
Happy Reading...
“Karena kak Agam tidak pernah bertanya!“ jawab Yana.
Jawaban dari Yana membuat Agam terdiam. Ada benar juga ucapan Yana, karena selama ini Agam tidak pernah bertanya lebih lanjut kehidupan Yana sebelumnya. Jadi, Yana menduga apabila Agam dan lainnya sudah mengetahuinya.
Lalu, tiba-tiba terdengar suara yang entah dari mana.
“Ini pesan untukmu, Yana. Sebenarnya, Mamamu adalah anak angkat kami. Sedangkan Papamu adalah anak kandung kami. Sedangkan soal papa kandung mu, sebenarnya papamu bukanlah papa kandung mu. Papa kandung mu yang sebenarnya adalah Abraham. Karena itulah Grandpa membencimu karena Abraham adalah musuh Grandpa,“
“Dan jika kamu bertanya siapakah satu keluarga yang tidak kamu kenali.. Itu keluarga Matteo,“ jelas seseorang.
“Siapa yang mengatakan itu!“ pekik Yana.
Suara yang sangat tidak asing,
“Aku Grandpa mu, Nak! Maafkan Grandpa!“ ucap Arga tiba-tiba muncul.
Yana menatap wajah Grandpa nya.
“Keluarga Matteo juga termasuk musuh kami!“ ucap Arga.
Pertarungan kembali terjadi. Tiba-tiba datanglah seorang pria bersama asistennya.
“Hentikan, Kakek!“ pekik Alex. Namun, ia terkejut melihat keberadaan Yana di sini. Begitu juga dengan Yana.
“Alex??“ ucap Yana.
“Yana??“ ucap Alex terkejut.
“Grandpa, mungkin akan lebih baik jika kita bicarakan ini dengan baik-baik!“ seru Yana.
“Tidak, tidak bisa! Di antara kami bertiga, harus ada satu yang menang! Tidak bisa bicara dengan baik-baik!“ ucap Arga tegas.
Yana terus membujuk Arga hingga pada akhirnya Arga mau untuk masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan daripada dengan
__ADS_1
Mereka satu per satu mulai menceritakan yang terjadi dengan sudut pandang berbeda.
Kakek Alex yang bernama Matteo menceritakan apabila dulu saat terjadinya peperangan di antara mereka bertiga, ada dua anak kecil yang melihat kejadian tersebut. Kakek Alex hanya mengetahui satu anak kecil yaitu cucunya sendiri, sedangkan satu anak kecilnya lagi tidak diketahui olehnya. Cucunya Alex pernah mengalami sebuah trauma akibat kejadian tersebut dan sekarang sudah berhasil disembuhkan oleh dokter psikolog.
Setelah Kakek Alex menceritakan, Yana bertanya.
“Apakah di sana saat itu saling tembak-menembak? Di suatu tempat markas, bukan? Anak buah di antara kalian memiliki tato bergambar tikus?“ tanya Yana.
Kakek Alex terkejut dengan pertanyaan Yana. Ia heran dari mana Yana mengetahui hal tersebut semua. Padahal kejadian tersebut ditutup rapat olehnya.
“Dari mana kamu mengetahuinya?“ tanya Kakek Alex.
“Aku pernah mimpi buruk seperti itu!“ jawab Yana.
“Apa?“ Tidak hanya Kakek Alex yang terkejut, Davian dan Alvano yang baru datang juga terkejut dengan pernyataan Yana barusan serta orang-orang yang ada di ruangan ini.
“Apa maksudmu, Putri??" tanya Davian.
Yana menceritakan dari kapan ia mengalami mimpi buruk tersebut. Dan sekarang, mimpi tersebut tidak lagi datang.
Abraham mulai menceritakan dari sudut pandangnya. Yang lain menjadi pendengar.
Setelah Abraham menceritakan, Arga mulai bercerita menurut sudut pandangnya.
Sudut pandang setiap orang berbeda-beda. Jika dikeluhin tentang percintaan, maka jangan langsung mengeluarkan pendapat. Sebaiknya, dengarkan juga dari pasangannya. Setelah mendengar curhatan dari keduanya, barulah bisa mengeluarkan pendapat. Jika langsung mengeluarkan pendapat sebelum mendengar pihak lainnya, maka akan terjadi yang namanya kesalahpahaman.
Hal ini lah yang seringkali terjadi. Hingga menyebabkan kesalahpahaman. Suatu hari setelah mengetahui kebenarannya, malah menyesal. Menyesal di akhir tiada gunanya. Mengapa menyesal selalu di akhir? Karena jika menyesal di awal, itu bukan lagi namanya penyesalan.
Abraham, Arga, dan Matteo terdiam seribu bahasa. Tidak disangka oleh mereka apabila selama ini hanyalah kesalahpahaman. Kesalahpahaman seringkali terjadi.
“Makanya Yana suruh bicarakan baik-baik! Tuh, masalahnya dari awal karena kesalahpahaman!“ oceh Yana sembari memakan biskuit yang disiapkan pelayan.
Lagi-lagi, tiga orang tersebut tetap diam seribu bahasa.
Mereka tiba-tiba saling bermafaan, bahkan berpelukan.
__ADS_1
Terkadang persahabatan itu seringkali terjadi yang namanya kesalahpahaman. Jika sudah terjadi kesalahpahaman, maka harus dibicarakan dengan baik-baik. Satu per satu mengatakan uneg-uneg yang dirasakan mereka selama ini. Tidak hanya di ikatan persahabatan, di ikatan pernikahan juga sering terjadi hingga berujung penceraian. Itulah yang dialami oleh Putri alias Yana.
Abraham, Arga, dan Matteo dulunya adalah sahabat. Jika kalian bertanya, mengapa Abraham belum mempunyai cicit sedangkan Arga dan Matteo sudah memiliki cicit? Maka berikut ini adalah jawabannya.
Karena dulunya Arga dan Matteo adalah sepasang sahabat. Setelah itu, datanglah murid baru yang usianya paling muda di kelas mereka yang bernama Abraham. Abraham menceritakan kalau ia masuk SD saat berusia lima tahun, sehingga pada saat SMP, ia baru berusia sebelas tahun.
Hal tersebut seringkali dijadikan bahan gosipan siswa siswi, tidak hanya mereka, bahkan hal ini sampai ke emak-emak.
Sedangkan orang-orang yang masuk SMP, ada yang baru berusia dua belas tahun, ada juga yang baru tiga belas tahun, bahkan empat belas tahun.
Namun, jika sebelas tahun masuk SMP, itu hal yang sangat jarang diketahui. Sehingga jika terjadi, maka akan jadi bahan gosipan orang-orang dan pada akhirnya tidak pernah selesai.
Makanya, mengapa Arga dan Matteo berbeda dengan Abraham. Selain masuk sekolah dengan usia muda, Abraham juga menikah di usia yang sudah sangat matang. Berbeda dengan Arga dan Matteo yang menikah di kepala dua.
Masalah mengenai tiga orang ini akhirnya selesai. Tidak ada lagi kesalahpahaman di antara mereka.
Tiba-tiba saja, Davian berlutut di depan Yana sembari menangkup kan kedua tangannya.
“Maaf Putri! Maaf! Seharusnya dulu aku tidak mencuekanmu dan berbuat kasar denganmu! Maaf juga karena aku masih berhubungan dengan Layla saat kita menikah dulu!“ ucap Davian.
“Jangan berlutut di depanku! Berdirilah!“ ucap Yana. Davian menurut apa kata Yana.
“Aku memaafkan semua kesalahanmu!“ ujar Yana. Hal ini membuat Davian senang.
“Terima kasih sudah mau memaafkan perlakuanku dulu! Maukah kamu kembali membangun rumah tangga bersamaku berserta kedua anak kita??“ tanya Davian.
Alex yang mendengar ucapan Davian langsung emosi dan menghajar Davian tanpa aba-aba. Davian yang mendapat perlakuan tersebut tiba-tiba, tidak dapat menghindar.
Hal tersebut membuat pipi sebelah Davian berwarna merah keunguan.
“Apa yang kamu lakukan kepadanya, Alex!“ bentak Kakek Alex alias Matteo.
Davian yang tidak terima karena pipinya ditinju oleh Alex pun menghajar balik Alex. Terjadilah pertarungan sengit di antara mereka berdua. Mereka berdua sama-sama kuat sehingga pertarungan seri.
To be continued...
__ADS_1
Note: Maaf jarang update.. Bab ini udah lumayan panjang ya. Semoga bisa memuaskan bacaan kalian~ Mohon maaf belum bisa double update apalagi triple update. Author usahakan tiap hari update.. Jangan lupa dukungannya yaa... Terima kasih🙏🏻🥰