
...~𝘏𝘢𝘱𝘱𝘺 𝘙𝘦𝘢𝘥𝘪𝘯𝘨~...
BAHAGIA!! Ya, Sya sangat bahagia untuk semua ini.
"Nona Sya." ucap Bi Rina tiba-tiba.
"Eh, Bi Rina. Ada apa ya?" tanya Sya pada Bi Rina.
"Itu, Non. Nyonya Tania meminta saya untuk memanggil Non buat makan siang sekarang." jawab Bi Rina dengan sopan.
"Baiklah, Bi. Terima kasih." ucap Sya dengan ramah.
"Sama-sama, Non." jawab pelayan tersebut sambil tersenyum ramah pada Sya lalu pergi.
⚘⚘⚘
Keesokan harinya. (maaf, Author skip karena ya gimana gitu ya.. Author bingung jelasin nya hehe)
Sya pun kembali bekerja seperti semula. Meskipun pada awalnya keluarga Sya menolak, tapi Sya bersikeras untuk bekerja. Ya, bagi Sya jika tanpa bekerja maka hidupnya akan terasa sepi.
Lebih baik terlalu sibuk, daripada tidak ada aktivitas. Itu lah prinsip yg ditanamkan Sya di dalam jiwa nya.
Sebelum berangkat, Sya pamit pada kedua orangtuanya tidak lupa dengan kedua kakak laki-laki nya itu. Sya akan pergi berangkat kerja duluan.
*Ilustrasi pakaian Sya.*
(Mohon untuk tidak menyamakan novel saya dengan novel lainnya. Ini hanya sekedar novel halu. Terima kasih).
__ADS_1
Setelah selesai berpamit, Sya pun berangkat. Sya di antar oleh sopir yg disediakan sang ayah. Karena takut jika Sya menyetir sendiri.
Setelah beberapa menit perjalanan, Sya pun sampai di tempat ia bekerja. Ya, pertama Sya akan pergi ke perusahaan sebentar untuk mengecek beberapa berkas penting.
"Tunggu sebentar ya, pak. Saya cuma mau mengecek beberapa berkas penting." ucap Sya pada bapak sopir.
"Iya, Non. Saya tunggu." sahut nya.
Sya pun turun dari mobil.
Sya pun masuk ke perusahaan miliknya. Dengan susah payah, Sya akhirnya memiliki perusahaan sendiri tanpa bantuan siapapun.
"Selamat datang, Nona Yana." ucap karyawan. Ya, meskipun sudah diberitahu mengenai anak dari gadis yg pernah ditiduri oleh Abraham, para karyawan Sya masih tidak biasa untuk memanggil Sya dengan sebutan 'Nona Sya'.
"Iya." jawab Sya canggung. Ya, karena konferensi pers saat itu, Sya menjadi canggung diluar rumah. Apalagi nama Ibu nya juga ikut masuk ke dalam media sosial tersebut.
Sya pun masuk ke lift. Setelah sampainya ke lantai tujuannya, Sya pun keluar dari lift.
Tap! Tap! Tap!
Terdengar suara langkah kaki. Ya itu adalah suara langkah kaki dari Sya. Pemilik perusahaan ini. Semua karyawan tahu itu.
Sya pun masuk ke dalam ruangannya. Sya pun melihat berkas-berkas yg sudah menumpuk di mejanya. Ia pikir tadi hanya sedikit, tapi ternyata tidak. Ini sangat banyak, bagaimana mungkin ia bisa selesai secepatnya? Belum lagi meeting yg tidak bisa diwakilkan oleh Sarira.
Tidak mungkin ia meminta Sarira untuk membantunya lagi. Sarira sudah banyak membantunya selama Sya masih di rumah sakit.
Sya pun melihat jam di ponselnya. Tertulis pukul 07.45. Itu artinya 15 menit lagi akan ada meeting yg harus dihadiri nya.
Sya pun dengan secepat kilat menandatangani berkas tersebut. Berkas-berkas yg menumpuk ini hanya membutuhkan tanda tangannya saja.
__ADS_1
10 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘵 𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶..
Sya pun melihat kembali jam di ponselnya. Sekarang sudah jam 07.55!!
Untungnya, lokasi meeting tidak jauh. Mungkin hanya butuh 10 menit untuk sampai. Sya pun langsung buru-buru membereskan barang-barang yg ia perlukan lalu memasukkannya ke dalam tas. Tidak lupa ponselnya juga ia bawa.
Sya pun langsung keluar dari gedung perusahaan nya itu. Dan menuju ke tempat parkiran dimana sopir nya menunggu dirinya.
"Maaf, pak. Sepertinya saya kelamaan ya?" ucap Sya.
"Tidak apa-apa kok, Non. Hanya sebentar." jawab sopir dengan ramah.
Sya pun masuk ke dalam mobil.
Mereka pun menuju ke lokasi.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di lokasi.
"Pak, mungkin meeting nya akan lama. Jadi bapak bisa pulang dulu. Nanti baru lagi saya telpon." ucap Sya pada sopirnya.
"Baik, Non." jawab sopir dengan patuh.
Sya pun masuk ke tempat lokasi. Tempat lokasinya di perusahaan yg ternama. Nama perusahaan itu adalah 'Alex Group'.
Sya pun diperbolehkan masuk oleh satpam dan juga resepsionis. Beruntung resepsionis nya sangat ramah yg membuat Sya kagum dengannya.
Bahkan resepsionis itu mengantar kan Sya ke ruangan meeting. Tidak lupa, Sya pun mengucapkan Terima kasih pada resepsionis tersebut.
Baru saja Sya mengetuk pintu, pintu sudah dibuka oleh Tuan Alex sendiri.
__ADS_1
Tuan Alex menatap Sya dengan kagum.
...𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥......