
Eitss.. judulnya emang bahagia. Tapi bukan berarti sudah tamat loh.. ini masih puluhan bab lagi baru tamat. Tidak mungkin udah tamat aja, misteri nya masih belum terpecahkan nih.
...~𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈~...
"Mommy??" ucap Yana terkejut.
"Iya, Sya. Mommy ingin kamu panggil saya dengan sebutan Mommy." pinta Tania berharap.
Yana pun mulai berpikir. Hingga terdengar suara bisikan di telinganya. Siapa dia?
"𝘚𝘦𝘵𝘶𝘫𝘶 𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢, 𝘕𝘢𝘬. 𝘋𝘪𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘩𝘢𝘣𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘔𝘢𝘮𝘢. 𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘔𝘢𝘮𝘢 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘔𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶. 𝘐𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘕𝘢𝘬, 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘦𝘥𝘪𝘩. 𝘋𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘥𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶, 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘥𝘪𝘴𝘢𝘯𝘢." bisik seseorang di telinga Yana.
Yana yg mendengarnya menjadi sedikit merinding. Terlebih lagi disebelahnya tidak ada orang. Tapi ketika mendengar suaranya, Yana sangat mengenal suara ini. Ya, ini suara Mama nya yg sangat ia rindukan. Ia sudah lama merindukan suara Mama nya.
"Sya??" panggil Tania sekali lagi ketika melihat Yana melamun.
"Iya, Mom." sahut Sya alias Yana.
"Makasih, Sya." jawab Tania lalu memeluk erat Sya.
Entah kenapa, Tania sangat menginginkan jika anak ini memanggil nya dengan sebutan Mommy.
"Ayo, Sya. Kita masuk." ajak Tania setelah melerai pelukannya.
"Iya, Mom." jawab Sya lalu menyusul sang ibu masuk ke dalam Mansion.
Mereka berdua pun masuk ke dalam Mansion.
"Selamat datang kembali, Nyonya Tania. Dan.." ucap Kepala Pelayan terhenti. Ia bingung untuk memanggil dengan sebutan apa kepada Sya. Dulu ia adalah tamu disini. Tapi siapa sangka jika ia adalah anak dari Tuan Abraham. Kepala Pelayan awalnya sangat terkejut.
"Panggil Nona Sya." ucap Tania.
"Iya, Nyonya. Selamat datang Nona Sya." lanjut Kepala Pelayan.
"Iya, Bi." jawab Sya lembut.
Mereka berdua pun masuk ke dalam Mansion.
__ADS_1
"Sya. Kamu bersihin badan kamu dulu ya. Kamu masih ingat kan Sya dimana kamar mandinya?" tanya Tania pada Sya.
"Iya, Mom. Sya masih ingat." jawab Sya.
"Ya sudah. Habis itu nanti setelah kamu masuk ke kamar mandi, akan ada pelayan yang mengetuk pintu kamar mandi kamu untuk memberikan pakaian kamu ya, Sya." jelas Tania lembut.
"Iya, Mom." jawab Sya.
Sya pun ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Tapi di saat ia ingin masuk, pelayan sudah lebih dulu memberikan pakaian kepadanya.
"Ini, Nona Sya. Pakaian Anda." ucap pelayan tersebut dengan sopan sambil memberikan pakaian Sya kepada Sya.
"Iya, Bi. Makasih." jawab Sya dengan sopan juga sambil menerima pakaian.
"Sama-sama, Non. Ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu. Tapi sebelum itu, Non mau makan siang apa nanti?" tanya Pelayan tersebut kepada Sya.
"Terserah saja deh, Bi. Yang penting jangan ada udang aja, karena Sya alergi udang." jawab Sya.
Ya, Sya alias Yana memang alergi udang. Mama nya dulu juga alergi udang. Dan untuk masalah penyakit akibat malam pengantin dengan cara kasar, Sya sudah menyembuhkan itu saat ia menjadi dokter. Sedangkan untuk alergi ini, Sya masih belum bisa. Sya masih berusaha untuk membuat obatnya.
Sya pun membersihkan badannya di kamar mandi. Setelah selesai, Sya pun keluar dari kamar mandi.
*Ilustrasi pakaian Sya alias Yana. Tidak dengan wajahnya. Author tidak sempat mengedit. Sorry.*
Sya pun menuju ke dapur.
"Mom." panggil Sya pada Tania.
"Sya? Kamu sudah selesai mandi?" tanya Tania pada Sya.
"Sudah, Mom." jawab Sya.
"Di mana kedua kakak mu dan Daddy?" tanya Tania pada Sya.
"Mungkin masih mandi kali, Mom." jawab Sya lembut.
__ADS_1
"Iya juga sih." ucap Tania.
"Mommy lagi masak apaan?" tanya Sya pada Tania.
"Lagi masak.. udang petai. Makanan yang disukai Daddy kamu sama kedua kakak kamu." jawab Tania.
"Oh." ucap Sya.
"Pelayan di sini juga bantu Mommy masak, kok. Itu Bi Mirna sama Bi Rina masih bantuin Mommy masak." ucap Tania.
"Iya, Mom. Kalau begitu, Sya mau pergi lihat-lihat dulu ya, Mom." pinta Sya.
"Iya, Sya. Kamu bisa sendiri kan? Atau minta di temani Bibi?" tanya Tania pada Sya.
"Bisa kok, Mom. Lagian Sya sudah besar. Udah punya dua anak lagi." jawab Sya.
"Iya. Dengar kedua anak kamu, Mommy jadi gak sabar buat ketemu sama kedua anak kamu Sya." ucap Tania pada Sya.
"Iya, Mom. Sya juga udah gak sabar. Tapi masalah nya si kembar masih terlalu kecil. Jadi takutnya bahaya aja gitu kalau melakukan perjalanan. Kan si kembar baru berusia 2 tahun." jawab Sya.
"Iya, Sya." jawab Tania.
Sya pun keliling di mansion tersebut. Sya pun menuju ke halaman rumah. Ia pun sambil melihat bunga tersebut. Bunga itu terlihat indah. Ya, karena bunga tersebut di jaga dan di rawat dengan baik.
Sya pun teringat soal keluarga Papa nya alias Keluarga Amalia.
Ia pun masih penasaran. Bagaimana keadaan Grandpa, Grandma dan sang adik? Lalu, bagaimana dengan kabar Tuan Davian dan juga Tuan Alvano?
Jika ditanya, apa sekarang Sya bahagia menemukan keluarga Daddy kandungnya? Tentu saja Sya akan menjawab jika ia bahagia. Ya, dirawat di rumah sakit dengan baik membuat Sya yakin jika ia dirawat dengan tulus. Bahkan kasih sayang yg begitu melimpah setelah lamanya ia tidak mendapatkan nya.
BAHAGIA!!
...𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥......
🙏🏻💞
Thanks All.
__ADS_1