
...~𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈~...
Setelah beberapa minggu, Putri dan kedua sahabat nya di rawat. Akhirnya hari ini mereka bertiga di perbolehkan pulang.
"Putri." panggil Alvano.
"Eh? Om Alvano!" jawab Putri lalu memeluk Om nya yg sudah ia anggap sebagai papa nya.
"Akhirnya.. apaa kamu mengalami trauma atau mimpi buruk yang sama seperti teman kamu??" tanya Alvano.
"Tidak kok, om." jawab Putri.
Putri memang tidak sepenuhnya berbohong. Karena setelah kejadian itu, Putri tidak mengalami trauma atau mimpi buruk soal itu. Melainkan mimpi buruk yg menurut nya 'ANEH'.
"Ya sudah.. ayo pulang." ajak Alvano.
"Ya, om." jawab Putri.
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan Alvano dan juga Davian mampir sebentar ke mansion sekaligus membahas soal perjodohan Putri dan Davian.
Setelah beberapa menit perjalanan, mereka pun sampai di mansion.
Putri berharap semoga perjodohan ini, ia bisa belajar mencintai kak Davian. Meskipun sulit.
__ADS_1
Putri tahu jika Davian sudah punya pacar. Putri juga sudah menyelidiki pacar dari Davian. Karena menyelidiki pacar Davian itu sangat lah mudah bagi nya.
"Baiklah, kedatangan saya dan juga Davian. Haahh!! Aku ingin Putri dan juga Davian di jodohkan." ucap Alvano.
"Tapi pa, aku itu sudah punya pacar. Pacar yang baik. Dari pada si Putri, aku kan belum mengenal nya lebih dalam pa!! Apa papa cuma melihat dari luar nyaa?? Jika dari luar nya bagus, belum tentu dalam nya bagus." bantah Davian sekaligus menyindir Putri.
"Oh yaa.. apa kamu sendiri lupa?? Pacar kamu, Layla. Kamu berpacaran dia awalnya karena sebuah kesalahan. Yaitu ketika kak Davian dituduh mengambil keperawanan si Layla, padahal bukan. Kenapa orang pintar mudah sekali di bodohi? Membuat ku tidak percaya diri untuk menjadi orang pintar." jawab Putri dalam hati.
"Ingat nak, yang lihat dari luar siapa. Yang lihat dari dalam juga siapa." ucap Alvano.
"Tentu saja papa yang melihat Putri dari luar. Karena kalau dari luar, Putri terlihat baik. Apa papa yakin jika Putri bukanlah wanita yang seperti pelacur yang di luaran sana??" ucap Davian.
Davian tak mau tahu perjodohan ini harus di batalkan.
Tamparan keras mendarat di pipi Davian sempurna.
Davian pun menoleh pada siapa yg menampar nya. Dan ternyata adalah Putri sendiri.
"KAMU SELALU SAJA MENYAMAKAN KU DENGAN PELACUR DI LUARAN SANA!! APAA KAMU TIDAK TAHU JIKA PACAR MU ITU JUSTRU ADALAH ORANG YANG KAMU KATAKAN ITU??" ucap Putri kesal.
Putri sebenarnya bisa saja menghajar Davian. Tapi ia tak mau melakukan hal itu.
"Tuh, benar apa yang di katakan Putri. Kalau jadi orang pintar, jangan mudah di bodohi." ucap Alvano mendukung Putri.
__ADS_1
"Aku tak mau tahu. Pokok nya perjodohan ini harus di batalkan!! Atau tidak saat Aku menikah dengan Putri, maka aku tak akan pernah menganggap nya sebagai seorang istri!!" bantah Davian.
Sepertinya Davian di butakan oleh cinta. Memang terkadang cinta membuat kita tidak menyadari siapa orang di depan kita. Yg biasanya menurut, sikap nya mulai berubah karena cinta.
Cinta itu bukanlah gampang untuk di dapatkan. Terkadang kita menginginkan jodoh kita adalah bla bla bla. Padahal belum tentu. Karena jodoh di atur oleh Tuhan. Bukan kita yg mengatur nya.
"Papa tidak peduli apa yang akan terjadi selanjutnya. Papa yakin jika Putri akan merubah mu." ucap Alvano.
"Om Alvano terlalu menginginkan aku menjadi menantu nya. Sebenarnya seberapa spesial nya aku di mata om?" gumam Putri.
"Sudahlah om.. jangan di paksakan kak Davian nya. Apalagi cinta memang tidak bisa di paksakan, om." ucap Putri.
"Tapi om mengingkan kamu menjadi menantu om." jawab Alvano.
"Om menganggap ku sebagai anak juga bisa. Tanpa harus memaksakan Kak Davian. Aku tak mau karena hanya perjodohan dan karena aku, hubungan antara ayah dan anak berantakan." ucap Putri.
"Baiklah, om lain kali akan membujuknya. Bro, maaf ya sudah membuat keributan di sini." ucap Alvano.
"Ya." jawab Arga karena ia masih memikirkan apa Putri nantinya akan bahagia?
"Aku permisi dulu." ucap Alvano sambil menarik tangan Davian lalu pamit pergi.
...~𝑩𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒃𝒖𝒏𝒈~...
__ADS_1