Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
BAB 66 : MAAF


__ADS_3

Happy Reading...


...☘️☘️☘️...


Alex segera pergi ke perusahaan Yana dengan menggunakan mobilnya. Tidak peduli dengan tatapan heran dari para karyawannya. Di pikirannya saat ini hanyalah Yana, Yana, dan Yana.


Sesampainya di perusahaan Yana, ia segera ke ruangan resepsionis untuk menanyakan ruangan Yana. Sejujurnya, Alex tidak tahu ruangan Yana. Meskipun dirinya pernah kemari, namun dirinya tidak berani untuk mengintip sembarangan ruangan, takut berakibat dengan kerja sama kedua pihak perusahaan.


“Nona, di mana ruangan Nona Yana??“ tanya Alex dengan sopan.


“Anda ada perlu apa ya sama Miss? Adakah jadwal?“ ucap Resepsionis.


“Saya ingin bertemu dengannya. Ada hal penting yang harus dibicarakan!“ jawab Alex.


“Baiklah, Tuan. Dimohon untuk tunggu sebentar, Miss sedang sibuk saat ini,“ ujar Resepsionis.


“Apa tidak bisa bertemu dengannya sekarang?“ tanya Alex heran. Sesibuk apakah sebenarnya Yana?


“Tidak, Tuan. Anda harus menunggu kurang lebih dua jam lagi baru bisa bertemu dengan Miss. Tuan bisa menunggu di ruangan tunggu atau Tuan bisa pergi terlebih dahulu,“ jelas Resepsionis.


“Miss sedang tidak bisa diganggu.“ tambahnya.


“Hem, baiklah! Dua jam lagi, aku akan kemari! Ini nomorku, kabari aku apabila Nona Yana sudah selesai lebih awal!“ ucap Alex sembari memberikan kartu identitasnya kepada resepsionis. Kartu Identitas milik Alex tertulis ada nama lengkap Alex, usia Alex, nama perusahaan Alex, nomor telepon Alex, dan data penting lainnya.


“Baik, Tuan. Apabila dalam kurun waktu satu jam, Miss sudah selesai. Saya akan segera mengabari Anda. Terima kasih.“ jawab Resepsionis sembari melihat kartu identitas milik Alex.

__ADS_1


Alex tidak menanggapi ucapan Resepsionis, ia langsung pergi meninggalkan perusahaan Yana.


“Haduh …“ Alex kesal.


...☘️☘️☘️...


Di ruangan Yana.


Yana mendapatkan pesan dari Resepsionis apabila ada tamu yang bernama Alex Matteo ingin bertemu dengannya. Karena Yana sibuk, Yana mengirimkan balik pesan kepada Resepsionis apabila jika ingin bertemu dengannya, harus menunggu dua jam. Hal tersebut bukanlah hanya kebohongan semata, itu kebenarannya.


Yana memang beneran sibuk. Dalam waktu dua jam, ia usahakan pekerjaannya selesai. Selain meminta pada Intan yang merupakan sekretaris nya, ia juga meminta kepada Sarira.


Satu jam berlalu.


Dalam waktu kurun lebih satu jam, Yana selesai mengerjakan semua berkas-berkas tersebut. Karena dirasa tidak ada lagi yang harus dikerjakan, Yana meminta Resepsionis untuk menghubungi tamu tadi yang berniat bertemu dengannya. Sembari menunggu tamunya, Yana meregangkan tubuhnya yang terasa pegal setelah berperang dengan ribuan lembaran berkas.


“Tok … Tok … Tok …“ Begitulah suara yang terdengar.


“Masukk!“ ucap Yana. Alex dan Resepsionis pun membuka pintu ruangan Yana.


Resepsionis mendekati meja Yana.


“Baiklah, sampai di sini saja. Saya permisi dulu, Miss, Tuan!“ pamitnya sembari melirik Yana dan Alex.


“Baik.“ jawab Yana.

__ADS_1


Resepsionis tersebut pergi dari ruangan Yana dan menutup pintu. Suasana ruangan hening. Tidak ada suara. Tidak ada yang berusaha mencoba memecahkan keheningan di ruangan ini.


Beberapa saat kemudian. Alex mencoba membuka suara.


“Yana?“ panggilnya dengan suara pelan dan gugup. Meskipun suaranya begitu pelan, tetap bisa didengar oleh Yana. Karena di ruangan ini hanyalah ada mereka berdua. Tidak ada orang lain selain mereka.


“Mengapa kamu datang? Bukankah sudah aku bilang, jika kamu hanya ingin mempermainkan hatiku, lebih baik tidak usah bertemu lagi. Lalu, buat apa kamu ingin bertemu denganku?“ tanya Yana dengan suara datar dan dingin. Alex bisa merasakan seberapa dinginnya Yana. Sikap Yana berubah seratus delapan derajat.


“Maaf, Yana. Aku minta maaf,“ ucap Alex menangkupkan kedua tangannya.


“Aku memaafkan kamu, Lex.“ jawab Yana.


“Selama satu minggu ini, kita berpisah. Itu membuatku rindu denganmu. Kamu membuatku sadar. Perasaan ku kepadamu bukanlah sekedar rasa kagum, namun rasa cinta yang tidak bisa diartikan,“ kelas Alex.


“Lalu, kedatangan kamu ke sini untuk apa?“ tanya Yana.


“Aku minta maaf. Maaf …“ Alex menundukkan kepalanya. Pandangannya beralih ke lantai.


“Tatap aku, Lex!“ tegas Yana. Alex mengangkat kepalanya menghadap Yana.


“Aku memaafkanmu. Aku juga minta maaf. Aku melakukan ini agar kamu sadar akan perasaan mu. Apakah hanya sekedar rasa kagum atau rasa cinta. Aku tidak kau terjebak dalam cintamu,“ jelas Yana dengan tatapan penuh cinta.


Mereka berdua saling berpelukan melepaskan kerinduan yang tertahan selama satu minggu ini. Selama satu minggu berpisah, itu membuat Alex sadar akan perasaan sesungguhnya.


To be continued...

__ADS_1


Note : Maaf update nya cuma sdikit. Terimakasih.


__ADS_2