Live Young Master Bastard

Live Young Master Bastard
23.


__ADS_3

Di koridor menuju basecamp, Yoland melihat tiga orang cewek yang sedang menghadangnya. Yoland memutar arah, namun dengan cepet ketiga cewek tersebut mengejar Yoland.


"My prince tungguin. Aku udah nunggu loh dari tadi koh main tinggal aja sih." kata Leona manja.


"Ngapain sih pagi-pagi udah bikin gerah aja." kata Yoland ketus.


"Aku kan cuma mau ketemu kamu aja." kata Leona, dia mendekat ke Yoland dan bergelayut manja di lengannya.


"Duh lepasin dong ntar ada guru liat." Yoland mengibaskan tangannya akan tetapi Leona semakin mempererat pegangannya.


"Ngga mau, ntar aku ditinggal lagi." rengeknya.


"Ehm... kalian ngapain disini? Udah mau masuk nih." seru Mrs. Zora.


"Eh iya Mrs. ini sih Leona ganggu saya mau ke kelas." kata Yoland.


"Enggak kok, aku..." kata Leona.


"Udah udah bubar." pinta Mrs. Zora.


Mereka pun bubar dan menuju kelas masing-masing.


~


Pulangnya, Yoland menemani Mrs. Zora ke supermarket. Sepanjang jalan mereka diam. Yoland melirik Mrs. Zora yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Sibuk banget ngapain sih, aku bukan supir kamu." kata Yoland ketus.


"Eh maaf sayang aku lagi ngecek data barang yang mau aku beli." kata Mrs. Zora sambil mencubit pipi Yoland.


"Emang mau beli apaan sih?" tanya Yoland kepo.

__ADS_1


"Banyak kebutuhan buat satu bulan ke depan kan nanti mau pindah." jawab Mrs. Zora sambil tersenyum.


"Nih orang kenapa sih kek senenge banget dari pagi senyam senyum mulu." batin Yoland.


"Iya iya terserah kamu aja." kata Yoland.


Sesampainya di sana Yoland segera turun dari mobil dan membuka pintu di sebelah Mrs. Zora.


"Makasih sayang." kata Mrs. Zora kemudian mencium pipi Yoland.


"Haishh malu." omel Yoland.


"Hihihi..." Mrs. Zora berjalan sambil terkikik.


Mereka segera memilih barang yang akan dibeli. Yoland menatap sesuatu dengan heran. Mrs. Zora ikut menatap barang yang ditatap oleh Yoland.


"Kamu liatin apa sih?" tanya Mrs. Zora.


"Itu... kok covernya kek gitu." Yoland menunjuk barang berbentuk persegi panjang berwarna merah dengan gambar cover seorang wanita dan pria yang sedang berpelukan tanpa busana.


"Haishh mana pernah liat benda kek gitu emang apaan sih?" tanya Yoland lagi.


"Ini tuh barang yang biasa dipakai sama suami istri yang ngga pengen punya anak." jelas Mrs. Zora.


"Astaga ada barang kek gitu? Hih dah lah ngga usah dibahas malu." kata Yoland. Dia mendorong troli meninggalkan Mrs. Zora.


"Hahaha... tungguin, bantuin dulu aku ngga nyampe." kata Mrs. Zora.


Yoland berbalik dan mengambil barang itu yang ternyata adalah pembalut. Wajahnya memerah melihat cover barang tersebut. Dia segera memasukan ke troli. "Makanya tumbuh tuh ke atas jangan ke samping." ejek Yoland kemudian ngeloyor pergi.


Mrs. Zora mengejar Yoland dan mencubit pinggang Yoland.

__ADS_1


"Akhhhh sakit ampun nyai." teriak Yoland.


"Rasain nih siapa suruh ngehina orang." Mrs. Zora terus mencubit pinggang Yoland hingga mereka berguling di lantai.


Seorang pelayan supermarket datang dan menegur mereka. "Mas mbak kalo mau kaya gituan jangan di sini ini bukan tempat mesum." kata orang itu.


"Enak aja lu, siapa yang mesum?" omel Yoland.


"Lah tadi masnya sampe ndesah gitu kok." jawab orang tersebut.


"Eh..." Yoland tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia segera menarik Mrs. Zora dan mendorong troli menuju kasir.


Setelah membayar biaya belanjaan, Yoland menarik lengan Mrs. Zora ke mobil.


"Kamu kenapa sih seneng banget narik tangan aku." omel Mrs. Zora.


"Aku laper." kata Yoland sambil memegang perutnya.


"Iya maaf, yaudah sekarang kita cari tempat makan dulu." kata Mrs. Zora.


Mereka masuk ke mobil dan mencari tempat makan yang enak.


~


Mereka berhenti di depan warung nasi padang. Mrs. Zora mengerutkan keningnya. Dia menatap ragu ke arah Yoland. "Kamu yakin makan disini?" tanyanya.


"Kenapa? Kamu ngga suka?" Yoland malah balik bertanya.


"Ku kira selera kamu yang elit ternyata nasi padang hehehe..." kata Mrs. Zora.


"Ah udah cepet turun aku laper." pinta Yoland.

__ADS_1


Mereka segera turun dari mobil dan memesan makanan. Setelah selesai barulah mereka pulang ke rumah untuk mengambil barang, karena mereka akan pindah ke rumah baru.


~


__ADS_2