
...~𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈~...
Untung saja orang suruhan Pino sudah berhasil di lumpuhkan oleh teman-teman Bimo.
Mereka pun keluar. Dengan Dita yg jalan nya pincang-pincang. Dita pun berjalan dengan di bantu Lili.
Putri yg selalu membawa obat yg bisa membuat orang pingsan. Namun, hanya sekejap. Tetapi ini bukan obat bius.
Ia meletakkan di beberapa tempat. Ia juga memberi tahu semua orang agar tak salah menginjak. Karena jika obat ini di injak, maka yg berada di sekitar nya mungkin sekitar 1 m, maka akan pingsan. Baik orang maupun tumbuhan bahkan hewan saja bisa.
Kalau tumbuhan bisa saja mati.
Bimo juga sudah melaporkan pada polisi atas perintah Arga.
Tiba-tiba saja...
DORR!!
DORR!!
Peluru yg di tembakkan pun mengenai kaki Lili. Kaki Putri yg dekat dengan Lili pun tergores dengan peluru tersebut. Yg artinya satu peluru tidak meleset, sedangkan satu peluru nya lagi meleset.
"Sayang sekali, meleset." ucap Pino dengan senyum sinis nya.
Namun, ia menginjak obat yg bisa membuat orang pingsan sekejap.
Hingga saat ia ingin menembakkan, ia sudah jatuh pingsan.
Jadi peluru yg ingin di tembakkan tidak keluar. Karena ia belum lagi menarik pelatuk nya.
"Ayo pergi! Biarkan polisi yang mengurus nya!" ucap Bimo lalu meminta teman-teman nya untuk membantu Lili dan juga Dita untuk berjalan. Sedangkan Putri di bantu dengan Bimo.
Namun, karena darah dari leher Putri keluar terus.
Jadi..
Putri pun pingsan. Beruntung Bimo cepat menangkap tubuh nya.
"Astagaa.. Pram!!" panggil Bimo pada teman nya yg bernama Pram.
"Hem?" tanya Pram.
"Kamu yang bawa mobil nya ya!! Dan SECEPAR NYA KARENA NONA PUTRI PINGSAN!" teriak Bimo karena ia panik.
"APAA NONA PUTRI PINGSAN??" tanya Pram.
Bimo pun hanya mengangguk.
Beruntung mobil sudah dekat.
__ADS_1
Dan mobil ini bisa muat semua nya.
Pram pun yg membawa mobil nya.
Sedangkan Bimo mengecek denyut jadi Putri.
"Bagaimana, om?" tanya Lili yg memang meminta Bimo untuk mengecek nya. Karena Bimo lah yg dekat dengan Putri.
"Denyut nadi nya lemah." lirih Bimo.
"Astaga!! OMM.. BAWA MOBIL NYA LEBIH CEPAT LAGIIII!!" teriak Dita.
Pram yg mendengar teriakan Dita pun menjadi panik. Ia pun membawa mobil dengan kecepatan penuh. Beruntung ia tidak menabrak apapun. Pram seperti sedang balapan mobil saja.
Setelah beberapa menit, mereka pun sampai di rumah sakit.
Beruntung teman Bimo sudah menelepon pihak rumah sakit.
Jadi semua dokter bahkan suster sudah berkerumun di luar rumah sakit.
Putri, Dita, dan juga Lili pun di bawa ke ruangan IGD.
"Ngeri banget loh Bim." ucap Pram.
"Ngeri apa nya? Lo lihat setan?" tanya Bimo.
"Tidak! Kamu lihat.. sayatan di leher nona Putri. Astagaaaa.. aku sampai merinding." jawab Pram.
"Tu.. Tuan Arga." ucap Bimo dan Pram.
"Bagaimana keadaan cucu saya dan juga teman-teman nya?" tanya Arga dengan terkesan dingin.
"Mereka bertiga di ruangan IGD sekarang." jawab Bimo.
"Apa luka nya terlalu parah?" tanya Arga dengan sedikit khawatir.
"Ya.. Luka nya sangat lah parah. Nona Lili luka nya hanya di kaki nya, tapi karena peluru nya bersarang di kaki nya jadi harus di keluarkan. Sedangkan nona Dita, di kaki nya ada sayatan. Dan nona Putri.." jawab Pram dengan gugup ketika ingin menjelaskan keadaan Putri.
"Bagaimana dengan cucu saya?" tanya Arga.
Ternyata Arga datang dengan Amelia, Gita, Laura, dan juga Dewi. Sedangkan Alvano dan Davian tengah menyusul.
"Nona Putri.. keadaan nya sangat parah, Tuan. Dengan sayatan di leher nya, darah nya sudah banyak keluar. Saya tidak tahu apa nanti memerlukan darah apa tidak. Lalu tangan nya juga ada sayatan, kaki nya juga terkena goresan peluru." jawab Bimo.
Arga yg mendengar jawaban Bimo pun terduduk lemas di lantai.
Sedangkan Amelia dan lainnya hanya bisa berdoa.
"Pa, lebih baik. Kita duduk dulu di kursi. Kita doakan yang terbaik." ucap Gita dengan bijak.
__ADS_1
"Ya.. apa yang kamu katakan juga benar." jawab Arga lalu duduk di kursi.
Yg lainnya pun ikut duduk sembari menunggu.
"Bagaimana keadaan Putri? Kenapa bisa ia di culik?" tanya Alvano dengan khawatir. Putri sudah ia anggap putri nya sendiri. Ia juga bahkan berencana untuk menjodohkan Putri dan anak nya.
Tapi ia masih menunggu waktu yg tepat.
"Ia masih di ruangan IGD." jawab Arga.
Tidak lama kemudian, dokter pun keluar dari ruangan IGD Putri.
"Bagaimana keadaan cucu saya, dok?" tanya Arga.
"Darah Nona Putri banyak kehilangan. Nona Putri membutuhkan banyak darah sekarang. Dan inii harus secepatnya, jika terlalu lama maka nyawa pasien bisa saja melayang." jawab dokter.
"Golongan darah nya apa, dok?" tanya Amelia.
"AB minus." jawab dokter.
"Yaa sayang sekali, aku AB +, mas.." panggil Amelia.
"Aku A." jawab Arga.
"Laura?" tanya Amelia.
"AB + sama kayak mama." jawab Laura.
"Gita?" tanya Amelia.
"A kayak papa." jawab Gita.
"Oh ya, kalau Zaskia AB minus. Bagaimana dengan mu, Dewi??" tanya Amelia dengan penuh harap.
"Aku tidak tahu, grandma. Apa mungkin bisa memeriksa sebentar dulu?" tanya Dewi.
"Boleh, jika cocok. Maka harus di donorkan secepatnya." jawab dokter.
"Baiklah, Dewi mau." ucap Dewi.
Dewi pun di bawa ke salah satu dokter untuk di cek darah nya.
Setelah beberapa menit, ..
"Bagaimana, dok?" tanya Amelia dengan penuh harap. Ia berharap semoga saja Dewi cocok. Jika tak cocok, ia tak tahu harus bagaimana lagi.
"Cocok, golongan darah nona Dewi adalah AB minus." jawab dokter.
...~𝑩𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒃𝒖𝒏𝒈~...
__ADS_1
Jangan lupa likenya yaa..
Terima Kasih..