Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
BAB 49 : KENANGAN


__ADS_3

...~๐™ท๐™ฐ๐™ฟ๐™ฟ๐šˆ ๐š๐™ด๐™ฐ๐™ณ๐™ธ๐™ฝ๐™ถ~...


Alex pun mulai mengingat kembali kenangan indahnya saat itu. Kenangan yang sangat indah bersama istrinya saat itu yang benar-benar membuat Alex tidak bisa melupakannya. Kenangan saat itu seperti magnet yang membuat Alex selalu mengingatnya kapan saja dan dimana saja.


Flashback on. โš˜


Pada saat itu, istrinya tengah mengandung anak Alex. Anak yang dikandungnya adalah anak kembar dua. Usia kandungannya adalah delapan bulan.


โ€œYank..โ€ panggil istrinya dengan lembut kepada Alex.


โ€œIya,โ€ sahut Alex cuek.


โ€œTemani aku ke dokter, yuk.. Buat cek kandungan anak kita,โ€ ajak istrinya.


โ€œAnak kita? Aku sendiri bahkan tidak percaya jika anak yang kamu kandung saat ini adalah anak aku,โ€ sahut Alex.


โ€œYank, apa kamu lupa? Waktu itu kan kamu juga yang mabuk-mabukan, terus kamu malah hampiri aku. Dan jadilah malam tersebut,โ€ jawab istrinya.


โ€œTapi tetap saja aku tidak percaya,โ€ ucap Alex.


โ€œBukankah kamu bisa mencarinya? Kenapa sudah hampir setahun, seolah kamu tidak memedulikan soal itu?โ€œ


โ€œPokoknya aku sama sekali tidak percaya sebelum anak itu lahir dan mirip dengan ku? Aku tidak akan mengakui anak dalam kandungan mu sebelum hasilnya keluar,โ€œ sahut Alex.


Duarrr...


Bagai tersambar petir saat mendengar sahutan dari Alex. Istri Alex yang bernama Rina pun tidak sanggup berdiri, ia terduduk lemas di lantai. Sedangkan Alex yang melihat Rina terduduk lemas di lantai, mengacuhkannya dan pergi dari sana.


Rina berdiri. Ia menghapus lelehan air mata di pipinya. Rasanya tak sanggup, anak kandung sendiri tidak diakui sang ayah. Rina pergi dari mansion Alex dengan menggunakan mobil. Mobil tersebut disetir oleh Rina sendiri. Sedangkan Alex yang melihat Rina pergi sendiri tanpa supir dari balkon hanya mengacuhkan nya dan masuk kembali ke kamarnya.


โš˜โš˜โš˜


#POV RINA


Aku membawa mobil milikku sendiri dengan tujuan yang sama sekali belum aku pikirkan. Tidak mungkin jika aku pergi ke rumah kedua orangtuaku. Namun, rasa rinduku kepada orang tuaku ini membuatku tersiksa. Ingin sekali aku menemui kedua orang tuaku.

__ADS_1


Tapi, aku mulai berpikir kembali. Jika aku ke rumah orang tuaku sendirian tanpa didampingi suamiku, pasti mereka akan sedih. Aku tidak mau mereka sedih. Jika aku disuruh memilih, aku akan memilih aku saja yang sedih daripada kedua orang tuaku.


Aku menepikan mobilku sejenak. Usai menepikan mobilku, aku pun mengelus perutku yang sudah buncit. Entah mengapa, tiba-tiba aku mulai membayangkan kehidupan kedua anakku apabila aku tiada.


Apakah suamiku mau menjaga anakku? Aku sendiri tidak tahu jawabannya. Air mataku mulai menetes kembali. Aku menyeka air mataku dengan tisu.


Tiba-tiba aku rindu dengan buah hatiku. Ingin sekali aku melihatnya dari monitor. Aku pun langsung teringat dengan foto USG. Namun, aku teringat lagi jika foto tersebut aku titipkan kepada suamiku. Apakah suamiku menyimpannya dengan baik? Ataukah ia membuangnya?


Aku berusaha untuk positif thinking kepada suamiku. Tiba-tiba aku teringat, jika hari ini adalah jadwal pemeriksaan kandunganku. Aku pun menyalakan mesin mobil dan mulai menjalankannya kembali.


Aku melakukan perjalanan ke rumah sakit sendiri. Karena perjalanan rumah sakit cukup jauh, aku harus bersabar. Ujianku terasa sangat berat bagiku. Namun, aku sadar, penderitaan orang lain lebih berat dibandingkan diriku. Mengapa aku tidak bisa menahannya sedangkan orang lain bisa? Aku pasti juga bisa seperti mereka.


Aku pasti bisa!


Tiba-tiba perjalananku menuju ke rumah sakit macet. Aku hanya bisa bersabar lagi. Entah sampai kapan aku harus bersabar terus.


BRAK!


Aku merasakan jika mobilku ditabrak seseorang dari belakang. Mendengar suara yang cukup besar itu membuatku terkejut dan sontak menoleh ke belakang. Ternyata yang menabrak mobil belakangku adalah mobil orang lain. Aku pun berusaha untuk positif thingking. Barangkali orang tersebut tidak sengaja menabrak mobilku.


Tiba-tiba saja aku merasakan suasana horor di sini. Entah mengapa aku curiga dengan barang yang dibawa orang tersebut. Apa yang dibawa orang tersebut? Apakah dia membawa senjata tajam seperti film mafia-mafia yang aku tonton? Rina, ini bukan waktunya untuk bercanda. Kamu harus berpikir positif. Barangkali saja, ia membawa tas.


Namun, aku mulai mempertimbangkannya kembali. Jika dia membawa tas, mengapa tas tersebut terlihat sangat panjang? Orang tersebut mulai mendekati mobilku dan semakin dekat. Aku merasakan bulu kuduk ku berdiri. Aku merasa merinding. Aku berniat untuk memajukan mobilku.


Namun, didepanku masih ada mobil. Tidak mungkin aku memajukan nya. Aku berusaha untuk tetap tenang dan berpikir positif. Orang tersebut pun memecahkan kaca yang berada di sampingmu membuat aku terkejut. Ternyata orang tersebut membawa balok yang cukup besar. Aku mulai menyadari jika dari tadi, orang-orang menatap seram kepada orang tersebut.


Kaca jendela tersebut pecah dan mengenai lenganku. Lenganku langsung berdarah. Aku mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk mengobati luka di lenganku. Beruntung perutku saat ini baik-baik saja. Aku mulai melupakan keberadaan orang tersebut sejenak.


Pada saat aku mencari, orang tersebut menarik lenganku. Aku langsung menoleh ke orang tersebut. Orang tersebut menggunakan topeng berwarna hitam. Pakaian nya juga hitam. Dia menggunakan fashion yang serba hitam.


Orang tersebut mengarahkan balok yang ia pegang ke arahku. Hal tersebut membuatku terkejut. Aku mengambil barang yang ada di mobilku untuk menghalangi orang tersebut. Aku tidak memedulikan apabila barang tersebut mahal. Bagiku saat ini, nyawa anakku lebih penting daripada barang tersebut.


Tiba-tiba aku menemukan pisau di dalam mobilku. Aku sendiri tidak tahu kenapa benda tersebut ada di mobilku. Tanpa berpikir, aku langsung melempat benda tajam tersebut kepada orang tersebut tanpa aba-aba. Namun, sebelumnya, aku bermain-main kepadanya. Aku berpura-pura untuk melemparnya lalu tidak jadi. Hal tersebut pun membuat orang tersebut kesal dan mulai menghentikan aksinya tadi sejenak.


Barulah aku mulai melempat benda tersebut kepada orang tersebut tanpa aba-aba. Dan berhasil, benda tersebut menancap bagian dada orang tersebut. Orang tersebut mulai memegang dadanya yang tertancap pisau tersebut.

__ADS_1


Orang tersebut mengekspresikan marah kepadaku. Namun, aku tidak memedulikan nya karena saat ini yang ada dipikiranku adalah melarikan diri dari tempat ini.


Orang tersebut pun pingsan di sana. Aku langsung menancap gas dan mulai menabrak mobil orang-orang. Lagi-lagi aku tidak memedulikan teriakan orang-orang.


Aku langsung menuju ke rumah sakit. Namun, nasibku sangat malang sekali. Aku malah merasakan pandanganku mulai buram. Aku berusaha mencari kacamata ku.


Namun, aku tidak menemukannya. Aku langsung melihat ke depan. Aku melihat seperti ada benda yang cukup tinggi. Aku menduga jika benda tinggi tersebut adalah pohon.


Aku langsung memejamkan mataku dan melindungi perutku dengan bantal sofa yang entah darimana asalnya. Aku sendiri tidak memedulikan soal asal usul bantal tersebut.


BRAK!


Aku mendengar suara tabrakan. Pada saat itulah aku mulai mendengar teriakan orang-orang dan langkah kaki mereka mendekati mobilku.


Orang-orang berusaha mengeluarkan ku dari mobil. Namun, sangat disayangkan mobil ku, aku kunci.


Hal tersebut tidak membuat orang-orang menyerah. Mereka tetap berusaha. Sepertinya orang-orang ini adalah orang baik.


โ€œHei, Nona. Aku mohon untuk tetaplah sadar, anakmu belum lahir! Jangan memejamkan matamu, kami akan tetap berusaha mengeluarkanmu!โ€ seru orang-orang yang membantuku. Aku pun tersenyum dan mengangguk.


Aku merasakan kantuk mulai menyerang. Sepertinya ini efek karena semalam aku begadang hingga dini hari baru aku tidur. Aku begadang dengan melakukan aktivitas perempuan yang sering dialami perempuan tiap malamnya. Aku sangat yakin jika para pembaca juga sering melakukannya.


Ya, yang aku lakukan adalah menangis.


Meskipun rasa kantuk terus menyerang diriku, aku tidak menyerah. Aku berusaha mencari pintu agar aku bisa keluar sekaligus membantu orang-orang diluar.


Dengan pandangan ku yang buram ini, aku tidak menyerah demi kandunganku. Demi anakku.


โ€œYa Tuhan, aku mohon kepadaMu. Apabila anak ini lahir tanpa diriku, aku mohon untuk memberikannya ibu yang baik. Ibu yang menyayanginya dengan baik. Dan ayah yang menyayanginya,โ€ doaku kepada Tuhan.


โ€œNak, jadilah anak yang baik dan menurut kepada ayah dan ibumu kelak,โ€ ucapku kepada anakku sembari mengelus perutku dengan tangan kiriku. Sedangkan tangan kanan ku mulai mencari gagang pintu mobil. Dan pada saat aku menemukannya, aku mulai menariknya. Pintu mobil langsung terbuka.


Pandangan ku tiba-tiba gelap. Aku pun tidak sadarkan diri.


#POV RINA END

__ADS_1


...๐šƒ๐™พ ๐™ฑ๐™ด ๐™ฒ๐™พ๐™ฝ๐šƒ๐™ธ๐™ฝ๐š„๐™ด๐™ณ......


__ADS_2