihat pucat setelah naik pesawat. Sepertinya Yana mengalami mabuk perjalanan. Sedangkan Alex, wajahnya terlihat murung. Alex murung dikarenakan sang istri sedang tidak enak badan.


“Sayang! Lebih baik, istirahat saja dulu! Anak-anak akan menjadi urusanku!“ seru Alex.


“Tidak! Ini hari terindah bagi keluarga kecil kita! Tidak mungkin aku malah beristirahat hanya karena jetlag!“ bantah Yana.

__ADS_1


Saat Alex akan bersuara kembali, tubuh Yana ambruk tidak sadarkan diri. Beruntung saat tubuhnya hampir menyentuh pasir pantai, Alex langsung berlari dan menangkap tubuh Yana yang ambruk tidak sadarkan diri.


“Ya ampun … Sepertinya kamu sedang tidak baik-baik saja, Sayang!“ seru Alex dengan wajahnya yang cemas. Takut sang istri kenapa-kenapa.


“Daddy! Ada apa dengan Mommy?“ tanya Yena ketika melihat Daddy dan Mommy nya masih di tempat, sehingga dirinya memilih menyusul.


Ethan, Evan, dan Yuna yang mendengar suara Yena dari kejauhan merasa cemas dengan keadaan Mommy mereka. Sehingga memilih menghentikan berlian mereka sebentar dan menyusul Yena.


“Mommy tidak sadarkan diri! Daddy akan panggilkan Dokter untuk mengecek kondisi Mommy sekarang! Apakah kalian ingin masuk ke Villa atau memilih melanjutkan main?“ ujar Alex.


“Ikut Daddy saja!“ jawab keempat bocah itu dengan serempak.


Mereka semua kembali masuk ke dalam Villa. Hal tersebut membuat para pelayan yang bekerja di Villa ini merasa heran. Namun, ketika melihat Nyonya mereka digendong oleh Alex, mereka akhirnya mengerti dengan apa yang sedang terjadi saat ini.


“Tolong hubungi Dokter segera!“ perintah Alex kepada salah satu pelayan.


Alex membaringkan tubuh istrinya dengan hati-hati di ranjang. Keempat bocah itu mengikuti langkah Daddy mereka.


Mereka berlima berkumpul di tepi ranjang Yana. Wajah mereka terlihat cemas.


Beberapa saat kemudian, Dokter pribadi keluarga Alex yang dipanggil untuk datang kemari, akhirnya datang juga. Doktet pribadi keluarga Alex membawa peralatan medis lainnya.


Dokter itu mulai memeriksa keadaan Yana. Saat mengecek denyut nadi Yana, ia merasakan ada hal yang tidak beres. Sehingga memilih untuk mengecek langsung. Ternyata, hal yang tidak terduga terjadi.


Dokter itu menghela napas. Melihat itu, Alex dan keempat bocah yang merupakan anaknya itu merasa cemas.

__ADS_1


“Bagaimana hasil pemeriksaannya, Dok?“ tanya Alex dengan wajah cemas. Berharap sang istri baik-baik saja.


“Istri Tuan sedang mengandung. Usia kandungannya saat ini baru satu bulan. Sehingga ia mengalami jetlag yang cukup parah saat menaiki pesawat. Saya sarankan untuk Istri Tuan beristirahat selama beberapa hari ini,“ jelas Dokter itu dengan panjang lebar.


“Mengandung? Hamil? Dokter sedang tidak bercanda, bukan?!“ seru Alex dengan wajah tidak percayanya.


Melihat Daddy mereka bertanya kembali, membuat keempat bocah itu bingung seketika. Ada kata yang tidak dimengerti oleh mereka. Salah satu dari mereka akhirnya mencoba memberanikan diri bertanya, maksud dari kata yang tidak dimengerti oleh mereka.


“Doktel! Apa itu mengandung? Sama … Ya, hamil! Apa itu, Doktel?“ tanya Yena dengan suara cadel nya.


Dokter itu tersenyum lalu mensejajarkan dengan tubuh mungil kecil itu.


“Mengandung itu berarti Mommy kalian sedang hamil. Hamil adik kalian. Adik kalian sekarang ada di perutnya,“ jelas Dokter itu dengan lemah lembut.


“Adik? Adik itu Dedek bayi ya, Doktel? Yang suaranya oekk … oekkk … oekk?“ ujar Yena menirukan suara bayi.


“Ya. Begitulah suaranya,“ jawab Dokter.


Alex begitu bahagia dan masuk ke kamar tempat sang istri berada. Ia langsung memeluk tubuh istrinya itu. Kebahagiaannya itu sudah tidak bisa dijabarkan seberapa bahagia dirinya.


Berita Yana dengan cepat menyebar.


Keluarga kecil Alex bahagia dengan kabar itu. Yana yang baru saja sadar, langsung bahagia dengan kabar yang baru saja diberikan suaminya itu. Tidak menyangka bahwa dirinya hamil satu bulan.


...TAMAT...

__ADS_1


Akhirnya tamat juga novel ini. Meskipun dengan peminat sedikit dan like yang diberikan tidak sebanyak dengan perjuangan Author menulis ini. Namun, itu tidak. membuat Author kecewa. Terima kasih banyak buat semuanya yang telah membaca novel ini walaupun tidak meninggalkan jejak like satupun. Intinya Terima kasih banyak. Maafkan Author yang updatenya sering bolong, hehe..


Intinya Terima kasih banyak. Sampai jumpa di novel Author lainnya. Jangan lupa mampir ya.


__ADS_2