
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
Tidak terasa pernikahan Putri sudah berjalan selama 3 minggu. Davian yg jarang pulang terkadang membuat Putri frustasi.
Apalagi Putri tinggal hanya bersama Davian. Namun, Davian pulang jarang sekali.
Hingga suatu hari..
Davian pulang dengan mabuk-mabukkan.
Ia sepertinya mabuk karena Layla pacar nya berselingkuh.
"Layla." panggil Davian ketika Putri di depan nya.
"Maaf kak, aku bukan Layla." jawab Putri lalu berniat pergi.
"Aku tak akan membiarkan kamu pergi dengan pria asing itu. Kita bercinta sekarang ya." ucap Davian lalu mengendong Putri ke kamar.
Putri pun berusaha untuk turun. Namun, apalah daya nya yg belum makan. Karena Putri tadi rencana nya ingin makan.
"Kak, turunkan aku!" ucap Putri.
Namun, Davian tak menjawab. Ia seperti sedang tuli.
Hingga Davian pun membawa nya ke kamar Davian.
Davian pun membuka pakaian yg di pakai Putri.
Namun, Putri sudah berusaha agar Davian tak bisa membuka nya.
Tapi.. Davian malah menindih Putri dengan tubuh nya. Hingga Putri susah bergerak.
"Jangan lakukan itu, kak." lirih Putri.
Namun, Davian seakan-akan tuli karena ia sedang mabuk.
Hingga akhirnya Davian pun mengambil kesucian Putri secara paksa.
"Hikss.. apaa yang akan terjadi besok nya?? Aku harus ke kamar ku sekarang juga." gumam Putri di sela tangisan nya lalu mengambil pakaian yg ia pakai lalu keluar dari kamar Davian.
Putri pun pergi ke kamar nya sendiri. Seolah tak terjadi sesuatu padanya.
Para pelayan yg melihat Putri keluar dari kamar Davian pun bingung. Apalagi Putri tak pernah masuk ke kamar tersebut.
Para pelayan pun mulai memikirkan apa yg di lakukan Putri.
πΈπΈπΈ
Di kamar Putri..
"Hikss... semoga besok tidak terjadi sesuatu pada ku.. Apalagi mengingat saat dokter mengatakan itu. Dan semoga di rahim ku tidak tumbuh janin darinya!! Aku sudah berusaha untuk mencintainya.. bahkan tinggal sedikit lagi. Tapi apaaa?? Masakan ku tidak pernah di makan, berbicara dengan ku saja tidak, bahkan mengkhawatirkan dirii ku juga tidak.." ucap Putri di sela tangisan nya.
Putri terus menangis hingga ia tertidur lelap.
πΈπΈπΈ
Keesokkan harinya..
Di kamar Davian..
Davian pun bangun dari tidurnya dengan keadaan tubuh polos.
Kepala nya pun terasa sangat pusing. Ia kemarin mabuk dan di minuman nya di taburi obat perangsang. Siapakah yg menaburi obat itu di dalam minuman Davian?
"Kepala ku pusing sekali. Sepertinya kemarin aku terlalu banyak minum." gumam Davian sambil memegangi kepalanya.
Davian belum sadar jika keadaan tubuh nya sekarang sudah polos.
"Apaa?? Kenapa tubuh ku telan*jang gini?? Apa aku habis tidur dengan Layla? Tapi ini bukan kamar yang ada di apartemen Layla melainkan ini kamar ku sendiri. Apa yang ku lakukan kemarin??" tanya Davian ketika ia melihat tubuh nya dalam keadaan polos dan juga darah perawan di sprei nya.
"Apa kemarin aku habis memperkosa seseorang?? Akhhhhhh..!!" pekik Davian frustasi.
Davian pun memakai baju nya kembali dan keluar dari kamar nya.
Davian pun mencari-cari Putri yg biasanya menyiapkan makanan. Tapi sekarang.. hanya pelayan.
"Maaf Tuan. Tuan mau mencari siapa?" tanya pelayan yg melihat Davian dari tadi mondar-mandir.
"Putri di mana?" tanya Davian tanpa basa-basi.
"Kemarin saya melihat Nyonya Putri keluar dari kamar Tuan. Dan Nyonya Putri kembali ke kamar nya." jawab pelayan.
Davian pun bergegas ke ke kamar Putri.
Tok tok tok..
Tidak ada jawaban.
__ADS_1
Davian pun mencoba membuka pintu nya. Namun, pintu di kunci dari dalam.
πΈπΈπΈ
Sedangkan di luar rumah..
Ting tong..
"Iya, sebentar!" ucap pelayan.
Sedangkan di luar tamu nya heran. Kenapa yg terdengar suara pelayan? Kemana Putri? Biasanya Putri yg selalu membuka pintu nya. Apa Putri masih tidur? Tidak mungkin! Biasanya Putri sudah bangun.
"Tuan, nona, silahkan masuk." ucap pelayan.
Arga dan juga Dewi pun masuk ke dalam rumah.
"Ya, di mana Putri dan juga Davian?" tanya Arga tanpa basa-basi.
"Ehmm.. Nyonya Putri masih di kamar nya sedangkan Tuan Davian.. mungkin juga menyusul ke kamar Nyonya Putri." jawab pelayan.
"Apa mereka berdua selama ini tidur di kamar yang berbeda-beda?" tanya Arga.
"Iya, Tuan." jawab pelayan.
"Mbak, boleh tolong kasih tahu yang mana kamar kak Putri?" tanya Dewi.
"Boleh, mari ikut saya." jawab pelayan lalu pergi dengan di ikuti Dewi dan juga Arga.
Setelah beberapa langkah, mereka pun sampai di depan kamar Putri.
"Kak Davian?" panggil Dewi.
"Dewi?" tanya Davian.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Arga dengan penuh selidik.
"Itu.." ucap Davian terhenti ketika Dewi nendobrak pintu nya.
Ya.. sejak penculikan saat itu. Arga meminta Putri dan juga Dewi belajar bela diri.
BRAK!!!
"Kak Putri!!" panggil Dewi.
Namun, orang yg di panggil tidak menjawab.
"Kak Putri!!" panggil Dewi lalu menguncang tubuh Putri pelan.
"GRANDPAA!!" panggil Dewi.
"Kenapa?" tanya Arga.
"Denyut jadi kak Putri lemah. Jadi harus di bawa ke rumah sakit. Dan suhu tubuh nya panas sekali, grandpa." jawab Dewi.
"APAA??" pekik Arga tak percaya lalu mencoba mengecek suhu tubuh Putri.
Arga pun langsung mengendong Putri dan keluar dari kamar Putri. Dengan di ikuti Dewi dan juga Davian dengan langkah tergesa-gesa.
Arga , Dewi, dan juga Davian pun berangkat ke rumah sakit.
Sedangkan pelayan di rumah di buat bingung.
πΈπΈπΈ
Setelah beberapa menit, mereka bertiga pun sampai di rumah sakit.
Sebelumya, Dewi sudah menelepon pihak rumah sakit.
"DOKTER!!" panggil Arga.
Tubuh Putri pun di letakkan di ranjang pasien dan di bawa langsung ke ruangan IGD.
"Sebenarnya apa yang terjadi kemarin? Perasaan saat di telpon, Putri biasa-biasa saja." lirih Arga.
Dewi yg mendengar ucapan Arga pun juga ikutan bingung. Hingga akhirnya Dewi pun memutuskan untuk menelepon kak Lili dan juga kak Dita mengenai kondisi Putri.
Setelah beberapa menit, Lili dan juga Dita pun sampai. Sedangkan kedua orangtua Lili dan juga Dita sibuk.
"Apaa yang terjadi?" tanya Lili.
Dewi pun menjelaskan mengenai saat ia dan juga Arga berkunjung. Hingga ke kamar Putri.
"Apa kalian mengecek suhu tubuh nya??" tanya Dita.
"Tidak! Tapi tubuh nya panas sekali. Mungkin bisa sekitar 40 derajat celcius keatas." jawab Arga.
Lili dan Dita pun memikirkan hingga akhirnya mereka pun mendapat jawaban nya. Namun, jawaban nya belum tepat bila belum menanyakan pada Davian alias suami dari Putri sendiri.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan pada Putri?" tanya Lili pada Davian dengan tatapan tajam.
"Aku.." ucap Davian terhenti.
"Apa kamu memperkosa Putri????" tanya Dita.
Pertanyaan Dita sukses membuat Davian bingung. Apalagi Davian dalam keadaan mabuk.
"Aku.. aku tidak tahu." jawab Davian.
PLAK!!!
Tamparan keras mendarat di pipi Davian.
"Kamu yang sebagai suami nya tidak tahu?? Suami macam apa kamu?? Bahkan kamu juga tidak tahu penyakit Putri? Rumah tangga apa yang kalian jalani?" tanya Dita frustasi.
"Jika seandainya waktu bisa di ulang, mungkin aku akan meminta Putri untuk menolak perjodohan itu." tambah Lili.
"Maksud kalian apa?" tanya Arga.
"Sepertinya.. penyakit Putri itu muncul." jawab Lili.
"Maksud kamu apa?" tanya Arga.
"Putri mempunyai penyakit langka yang tak lain adalah penyakit di mana jika saat berhubungan badan secara kasar tepatnya. Maka Putri akan demam dan tidak sadar selama 1 minggu. Itu kata dokter. Penyakit yang tak pernah ada akan muncul di dalam tubuh Putri ketika Putri banyak pikiran. Dan penyakit Putri ini muncul sekitar 2 minggu sebelum perjodohan." jawab Lili dengan senyuman sinis pada Davian.
Sedangkan Davian hanya meneguk saliva nya susah. Pasalnya ia tak tahu jika sahabat istri yg tak ia anggap itu galak. Jika ia tahu, mungkin ia tak akan melakukan hal itu.
"Jadi maksud kamu.. kalau Putri itu.." ucap Arga terhenti.
"Ya grandpa, Kemungkinan besar Davian dan juga Putri berhubungan badan secara kasar. Oh yaa, apa om Alvano sudah mengetahui ini??" tanya Dita.
"Belum." jawab Davian.
Dita yg mendengar jawaban dari Davian pun langsung menghubungi Alvano untuk ke rumah sakit Amalia.
Setelah beberapa menit, Alvano pun sampai.
"Apaa.. apa yang terjadi pada Putri??" tanya Alvano dengan nafas ngos-ngosan.
"Sabar om, om minum dulu." jawab Dita sambil memberikan gelas pada Alvano.
Alvano pun langsung meminum air hingga habis dengan satu tegukan.
"Apa yang terjadi pada Putri?" tanya Alvano.
"Coba om tanyakan sendiri dengan anak om sendiri. Karena anak om yang lebih berhak menjelaskan ini pada om." jawab Lili.
Alvano pun langsung melihat ke arah Davian.
Davian yg merasa di lihat pun pasrah. Ia pun menjelaskan.
"Seharusnya jika aku memikirkan kata-kata kamu dulu bro. Mungkin Putri tidak seperti ini." ucap Alvano.
"Ya, Van. Penyesalan itu selalu di akhir. Aku juga salah kenapa aku menyetujuinya." jawab Arga.
Hingga akhirnya dokter pun keluar dari IGD.
"Bagaimana, dok?" tanya Alvano.
"Kondisi nona... sepertinya nona memiliki penyakit yang tak pernah ada." jawab dokter.
"Maksud dokter?" tanya Alvano.
Dokter pun menjelaskan mengenai penyakit langka yg tak pernah ada yg di derita Putri. Lalu akibat melakukan hubungan badan secara kasar. Dan tidak ada obat untuk penyakit ini.
"Jadi.. apa bener, dok, kalau penyakit yang di derita menantu ku tidak ada obat nya??" tanya Alvano.
"Tidak ada! Karena penyakit ini sangat lah langka. Untuk itu maka harus di hindari untuk hubungan badan secara kasar. Jika tidak.. maka akan terjadi seperti ini. Di mana suhu tubuh nona Putri 42 derajat celcius dan tidak akan sadar hingga 1 minggu. Saya sarankan, nona Putri harus di rawat di rumah sakit hingga satu minggu lebih untuk perkembangan kesehatan nya. Apa ada pertanyaan lagi? Mungkin jika ada tapi sedikit privasi, silahkan ke ruangan saya." jawab dokter panjang lebar.
(Kok author ngerasa kayaknya dokter nya seperti guru ya?).
"Tidak ada, dok! Oh yaa, apa kami boleh melihat kondisi nya sekarang?" tanya Arga.
"Tentu saja boleh, asalkan tidak menyenggol satu pun alat yang ada di ruangan nya. Karena bisa berakibat fatal nantinya." jawab dokter.
"Baiklah, dok. Terima kasih." ucap Arga.
"Sama-sama." jawab dokter.
...~π©πππππππππ~...
Oh yaa, untuk penyakit nya anggap saja ada yaa tapi di dunia halu hehe..
Kalau di dunia nyata kayaknya tidak ada yg nama penyakit itu.
Jangan lupa like nya yaa kakak-kakak reader's semuanya..
__ADS_1
Terima kasih banyak buat semuanya..
ππ»π