
Happy Reading...
Beberapa saat kemudian, Alex datang dengan langkah tergesa-gesa.
“Maaf. Maaf, saya datang terlambat.“ ucapnya dengan napas ngos-ngosan sembari membungkukkan badan sebagai bentuk penghormatan.
“Tidak masalah! Mari masuk!“ ajak Abraham.
...☘️☘️☘️...
(Skip)
“Yana … Maukah kamu menikah denganku? Menjadi istri sekaligus ibu untuk anak-anak kita?“ tanya Alex mengeluarkan kotak cincin dan bersimpuh kaki di depan Yana.
“Aku … Aku …“ Yana tampak gugup menjawabnya. Ia tidak menyangka hari yang ditunggu-tunggu olehnya datang secepat ini.
“Terima … Terima … Terima …“ Terdengar sorakan yang meriah.
“Aku mau menjadi istrimu dan ibu anak-anak kita,“ jawab Yana dengan senyuman menghias wajahnya. Wajahnya sangat cantik.
__ADS_1
“Yesss!“ sorak dari orang-orang yang berada di Mansion Keluarga besar Abraham ini.
Alex mulai memasangkan cincin berlian indah itu di jari manis Yana. Cincin yang terpasang di jari manis Yana terlihat sangat berkilau nan indah.
“Terima kasih!“ ucap Alex. Wajahnya mulai mendekati wajah Yana secara perlahan. Mencium kening wanitanya dengan lembut. Yana memejamkan matanya saat bibir lembut kan kenyal itu menyentuh keningnya. Yana yang awalnya trauma dengan pria, kini tidak lagi. Dekat dengan Alex membuatnya nyaman.
“Huuuuuuu!!“ Terdengar kembali sorakan. Sorakan kali ini lebih meriah dibandingkan dengan sebelumnya.
Ciuman Alex berpindah, awalnya yang dari kening turun menjadi bibir. Namun, belum lagi ia tempelkan bibirnya, seseorang menghentikan aksinya yang membuat Alex berhenti seketika.
“Alex!!“ panggil Kakek Alex si pengacau kemesraan Alex dan Yana.
“Jangan lakukan itu! Kalian berdua belum sah!“ tegas Kakek Alex.
“Yah ….“ ujar Alex kecewa.
“Ayo masuk! Kita akan bahas mengenai pernikahan kalian berdua!“ ajak Kakek Alex.
“Tapi … Kek?“ Alex tidak melanjutkan kembali ucapannya setelah mendapatkan tatapan tajam dari sang kakek.
__ADS_1
“Jangan membantah!“ tegas Kakek Alex dengan tatapan tajam nya yang dilemparkan olehnya pada Alex sang cucu.
“Baik, Kek!“ jawab Alex dengan wajah lesu. Ia menjadi tidak bersemangat.
“Kenapa wajahmu lesu? Bukankah harusnya kamu bahagia?Hari ini kan, acara lamaran kamu. Terus, menentukan kapan acara pernikahan kalian berdua dilaksanakan. Udah gitu, bisa tentukan mau di mana acara kalian dilaksanakan. Terus, undangannya mau disebar ke mana saja. Mau undang siapapun. Itu urusan kalian berdua!“ ujar Rey asisten Alex yang hadir dalam acara ini.
“Ya-ya.“ jawab Alex singkat.
“Kek, kita masuk ke dalam?“ tanya Yana.
“Iya, Nak! Ayoo!“ ajak Kakek Alex.
Mereka semua masuk ke dalam untuk menentukan kapan acara pernikahan Yana dan Alex dilaksanakan, pada pukul berapa akan dilaksanakan, tempat di mana acara akan dilaksanakan, berapa orang yang akan diundang, desain undangannya, dan sebagainya. Malam ini, mereka akan membahas seluruhnya hingga kelar selesai.
Beberapa jam kemudian. Sekarang sudah pukul sepuluh malam lewat lima puluh lima menit. Lima menit lagi, sudah mau jam sebelas. Tidak disangka hanya membahas ini, bisa memakan waktu panjang.
Mereka semua sudah selesai membahas mengenai pernikahan Yana dan Alex. Semuanya sudah beres. Tinggal menunggu waktu pelaksanaannya saja.
Pernikahan ditentukan akan dilaksanakan dua hari lagi pada pukul sepuluh pagi pas hingga selesai. Acara pernikahan Yana dan Alex dilaksanakan di sebuah hotel mewah milik Alex. Orang yang diundang ada sekitar ratusan ribu lebih. Sekian kerabat yang diundang, rekan bisnis mereka juga diundang dalam acara ini.
__ADS_1
To be continued...