Lilyana Putri Amalia

Lilyana Putri Amalia
Bab 22 : Keysa Celica Andini, Keyla Celina Andini, Kayla Celine Andini


__ADS_3

Judul yg panjang yaa... Siapakah orang dari Triple K and C?


...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


🌸🌸🌸


Sementara di kota tempat di mana Putri di culik.


Di sini lah tempat di mana Putri di culik..


Tetapi di sini Putri hanya di kurung tanpa ikatan satu pun.


Putri pun membuka kedua mata nya yg terasa berat. Apalagi di saat ia belum sadar, ia di suntik kan obat bius.


"Akhirnya kamu sadar juga." ucap seorang pria yg bernama Alan.


"Alan?" tanya Putri.


"Tentu." jawab Alan.


"Sstt akhh.. apaaa yang kamu lakukan, hahhh??" tanya Putri kesal.


Alan adalah seorang pria yg tak lain adalah teman Putri. Saat itu Alan menyatakan cinta nya pada Putri. Namun, Putri menolak nya.


"Aku hanya menculik mu." jawab Alan santai.


"Ck, setelah menyatakan cinta pada ku. Lalu aku menolak mu, apaa kamu pikir cinta itu bisa di paksakan, hahh??" tanya Putri.


"Tentu, bisa." jawab Alan santai.


"Kamu selalu memikirkan bisa dan bisa. Apa kamu hanya memikirkan perasaaan kamu sendiri? Bagaimana kalau kamu sendiri di posisi saya." tantang Putri.


"Ck, tentu saja aku menolak nya." jawab Alan.


"Lalu? Jika aku memang tak bisa mencintai mu. Apaa kamu pikir kamu bisa memaksakan cinta mu pada ku? Haha.." tawa Putri.


"Ckkck., terserah apa yang mau kamu lakukan. Yang penting hari ini kamu akan menjadi milik ku." ucap Alan dengan nada menggoda.


Alan pun mencoba mendekati Putri. Namun, Putri sudah menendang perut Alan hingga pingsan.


"Untung aku bisa menendang nya. Tubuh ku lemah sekali, sepertinya ia menyuntikkan obat bius dengan dosis tinggi pada tubuh ku. Aku harus secepatnya untuk mengambil ponsel nya lalu menelepon polisi segera." gumam Putri lalu membongkar lemari yg ada di ruangan ini.


Namun, ponsel Alan tidak ada di sana.


Sayangnya, ponsel Putri ada di perusahaan utama nya.


Putri pun mencoba mengecek saku celana Alan. Hingga ia pun menemukannya.


Ia pun menelepon polisi. Namun, ia tak tahu di mana lokasi nya sekarang. Jadi, ia meminta polisi tersebut untuk melacak lokasi di ponsel Alan.


Setelah selesai menelepon polisi, ia pun tidak mematikan sambungan telpon atas perintah polisi. Agar lebih mudah untuk melacak nya.


Tiba-tiba saja Alan sudah sadar.


"Shh Ahhh.. sayang. Kenapa kamu menendang perut ku tadi??" tanya Alan.


"Itu bukan urusan ku. Siapa suruh menyulik ku." jawab Putri.


"Kamu harus di hukum." ucap Alan.


"Di hukum? Aku tak peduli. Lagi pula polisi akan datang." jawab Putri.


Mendengar itu sontak Alan langsung melempar ponsel yg di pegang Putri hingga hancur berkeping-keping.


"Oke. Kamu yang meminta nya." ucap Alan.

__ADS_1


"Aku tak pernah meminta nya." jawab Putri.


Alan pun hendak mendekati Putri. Namun, Putri terus mengelak. Bahkan Putri sudah mencoba untuk menendang Alan, tapi Alan sudah tahu arah ke mana kaki Putri hingga akhirnya Alan pun menangkap kaki Putri. Putri pun terjatuh di lantai akibat hal itu.


"Akh.." ringis Putri pelan ketika b*kong nya itu sakit karena jatuh di lantai yg terlalu keras.


"Aku akan menghukummu." ucap Alan lalu mencari tali masih dengan menarik kaki Putri membuat Putri menjadi terseret.


Hingga akhirnya Alan pun menemukan tali yg memang ia sengaja siapkan di tempat ini.


Entah kenapa tubuh Putri mulai lemas. Apalagi sudah beberapa minggu ini, Putri belum makan. Hanya cairan infus yg masuk ke dalam tubuh nya. Apa yg harus di lakukan Putri??


"Akhirnya." ucap Alan ketika ia menemukan tali yg cukup panjang.


"Jangan lakukan itu." ucap Putri seakan-akan ia sudah tahu apa yg akan di lakukan Alan.


Alan menghiraukan ucapan Putri.


Ia justru mengikat kaki Putri yg ia pegang ke sisi ranjang yg memang ada di sini.


Ia membuat simpul dan menarik tali tersebut dengan erat. Jadi tali yg mengikat Putri menjadi erat.


Alan juga mengikat kaki sebelah Putri. Dan juga kedua tangan Putri.


"Shhh.. Polisi tadi. Kenapa polisi itu lama sekali?" gumam Putri dalam hati ketika kedua tangan nya di ikat di sisi ranjang.


Ikatan dan simpul yg di buat Alan sangat lah erat. Karena Alan sangat lihai untuk membuat simpul tali. Putri tahu soal itu.


"Hari ini kamu akan menjadi milikku." ucap Alan dengan seringai licik di wajah nya.


Tiba-tiba..


BRAK!!


"Saudara Alan, anda di tangkap atas penuduhan penculikan terhadap Nona Putri." ucap polisi tersebut lalu memborgol kedua tangan Alan ke belakang.


Sedangkan polisi lainnya membantu melepaskan ikatan Putri yg sangat lah erat. Membuat polisi harus mengunting tali tersebut.


Akhirnya setelah tali tersebut di gunting, Putri pun bebas dari ikatan Alan yg menurut nya mematikan jika dalam kondisi ini.


"Nona Putri." panggil polisi yg bernama Alvin.


Alvin adalah teman dari Putri dulu.


"Al-Alvin?" ucap Putri pelan.


"Ya." jawab Alvin.


"Terima kasih sudah membantu ku." ucap Putri.


"Ya, sama-sama. Itu sudah tugas saya sebagai polisi." ucap Alvin.


Putri pun hanya tersenyum sambil mengangguk.


Lalu..


BRUK!!


Putri pun pingsan di ranjang tadi.


"Astaga.." ucap Alvin lalu mendekati Putri lalu menepuk pipi nya pelan. Namun, Putri tak kunjung sadar.


"Ada kah yang bisa membantu saya??" tanya Alvin pada rekan-rekannya.


"Saya bisa, pak." jawab rekan nya.

__ADS_1


"Saya tidak bisa, pak. Karena saya harus membawa Saudara Alan ke kantor polisi." ucap rekan nya yg lain.


"Baiklah, kamu yang bisa. Tolong tunjukkan pada saya di mana rumah sakit terdekat di sini!" pinta Alvin.


"Baik, pak. Ayo mari ikut saya!" ucap rekan nya lalu pergi dengan di ikuti Alvin.


Sedangkan rekan nya yg lain sedang menyelidiki kasus ini. Yg menurut mereka lebih rumit dari pada kasus lainnya.


Alvin dan rekan nya pun menuju ke rumah sakit.


Setelah beberapa menit perjalanan, mereka pun sampai di rumah sakit terdekat.


Dan rumah sakit ini tepat di mana Keysa Celica Andini bekerja di rumah sakit ini.


Keysa Celica Andini, Keyla Celina Andini, Kayla Celine Andini adalah adik dari Alvin.


Triple K atau Triple C ini memang kembar tiga, Oleh sebab itu lah kenapa nama nya sangat mirip. Tapi bukan mirip lagi, tapi memang hampir sama.


"KEYSA!!" panggil Alvin.


Di rumah sakit ini, banyak yg sudah tahu jika Alvin adalah kakak dari Keysa.


Keysa pun menghampiri sang kakak dengan suster yg mendorong brangkar pasien.


Tubuh Putri pun di letakkan di brangkar pasien tersebut.


"Ini siapa, kak?" tanya Keysa.


"Nanti kakak bakal jelaskan. Yang penting kamu urus dulu teman kakak ini." jawab Alvin.


"Ya, kak." ucap Keysa.


Putri pun di bawa ke ruang IGD.


Dan sangat pas sekali, Kayla dan juga Keyla ke rumah sakit ini untuk memberikan makan siang untuk Keysa.


Alvin adalah anak sulung. Keysa anak kedua. Keyla anak ketiga. Kayla anak ke empat.


Trio K ini berusia sekitar 24 tahun.


Setelah beberapa jam, Keysa pun keluar bersama suster lainnya.


"Bagaimana, nona?" tanya rekan Alvin.


Karena Alvin sudah kembali ke kantor untuk makan siang bersama istri nya.


"Kondisi kakak ini baik-baik saja. Tapi menurut hasil pemeriksaan aku, kakak ini hamil." jawab Keysa.


"Hamil?" tanya rekan Alvin.


"Iya." jawab Keysa.


"Berapa bulan?" tanya rekan Alvin.


"Mungkin sekitar 6 minggu." jawab Kesya.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. Tolong jaga kakak itu." pinta rekan Alvin.


"Oke." jawab Keysa.


Rekan Alvin itu pun pergi untuk melaporkan atas kejadian ini dan ingin menyelidiki nya sebagai tugas nya.


Keysa pun ke ruangan Putri untuk melihat wajah Putri.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...

__ADS_1


__ADS_2