
Tahun ini merupakan tahun pergantian ajaran di sekolah tak terkecuali di High Scholl XX (HSXX). HSXX merupakan sekolah yang terkenal elit. Sebenarnya kata elit sendiri dinilai dari latar belakang siswa siswi yang sekolah di sana. Banyak yang menilai salah pada sekolah itu, karena sebenarnya sekolah tersebut merupakan sekolah yang ditempati oleh satu gank berandalan di kota itu.
Pagi itu segerombol siswa dengan motor gede yang serupa warnanya sedang lewat di jalan. Mereka menjadi pusat perhatian di jalan. 7 anak tersebut dengan kecepatan tinggi melajukan motornya ke arah HSXX.
Sesampainya di parkiran, mereka turun dari motor dan segera berjalan di koridor menuju sebuah ruangan yang memang khusus di sediakan sekolah untuk mereka. Sepanjang jalan mereka menjadi pusat perhatian terutama bagi siswi. Mereka bertujuh terus berjalan ke ruangan yang berada di bagian belakang sekolah, meskipun ruangan tersebut masih di dalam area sekolah.
"Boss!" teriak seorang cowok sambil berlari ke arah 7 cowok tadi.
"Paan?" tanya seorang cowok bergaya paling cool juga paling tampan diantaranya.
"Ada kabar loh hehe.." jawab cowok yang berteriak tadi.
"Land lu tau kan si Azah kalo ngomong mancla mencle gajelas." timpal seorang cowok yang sedang duduk di samping cowok yang dipanggil bos, dia adalah Rion
"Woe gua belum ngomong!" ketus cowok yang tadi berteriak dan ternyata namanya Azah.
"Lanjut Zah!" pinta bosnya yang nggak lain adalah Yoland.
"Disekolah kita bakal ada guru baru loh.." kata Azah sambil mrenges.
"Nah kan kebiasaan infonya gajelas!" kata seorang cowok yang sedang berdiri di samping Yoland, dia adalah Gion.
"Diem woe, hehe katanya guru barunya cantik banget apalagi bodynya ughhhhh bikin nghh!!" lanjut Azah sambil membayangkan.
"Emang lu dah liat?" tanya Rydas, cowok berkacamata yang kelihatan seperti weabo(penyuka anime Jepang).
"Hehe..belom sih." jawab Azah cengengesan.
"Zah Zah, lagian lu percuma juga ngasih tau kabar gituan ke Yoland dia kan ga pernah tertarik ama cewe." timpal seorang cowok yang baru datang, dia adalah Victo.
"Eh iya juga sih ehehehehee.." Azah merasa bodoh.
"Dah bell noh masuk kuy!" ajak Vyn.
Mereka pun masuk ke kelas masing-masing untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Saat itu di kelas XII IPS A sedang ramai karena gurunya belum datang. Tepat saat ramai Yoland dan antek nya datang dengan menendang pintu kelas. Seketika siswa dan siswi di kelas tersebut pun diam. Tidak ada yang berani menatap bahkan banyak yang menunduk. Bagaimana tidak? Mereka benar-benar takut terhadap Yoland. Karena Yoland merupakan bad boy, berandalan, bahkan preman di luar sekolah pun takut padanya. You know lah apalagi dia itu anak pengusaha paling kaya di negara ini.
Tak lama setelah Yoland dan anteknya duduk seorang guru laki-laki separuh baya datang. Beliau merupakan guru sejarah sekaligus wali kelas XII IPS A.
"Pagi semua..." sapa Pak Riyan.
"Pagi..." kata murid-murid serempak.
"Karena bapak mau dipindah tugaskan maka kalian akan mendapat guru sekaligus wali kelas baru. Mari Bu silahkan!" kata Pak Riyan kemudian menoleh ke arah pintu.
Seorang perempuan muda dengan kemeja putih polos dan rok span hitam pendek juga ketat masuk ke dalam kelas. Masih dengan senyumnya ia berdiri di sebelah Pak Riyan menghadap murid-murid.
"Murid-murid perkenalkan ini Mrs. Zora yang akan menggantikan bapak menjadi wali kelas kalian. Silahkan Bu, saya permisi dulu." kata Pak Riyan kemudian pergi.
"Selamat Pagi, nama saya Xenozora. Saya akan menjadi wali kelas kalian menggantikan Pak Riyan. Mohon bantuannya untuk bisa bekerja sama dengan saya." kata Mrs. Zora. "Baiklah karena kebetulan jam pelajaran sekarang adalah Sastra Inggris jadi saya akan langsung mengajar kalian.." lanjutnya.
__ADS_1
"Mrs.. emm apa boleh bertanya?" ucap Gion.
"Yahh silahkan." kata Mrs. Zora.
"Apa anda sudah menikah?" tanya Gion.
Pertanyaan nya itu disambut gelak tawa seisi kelas.
"WTF lu nanya apaan anying! Hahahaha..." timpal Dion.
"Sudah sudah, untuk status saya masih lajang karena kebetulan calonnya juga belum ada." kata Mrs. Zora menjawab pertanyaan Gion.
"Nanya gituan kek mau nikahin aja lu hahahah..." ejek Revy.
"Diem lu kali aja Mrs. Zora mau ye kan hehe..." kata Gion sambil cengengesan.
"Yasudah kita lanjutkan pelajarannya. Silahkan buka buku paket kalian." kata Mrs. Zora.
Pelajaran berlanjut hingga tak terasa jam istirahat pun tiba. Semua murid berlarian ke kantin tak terkecuali Yoland dan anteknya. Mereka bertiga berjalan dengan diikuti banyak cowok lainnya.
Sesampainya di kantin seperti biasa mereka berkumpul di pojok belakang. Sambil menunggu pesanan mereka mengobrol. Saat sedang mengobrol tiga cewek cantik datang menghampiri mereka.
"Hai my prince!" sapa cewek yang ditengah pada Yoland.
"Hadeh trio tengik lagi." kata Giyan dengan nada malas.
"Eh Leona, lu ga capek apa ngejar Yoland mulu padahal kena cuek terus kan lu." Dion berkata dengan nada tinggi.
Yoland hanya diam sambil berpangku tangan di meja.
"Le ngga usah ganggu deh lagi ga mood nih." kata Yoland dengan nada malas.
"Tapi my prince aku kan kangen..." Leona berkata dengan wajah yang dibuat imut. (ih author pengen muntah, wkwk).
"Le..." panggil Yoland.
"Yaudah, yuk gengss cabut." kata Leona memberi perintah pada dua temannya.
Mereka bertiga berjalan pergi meninggalkan Yoland dan gerombolannya.
"Ternyata gitu doang bisa ngusir mereka haha..." Gion berkata kemudian tertawa dan disambut yang lainnya.
"Btw, Land kok lu gamau nerima Leona aja si secara dia itukan bisa dibilang cewek paling cakep di sekolah ini terus..." Gion tidak meneruskan perkataannya karena mendadak semuanya diam.
"Gausah dibahas." Kata Yoland membuat semuanya diam.
Hening beberapa saat.
"Eh ntar malem clubing kuy dah lama juga ngga clubing." Dion memecahkan keheningan.
__ADS_1
"Woiya gaskeun dah." sahut yang lain.
"Gua ga bisa." kata Yoland.
"Yah si bos nih kebiasaan ga ikutan." Rey menimpali dengan nada sedih.
" Woe kek gatau aja Yoland nemenin bundanya yang biduan itu laa hehehee.." Azah menimpali.
Memang benar bunda Yoland merupakan mantan biduan terkenal. Meskipun umurnya sudah kepala tiga tapi ia masih cantik dan seksi. Bahkan jika sedang bersama Yoland terlihat seperti pacarnya karena selain terlihat masih muda ia juga sangat manja pada putra semata wayangnya.
"Hooh bunda kalo bukan malam minggu gaada yang nemenin." kata Yoland.
"Yaudah deh lain kali aja hmm..." Dion berkata dengan sedih.
"Gapapa kali klean aja." Yoland memberi solusi.
"Gaasik gaada lu ah." Dion menolak.
Bell masuk berbunyi mereka kembali mengikuti kegiatan pembelajaran.
Setelah selesai jam pelajaran terakhir murid-murid pulang kerumah masing-masing. Yoland memisahkan diri dari gerombolannya karena harus ke toilet terlebih dahulu.
Dia berjalan sendirian. Saat melewati ruang kesehatan dia mendengar bunyi benda jatuh. Sontak saja membuat Yoland terkejut. Karena penasaran akhirnya dia membuka pintu ruang kesehatan dan masuk ke dalam. Dia terkejut melihat seorang wanita sedang kesulitan berdiri.
"Mrs. Zora." ucap Yoland sambil mendekat.
"Kamu murid kelas saya kan?" balas Mrs.Zora sambil mengingat-ingat.
"Iya. Boleh saya bantu berdiri?" Yoland menawarkan bantuan.
"Hm." Mrs. Zora mengangguk.
Yoland segera berjongkok dan memapah Mrs. Zora ke ranjang ruang kesehatan. Saat mengangkat kakinya tiba-tiba Mrs.Zora mendesah sehingga membuat Yoland terkejut dan menahan wajahnya yang memerah.
"Ahhhh sakitt..." desahnya.
"Emm...anu... Mrs sebenarnya kenapa?" Yoland membaringkan Mrs. Zora diranjang.
"Tadi saya jatuh di perpustakaan." Mrs. Zora menaikan sedikit lutut kanannya. Seketika membuat wajah Yoland memerah. rok span pendek Mrs.Zora sedikit terangkat memperlihatkan pahanya yang mulus.
"Astaga apa apaan nih." kata Yoland dalam hati.
"Anu.. Mrs saya pamit pulang dulu anda pulang dijemput kan?" kata Yoland dengan nada gugup.
"Boleh saya minta tolong temani sebentar sampai ayah saya datang?" Mrs. Zora berkata dengan nada memelas. Sebenarnya ia juga takut sendirian di ruangan tersebut.
"Aaa... iya gapapa Mrs." Yoland mengiyakan. Suasana hening yang membuat keduanya merasa canggung.
Mereka pun duduk bersama sambil menunggu.
__ADS_1
~