Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
BAB 56 : KAMU?


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Alex bersama Rey langsung segera ke tempat wanita tersebut. Alex melihat wajah wanita tersebut secara tidak sengaja. Wajah yang penuh luka membuat dirinya sedikit kesulitan mengenali identitas wanita ini. Namun, ada satu hal yang membuatnya mengenali wanita ini. Hatinya bergetar melihat wanita tersebut.


Siapakah wanita tersebut?


“Yana?“ ucap Alex terkejut. Rey juga tidak kalah terkejut nya dengan Alex.


“Yana! Sadarlah!“ ucap Alex sembari menepuk pipi Yana.


“Sepertinya dia pingsan, Tuan! Sebaiknya, Tuan beri dia nafas buatan!“ sahut Rey.


“Nafas buatan? Aneh sekali perkataanmu!“ ucap Alex.


“Em.. Maaf, Tuan! Saya salah bicara! Saya tadi ingin mengatakan untuk memberi minyak angin kepada Nona Yana!“ jelas Rey.


“Apa ada minyak angin? Sepertinya aku tidak membawanya!” ucap Alex heran.


“Tadi, saya sempat meletakkan satu botol minyak angin di saku jas Tuan!“ terang Rey.


Alex mulai mencari botol minyak angin di saku jasnya. Dan benar saja apabila botol minyak angin tersebut ada.


“Sejak kapan kamu meletakkan nya?“ tanya Alex heran.


“Pada saat..” Rey mulai menceritakan.


Flashback on. ⚘

__ADS_1


Pada saat di Pesawat. Rey melihat Alex tengah serius. Ia diam-diam meletakkan botol minyak angin untuk berjaga-jaga nantinya. Sedangkan dirinya, ia membawa peralatan medis di dalam kotak P3K.


Dan hal tersebut sama sekali tidak disadari oleh orang-orang di Pesawat. Bahkan satupun Pramugari tak ada yang menyadarinya. Benar-benar hebat Rey. Padahal di sini banyak Pramugari yang berkeliaran. Aneh sekali, bukan?


Author sendiri juga tidak tahu mengapa Rey bisa melakukan hal seperti itu.


Flashback off. ⚘


Mendengar penjelasan dari Rey soal tadi, Alex heran. Bagaimana bisa Asistennya melakukan hal tersebut? Terlihat sangat aneh, bukan? Namun, saat ini, ia harus fokus dengan kondisi sang wanita pujaan hatinya.


“Caranya bagaimana?“ tanya Alex.


“Cukup oleskan sedikit minyak angin di bagian bawah hidung Nona!“ jelas Rey.


Alex mulai melakukan hal yang dijelaskan oleh Rey. Meskipun ia hampir salah mengoleskan minyak angin tersebut kepada Yana. Ya, tadi hampir saja Alex mengoleskan minyak angin tersebut ke bagian mata. Beruntung, Rey segera memperingatkan Alex. Sekarang, Rey seperti pria siaga untuk Alex atasannya.


“Ada apa, Tuan? Apa Tuan sakit jantung?” tanya Rey pura-pura polos.


“Heyy! Aku tidak memiliki riwayat penyakit jantung ya, Reyy!“ geram Alex.


Rey hanya terkekeh geli melihat reaksi dari Alex.


Tidak lama kemudian, Yana tersadar dari pingsannya.


"Aww.. Mengapa kepalaku terasa sakit sekali?“ ucap Yana lirih sembari memegang kepalanya.


“Kamu sudah sadar?” tanya Alex pura-pura cool atau dingin di depan Yana. Rey yang melihat aksi Alex hanya geleng-geleng kepala.

__ADS_1


“Sudah. Siapa kamu?“ tanya Yana. Yana mengerjapkan matanya. Kepalanya yang terasa sakit membuat penglihatannya sedikit buram. Apalagi Yana memiliki penyakit darah rendah yang disebabkan kurangnya darah dalam tubuhnya.


Pandangannya mulai berkunang-kunang. Kepalanya mulai berdenyut sakit.


“Kamu tidak kenal denganku?“ tanya Alex kepada Yana.


Mendengar suara yang tidak asing, Yana langsung menjawab.


“Tuan Alex?” jawabnya.


“Tentu.“ sahut Alex.


Perlahan, pandangannya yang tadinya berkunang-kunang dan kepala yang berdenyut sakit mulai menghilang.


Akhirnya, Yana bisa melihat jelas wajah Alex. Pandangan keduanya saling bertemu. Entah mengapa ada getaran kecil di hati mereka berdua.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......


Maaf update nya hanya sedikit. Author sibuk di novel yg ikut lomba #WanitaMandiri. Kalian kalau penasaran, jgn lupa mampir ya!


Judulnya : Identitas Diva Yang Tersembunyi.


Sekarang sudah msuk lomba. Jgn lupa mampir ya jika berkenan.


Terimakasih banyak dukungan kakak semua.


🙏🏻🥰

__ADS_1


__ADS_2