
...~𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈~...
⚘⚘⚘
Sementara di tempat lain, tepatnya ada di pengadilan.
"Di mana istri dari Tuan Davian, Nona??" tanya Hakim pada pengacara Yana.
"Ia sedang melakukan perjalanan, pak." jawab pengacara Yana.
"Oh, melakukan perjalanan kemari?" tanya Hakim pada pengacara Yana.
"Bukan, pak." jawab pengacara Yana.
"Lalu, bagaimana bisa ia tidak hadir??" tanya Hakim pada pengacara Yana.
"Ia digantikan oleh GrandMa nya, pak." jawab pengacaraa Yana.
"Oh." ucap Hakim paham.
Amelia pun hadir menggantikan Yana yg memang tidak mau datang ke pengadilan. Dengan alasan ia memiliki pekerjaan di luar kota. Padahal Yana sendiri tidak mau hadir karena takut bertemu dengan orang yg sangat ia cintai. Namun, ia kecewa dengan orang yg ia cintai, tepatnya orang yg ia cintai tersebut adalah suaminya yg tak pernah membuka hatinya sama sekali untuk Yana alias Putri.
"Apa anda Grandma nya??" tanya Hakim pada Amelia.
"Ya, pak." jawab Amelia.
"Baik, bagaimana dengan suami nya? Apa sudah siap??" tanya Hakim.
"Sudah, pak." jawab Davian beserta pengacaranya. Ayahnya juga datang menemani nya. Bahkan mendukung Davian. Terlihat aneh. Bukankah sebelumnya Alvano sangat menginginkan menantu seperti Putri alias Yana? Lalu ada apa sekarang? Sepertinya ada beberapa rahasia yg disembunyikan oleh pria tersebut yg merupakan ayah dari suami Yana alias Putri.
"Baiklah. Persidangan kita mulai." ucap Hakim mengetuk palu.
"Siapa yang berselingkuh?" tanya Hakim pada Davian dan juga Amelia sebagai pengganti. (Maaf kalau salah, Author enggak terlalu paham soal persidangan. Kalau salah, tolong komen ya biar author revisi makasih).
"Tuan Davian." jawab pengacara Yana.
"Tidak. Nona Putri yang berselingkuh." bantah pengacara Davian.
"Apa ada buktinya??" tanya Hakim.
"Ada." jawab keduanya lalu mengeluarkan bukti dan diberikan kepada Hakim.
__ADS_1
Hakim pun mulai melihat dari kedua foto sebagai bukti tersebut. Keduanya terlihat asli.
"Pengacara Nona Putri. Apa benar jika Nona Putri selingkuh?" tanya Hakim pada pengacara Yana alias pengacara Putri.
"Tidak. Foto yang didapatkan Tuan Davian adalah foto dimana Client saya sedang melakukan rapat dengan rekan bisnis nya. Itu hanya salah paham. Justru Tuan Davian yang berselingkuh." jawab pengacara Putri.
"Tidak! Itu tidak benar. Saya tidak pernah selingkuh. Saya hanya bersama pacar saya. Jadi saya tidak mungkin berselingkuh darinya!" hardik Davian tidak terima dengan tuduhan pengacara Yana alias Putri istrinya yg sebentar lagi menjadi mantan istrinya. Ia sudah tidak sabar menunggu hal tersebut datang.
Hakim pun mengetuk palu.
"Mohon untuk tidak berdebat!!" ucap Hakim sambil mengetuk palu.
Mereka pun melanjutkan kembali.
"Apakah anda memiliki bukti lain untuk memperkuat jika Tuan Davian yang berselingkuh dari Nona Putri??" tantang pengacara Davian. Davian yg mendengar tantangan dari pengacaranya untuk pengacara Putri pun tersenyum puas.
"Anda kira, saya tidak punya? Baik." ucap pengacara Putri tanpa rasa takut lalu orang kepercayaan Putri pun maju.
Davian yg melihat itu masih tetap angkuh.
Saat Davian melihat wajahnya, Davian langsung pucat pasi. Wajahnya yg awalnya angkuh mendadak pucat. Bahkan pengacaranya juga pucat.
Oh tidak, siapa kah dia??
Davian tak pernah tahu jika orang tersebut adalah kembaran dari pengacara istrinya karena dirinya malas untuk mencari tahu yg bersangkutan dengan istrinya.
Brianna mengedipkan mata ke arah Brianni. Brianni yg melihat itu mengacungkan jempolnya lalu kembali seperti semula.
"Apa yang bisa Anda jelaskan?" tanya Hakim pada Brianna.
Brianna pun memperlihatkan video melalui infokus yg memang disediakan di pengadilan ini.
Terlihat Davian bersama Layla sedang bercumbu. Lalu, video kedua dimana Davian dan juga Layla berciuman panas. Bahkan Hakim yg menonton itu menjadi panas.
"Sudah, hentikan!!" perintah Hakim.
"Baik, pak." jawab Brianna lalu mematikan video tersebut.
"Bagaimana? Apa belum cukup?" tanya Brianni pada Hakim.
"Sangat." jawab Hakim dengan suara serak, lalu bawahan nya pun memberikan air dingin.
__ADS_1
"Sangat." jawab Hakim lagi dengan suara normal.
"Baiklah. Lalu ada masalah apa lagi selain suami berselingkuh dari istrinya??" tanya Hakim pada pengacara Putri.
"Tuan Davian tidak pernah memberikan nafkah kepada Nona Putri." jawab pengacara Putri.
"Tidak! Setiap bulan, saya selalu memberikan uang bentuk cash kepadanya melalui pacar saya." bantah Davian.
Ya, memang Davian selalu memberi nafkah kepada istrinya, Putri melalui pacarnya. Ia bahkan tidak sama sekali mencari tahu apakah pacarnya, Layla memberikan uang yg harusnya diberikan kepada istrinya.
"Pacar Tuan? Apa Anda yakin jika pacar Tuan memberikan padanya?" tanya Pengacara Putri kepada Davian.
"Ten.. Tentu." jawab Davian terbata. Padahal ia sendiri tak tahu soal itu.
Lalu, di tampilkan kembali dimana setelah Layla diperintahkan oleh Davian untuk memberikan uang tersebut pada Putri.
Dimana Layla justru memamerkan uang tersebut pada Putri. Lalu, uang tersebut tidak diberikan kepada Putri.
Davian yg melihat itu pun mengepalkan tangannya.
"Lalu, apa baik suami dan istri sudah melakukan hubungan??" tanya Hakim.
"Hubungan??" ucap Pengacara Putri bingung.
"Em,. Maksud saya, hubungan badan." ucap Hakim.
"Sudah. Bahkan Nona Putri saat itu sampai masuk ke rumah sakit. Dan hilang selama dua tahun. Selama dua tahun tersebut lah Nona Putri melahirkan dua anak kembar." jawab Pengacara Putri.
Davian yg mendengarkan penjelasan Pengacara Putri pun kaget. Ia ingat perkataan Putri saat itu.
Flashback on.
"Apa kamu ingat, jika saat itu kamu telah mengambil kesucian ku kak?" tanya Putri pada Davian.
"Tentu." jawab Davian singkat.
"Bagaimana jika aku hamil?" tanya Putri.
"Jika kamu hamil, maka setelah kamu melahirkan. Dan kita bercerai, maka hak asuh anak tersebut aku ambil." jawab Davian lalu meninggalkan Putri yg termenung dengan ucapan suaminya, Davian.
Flashback off.
__ADS_1
...~𝑩𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒃𝒖𝒏𝒈~...