Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
BAB 54 : KENDALA (2)


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Alex tidak menjawab. Rey yang merasakan hawa panas ada di sekitarnya pun diam tanpa berbicara ataupun bertanya lagi kepada sang atasannya yang tengah emosi tinggi. Jika punya keberanian yang tinggi, maka Rey akan berani untuk menanyakannya ataupun berbicara lagi dengan sang atasannya. Namun, keberanian nya sama sekali tidak tinggi.


Beberapa saat kemudian, petugas tadi datang.


“Tuan Alex, Tuan Rey. Pesawat sudah saya siapkan. Semoga perjalanan Tuan Alex dan Tuan Rey selamat sampai tujuan,” ucapnya.


Rey hanya tersenyum. Sedangkan Alex hanya cuek dan pergi ke tempat biasa di mana pesawat pribadinya yang sudah disiapkan oleh petugas.


Flashback off. ⚘


Alex terdiam ketika Pramugari tersebut berbicara dengannya.


Pramugari tersebut hanya cuek dan pergi ke tempat pilot berada untuk menanyakan sesuatu.


Alex melihat sekelilingnya.


“Rey!“ panggilnya.


"Iya, Tuan!” sahut Rey.


“Kira-kira berapa lama kita sampai?” tanya Alex.


“Ini kita baru saja melakukan perjalanan. Dan baru satu jam kita berada di pesawat, Tuan. Biasanya jika kita pergi ke kota asal Tuan akan memerlukan perjalanan sekitar dua jam. Jadi, kita masih memerlukan satu jam lagi untuk sampai,“ jelas Rey.


Saat Alex ingin bicara lagi, salah satu Pramugari menghampiri mereka berdua.


“Tuan, sepertinya kita tidak bisa melanjutkan perjalanan untuk sampai ke kota asal Tuan. Karena cuaca dan mesin pesawat sama sekali tidak mendukung perjalanan kita, Tuan,“ ucapnya.


“Lalu, kita akan ke mana?” tanya Alex.


“Kemungkinan pesawat akan mendarat di Hutan ini!“ jawab Pramugari tersebut sembari menunjukkan gambar di Tablet nya.

__ADS_1


Alex melihat gambar yang ditunjukkan oleh Pramugari tersebut.


Hutan ini diberi nama Black Forest karena langit di Hutan ini seringkali gelap yang berwarna hitam keabuan. Namun, orang-orang memilih untuk memberikan nama Black Forest karena langit di Hutan ini lebih sering berwarna gelap berwarna hitam total dibandingkan hitam keabuan. Kadang banyak orang yang seringkali susah membedakan warna hitam dan abu-abu.


Hutan ini memiliki banyak pohon yang sangat lebar. Pohon nya juga kebanyakan tinggi. Berdasarkan data yang didapatkan oleh Pramugari tersebut, pohon yang ada di Black Forest ini memiliki tinggi sekitar dua hingga sepuluh meter. Bukankah angka tersebut sudah terbilang sangat tinggi? Tinggi manusia saja tidak sampai dua meter, walau terkadang ada yang mencapai dua meter lebih. Entah itu karena disebabkan keturunan atau memang orangnya tinggi.


“Hutan? Apa tidak ada tempat lain selain Hutan?“ tanya Alex.


“Tidak, Tuan. Tapi jika Tuan ingin di tempat lain, maka Tuan bisa memilih tinggal_”


“Tinggal di mana?” potong Alex.


"Bersama ikan, Tuan bisa tinggal di laut,” jawab Pramugari tersebut dengan wajah datar.


“Apa?!“ pekik Alex terkejut. Laut dan Hutan, di antara keduanya, manakah yang harus ia pilih? Jika di Hutan, maka bisa-bisa ia menjadi santapan hewan buas di sana apalagi ada harimau dan singa. Akan tetapi, jika ia memilih di Laut, maka ia bisa dijadikan santapan ikan hiu ataupun ikan paus. Bukankah keduanya sama-sama menyeramkan?


⚘⚘⚘


Sementara di Yana.


Yana menghampiri salah satu Pramugari.


“Apa tidak ada cara lain selain terjun ke laut?” tanya Yana.


“Ada, Miss,” jawab Pramugari tersebut.


“Apa itu?”


“Hutan. Kemungkinan kita bisa terjun ke Hutan,“ jawab Pramugari tersebut.


“Hanya dua pilihan itu saja? Selain kedua itu, tidak ada lagi?” tanya Yana.


“Tidak, Miss. Sama sekali tidak ada, kecuali Hutan dan Laut,” jawab Pramugari tersebut.

__ADS_1


“Jarak pesawat kita dibandingkan dengan Laut dan Hutan, manakah yang lebih jauh?” tanya Yana.


“Bisa dikatakan jarak pesawat saat ini lebih dekat dengan Laut dibandingkan dengan Black Forest,“


“Lalu, apa kita harus turun sekarang?“


“Tidak sekarang, Miss. Masih ada waktu, berdasarkan penghitungan saya, kita bisa turun ke Hutan dengan selamat apabila kita menunggu lima belas menit lagi,”


“Tapi pesawat nya, apakah masih bisa bertahan lebih dari lima belas menit itu?”


“Tentu, Miss!” jawab Pramugari tersebut.


Black Forest ini adalah Hutan terbesar. Sayangnya, banyak orang yang salah mengira jika Black Forest ini sangatlah kecil. Black Forest ini terlihat kecil karena diapit oleh Laut sehingga Black Forest tampak terpotong.


...****************...


Note:


Black Forest ini hanya ada di dunia novel atau istilahnya disebut dunia halu. Black Forest ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan real life atau dunia nyata. Hanya saja Black Forest ini termasuk nama cake atau kue. Untuk lebih lanjut, kalian bisa mencarinya di internet ataupun google.


Sekian, lanjut kembali pada cerita~


...****************...


Tidak lama kemudian, sesuai dengan perhitungan Pramugari tersebut, dibawah pesawat tampak ada Hutan lebat.


“Perhitungan kamu sangat bagus,“ puji Yana. “Kerja kalian semua benar-benar memuaskan,“ lanjutnya.


“Terima kasih, Miss,” sahutnya sembari membungkukkan badannya. Pramugari lainnya pun ikutan membungkukan badannya dengan hormat kepada Yana.


“Tidak perlu melakukan seperti itu,“ larang Yana. Semua Pramugari kembali berdiri.


Pesawat tiba-tiba terguncang kembali.

__ADS_1


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳... ...


__ADS_2